About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 19 Januari 2016

Market Brief: Asia Bergerak Melemah, IHSG Mixed

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (20/1) dibuka variatif cenderung melemah, pasar mencerna kembali rilis data pertumbuhan PDB dan pernyataan bank sentral China yang akan menyuntikkan dana 600 miliar yuan ke sistem keuangan untuk mengendurkan tekanan moneter menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, pekan pertama Februari nanti. Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah, mencatatkan penurunan 0,81% (-137,34 poin) di level 16.911,03 pada pukul 8:15 WIB. Indeks tertekanoleh penurunan harga saham-saham emiten eksportir di industri elektronika dan otomotif.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia menguat 0,15% (7,53 poin) ke level 4.910,60, setelah sempat menguat 0,44% pada pembukaan bursa pagi tadi. Laju indeks terbebani pelemahan harga saham di sektor keuangan dan energi dan pertambangan logam, termasuk emas. Indeks Kospi, Korea Selatan, melorot 0,70% (-13,18 poin) menjadi 1.876,46, tertekan penurunan harga saham blue chips.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, setelah kemarin berhasil berbalik arah menjelang penutupan bursa dan berlabuh di teritori positif. Analis memperkirakan technical rebound pada perdagangan kemarin akan berlanjut, mendorong indeks menuju level di atas 4600.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham global, IHSG dan nilai tukar rupiah di tengah maraknya aksi jual investor asing sepanjang hari kemarin, membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.465 dan resistance 4.515. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PTPP [PTPP 3,935 -10 (-0,3%)] (Buy), PPRO [PPRO 185 0 (+0,0%)] (Buy), WIKA [WIKA 2,860 -5 (-0,2%)](Spec Buy), TLKM [TLKM 3,110 0 (+0,0%)] (Spec Buy).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tipis, namun gagal menempatkan indeks Nasdaq Composite di zona hijau. Kekhawatiran akan pelemahan harga minyak dan melambatnya perekonomian global menghentikan reli yang terjadi pada sesi awal perdagangan, dipicu spekulasi stimulus ekonomi China, setelah libur panjang akhir pekan. Harga saham terkait minyak berguguran, dan diperburuk dengan rilis kinerja keuangan kuartal empat sejumlah emiten yang kurang memuaskan di tengah penurunan harga minyak. Proyeksi IMF tentang pertumbuhan global 2016 yang lebih rendah dari perkiraan 3 bulan lalu, memperburuk sentimen pasar.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,17% (27,94 poin) menjadi 16.016,01.
S&P 500 naik tipis 0,05% (1,00 poin) di posisi 1.881,33.
Nasdaq Composite turun 0,26% (-11,47 poin) ditutup di 4.476,07.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1% menjadi US$20,30.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di teritori positif dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan utama melanjutkan tren positif di bursa Asia. Harga saham emiten pertambangan rebound menyambut rilis data PDB China 2015 yang mencatatkan kenaikan 6,9 persen dan kenaikan permintaan pada sejumlah komoditas sumber daya alam. Laju indeks juga ditopang oleh rilis data laporan keuangan sejumlah emiten di sektor ritel yang memperlihatkan kenaikan melebihi ekspektasi. Pasar menunggu hasil pertemuan Dewan Gubernur ECB yang akan digelar Kamis besok, yang diekspektasikan tidak akan melakuan perubahan besar pada kebijakan moneter di zona euro.

FTSE 100 London melaju 1,68% (96,88 poin) menjadi 5.876,80.
DAX 30 Frankfurt menguat 1,50% (142,36 poin) ke level 9.664,21.
CAC 40 Paris melesat 1,97% (82,69 poin) ke posisi 4.272,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi mencatatkan kenaikan ditopang perbaikan harga minyak dan ekspektasi stimulus lanjutan ekonomi China. Pertumbuhan PDB China 2015 yang membukukan angka 6,9%, terendah dalam 25 tahun, memicu ekspektasi akan adanya stimulus baru Beijing untuk melanjutkan pelonggaran moneter sebelum Tahun Baru Imlek. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap sejumlah mata uang negara mitra dagang AS naik 0,17% menjadi US$99,127.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
mb20
Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di  bursa komoditas New York, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar minyak "bisa tenggelam". Harga minyak WTI yang sempat melaju pada awal berdagangan, bergerak melemah setelah IEA menyatakan harga minyak tahun ini biisa terperosok lebih dalam akibat kelebihan pasokan dengan kembalinya produksi Iran. Sebelumnya harga minyak Brent North Sea di bursa London berakhir menguat, ditopang kenaikan data permintaan minyak China dan ekspektasi akan adanya stimulus moneter Beijing untuk mendongkrak pertumbuhan.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, turun 96 sen (-3,26%) di posisi US$28,46 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret, naik 21 sen (0,7%) menjadi US$28,76 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah, terpengaruh tren kenaikan di bursa ekuitas global dan penguatan dolar di tengah ekspektasi stimulus lebih lanjut dari Beijing. Lemahnya permintaan emas di pasar China dan India, memperberat laju harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$1,6 (-0,15%) menjadi US$1.089.10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun tipis dibanding sesi sebelumnya.
(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Bergerak_Melemah__IHSG_Mixed_&level2=newsandopinion&id=4076971&img=level1_topnews_1&urlImage=#.Vp7ze9Kqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news