About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 19 Januari 2016

Market Break: Bursa Asia Tumbang, IHSG Susut 0,27 Persen

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengekor pelemahan yang terjadi di pasar regional. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global 3,4 persen dari sebelumnya 3,6 persen dengan mempertimbangkan perlambatan ekonomi di China dan harga minyak yang terus melorot.

IHSG melemah -0,27 persen (-12,06 poin) ke level 4.479,67 poin pada penutupan jeda perdagangan hari Rabu (20/1).

Indeks LQ45 melemah -0,56% ke posisi 778,05 poin. Jakarta Islamic Index (JII) drop -0,48% ke posisi 589,54 poin. Indeks IDX30 susut -0,52 ke level 406,83 poin. Indeks Sri Kehati melemah -0,45% ke posisi 262,61 poin. Indeks SMInfra 18 turun -0,51% ke level 308,25 poin.

Pemodal asing melakukan jual bersih (net sell) -Rp41 miliar. Nilai transaksi Rp1,798 triliun dan volume perdagangan sebanyak 1,538 miliar saham.

Sektor
Consumer 0,10%.
Agri -1,35%.
Manufaktur -0,11%.
Misc-ind -0,39%.
Mining 0,66%.
Infrastruktur -0,16%.
Trade 0,11%.
Finance -0,50%.
Properti -1,07%.
Basic-ind -0,67%.

Agri menjadi lokomotif pelemahan seluruh sektor saham yang terdapat pada IHSG. Sektor agri turun paling buruk. Saham-saham agri yang melemah di antaranya AALI memelah -2,32 persen. BISI -0,77 persen. BWPT -2,11 persen. DSNG -0,20 persen. SGRO -0,57 persen. SIMP -2,01 persen.
Berikutnya adalah sektor properti yang mengekor pelemahan signifikan saham-saham agri. Adapun saham properti yang melemah seperti PWN drop -2,6 persen. ASRI -2,1 persen. SMRA -2,0 persen dan LPKR -1,9 persen.

Asia.

Bursa saham Asia tumbang pada jeda perdagangan hari Rabu (20/1), dengan mayoritas indeks utama di Asia terkoreksi turun lebih dari 1 persen. Pasar saham global mencemaskan tekanan pada harga minyak dan perlambatan ekonomi China.

IMF memangkas pertumbuhan ekonomi global tahun 2016 menjadi 3,4 persen dari estimasi sebelumnya 3,6 persen. Lembaga tersebut mengutip pertumbuhan ekonomi emerging market yang melambat khususnya China, menjatuhkan harga komoditi. Sedangkan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat berpotensi menjadi risiko bagi pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak pada perdagangan di Asia terus melorot. Minyak jenis WTI melemah 1,86 persen ke posisi 27,93 USD per barel, menyentuh level di bawah 28 USD per barel untuk pertama kali sejak 2003. Jenis Brent turun 0,83 persen di level 28,52 USD per barel.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) drop -3,12% (-532,24 poin) ke posisi 16.516,13 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah -3,77% (-740,93 poin) ke level 18.894,88 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -1,37% (-41,08 poin) ke posisi 2.966,66 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) drop -2,9% (-75 poin) ke level 2.563 poin.

(afp/cnbc/awsj)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Break__Bursa_Asia_Tumbang__IHSG_Susut_0_27_Persen&level2=newsandopinion&id=4077971&img=level1_topnews_2&urlImage=Pergerakan%20indeks_reok.jpg#.Vp81EdKqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news