About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Minggu, 27 Desember 2015

Market Brief: Global Variatif, IHSG Berpotensi Menguat

Ipotnews - Sama dengan penutupan perdagangan menjelang libur Natal pekan lalu, perdagangan saham di bursa Asia hari ini, Senin (28/12), dibuka bervariasi.

Bursa Australia dan Selandia Baru masih tutup hari ini, melanjutkan libur Natal sejak Jumat pekan lalu.

Pasar Jepang dibuka menguat dengan indeks utama Nikkei 225 naik 91 poin atau 0,48 persen di 18.859. Sebelum perdagangan dibuka, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) merilis data produksi industri pada November turun 1 persen dibanding bulan sebelumnya, di bawah ekspektasi pasar yang hanya turun 0,6 persen.

Namun, kalangan industri tetap optimistis terhadap produksi mereka. Menurut survei METI, kalangan industri yakin produksi akan naik 0,9 persen pada Desember dan 0,6 persen pada Januari.

Namun, pelemahan terjadi di Korea Selatan, dengan indeks Kospi diperdagangkan turun tpis 6 poin atau 0,3 persen menjadi 1.984.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diyakini sejumlah analis akan menguat, melanjutkan kenaikan tipis pada akhir perdagangan menjelang libur Natal pekan lalu. Sebagian dipengaruhi potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, seiring bervariasinya pergerakan pada bursa saham global, penguatan pada IHSG dan penguatan pada nilai tukar rupiah akhir pekan kemarin, di tengah masih terjadinya aksi jual oleh investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.490 dan resistance 4.555. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS (Spec Buy) [PGAS 2,835 -40 (-1,4%)], ASII (BoW) [ASII 6,400 100 (+1,6%)], AKRA (BoW) [AKRA 6,350 150 (+2,4%)], dan TLKM (SoS) [TLKM 3,000 -35 (-1,2%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Jelang libur Natal pekan lalu, bursa saham Wall Street ditutup cenderung melemah, dengan jam bursa yang lebih pendek. Rilis data klaim pengangguran mingguan memperlihatkan laju penurunan menjadi 267.000, namun tipisnya volume perdagangan dan minimnya berita positif cenderung menekan indeks.

-Dow Jones Industrial Average turun 0,29% (-50,44 poin) ke level 17.552,17, lebih rendah 1,5% sepanjang 2015.

-S&P 500 melemah 0,16% (-3,30 poin) menjadi 2.060,99, naik 0,1% sepanjang 2015.

-Nasdaq Compisite naik tipis 0,05% (2,56 poin) 5.048,49 naik 6,6% sejak awal tahun.

-Harga ETF saham Indonesia di New York Stocks Exchange turun 0,85% menjadi US$20,97.

Bursa saham Eropa jelang akhir pekan lalu berakhir cenderung mendatar dengan volume perdagangan yang tipis dalam perdagangan setengah hari. Harga saham-saham energi naik terdorong kenaikan harga minyak, ditopang berita rencana China menerapkan pelonggarab moneter dan fiskal lanjutan.

-FYSE 100 London naik 0,22% (13,66 poin) menjadi 6.254,64.

-DAX 30 Frankfurt melambung 2,28% (238,89 poin) ke level 10.727,64.

-CAC 40 Paris turun 0,24% (-11,35 poin) ditutup di 4.664,18.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia jelang akhir pekan lalu sedikit melemah, karena para investor melakukan aksi ambil untung.

Kurs greenback berada di bawah tekanan karena rilis klaim awal pengangguran AS hingga 19 Desember mencapi 267.000, turun 5.000 dibanding pekan sebelumnya, sedikit di bawah ekspektasi.

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,35 persen menjadi 97,99, turun 0,75 persen sepanjang pekan lalu, atau 2,2 persen dibanding sebulan sebelumnya.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb28
Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York, jelang akhir pekan lalu ditutup dengan mancatatkan kenaikan harga, ditopang penurunan tajam persediaan bahan bakar minyak AS.

Rilis data Departemen Energi menyebutkan penurunan persediaan minyak mentah sebesar 5,9 juta barel hingga 18 Desember lalu. Sementara itu, harga minyak mentah Brent North Sea di bursa London juga meningkat, namun masih tetap lebih rendah dari harga minyak WTI.

-Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari naik 60 sen menjadi US$38,10 per barel.

-Harga minyak Brent untuk penyerahan Februari naik 51 sen menjadi US$37,87 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange jelang akhir pekan lalu ditutup lebih tinggi, didorong pelemahan dolar AS. Kenaikan emas dibatasi oleh laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penurunan klaim pengangguran sebesar 5.000 menjadi 267.000.

Namun analis meyakini, harga logam mulia berada di bawah tekanan lebih lanjut karena pasar masih menunggu kapan kenaikan suku bunga berikutnya, dari 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen.

-Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$7,6 (0,71%), menjadi US$1.075,90 per ounce.

-Harga emas di pasar spot naik 0,69% menjadi US$1.075,80 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Variatif__IHSG_Berpotensi_Menguat&level2=newsandopinion&id=4037181&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-9-antara.jpg#.VoCfJkDcp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news