Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) mengekor pergerakan bursa regional yang merespon positif
kepastian kenaikan suku bunga the Fed. IHSG naik +0,47% (21,03 poin) ke
level 4.518,94 poin pada penutupan trading hari Kamis (19/11). Para
pemodal pasar saham menyambut sinyal risalah meeting the Fed bulan
Oktober yang menunjukkan indikasi kepastian kenaikan suku bunga.
Indeks
LQ45 naik 0,61% ke posisi 778 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik
+0,52% ke posisi 596 poin. Indeks IDX30 naik 0,76 ke level 407 poin.
Indeks Sri Kehati naik 0,38% ke posisi 261 poin. Indeks SMInfra 18
menguat 1,17% di level 307 poin.
Nilai transaksi mencapai
Rp4,856 triliun. Volume trading sebanyak 5,444 miliar saham. Pemodal
asing net sell (jual bersih) senilai -Rp66 miliar.
Sektor
Consumer +0,23%,
Agri +0,47%,
Manufaktur +0,06%,
Misc-ind -1,17%,
Mining +1,60%,
Infrastruktur +0,77%,
Trade +0,86%,
Finance +0,52%,
Properti +1,16%,
Basic-ind +0,87%.
Saham
sektor mining rebound seiring menguatnya harga minyak di pasar Asia.
Sektor tersebut naik paling signifikan disokong saham seperti ADRO yang
menguat +4,35 persen. ANTM naik +20,78 persen. ARTI naik +0,78%. ELSA
naik +1,69%. HRUM naik +1,92 persen. INCO +1,66 persen. MEDC naik
+2,76%.
Sektor properti termasuk yang naik signifikan. Saham
properti semacam LPKR menguat 6% berada di posisi teratas Top 10 LQ45.
SMRA naik +5,3 persen. ADHI menguat +3,5 persen. Sedangkan saham-saham
dalam sektor aneka industri melemah paling buruk.
Saham aneka industri yang tertekan di antaranya: ASII turun -1,6 persen. GJTL -1,68 persen. INDR -2,76 persen.
Nilai Tukar Rp/USD: Rupiah menguat 0,36% ke level Rp13.751 per dolar AS.
Asia:
Indeks saham di pasar Asia bergerak menguat pada penutupan perdagangan
hari Kamis (19/11), didorong oleh reaksi positif atas rally yang terjadi
di pasar saham Wall Street. Bursa saham AS merespon positif risalah
meeting the Fed bulan Oktober yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga
akan terjadi pada Desember mendatang.
Risalah meeting the Fed
menyatakan seluruh anggota sepakat kondisi perekonomian untuk menopang
kenaikan suku bunga akan sesuai dengan pertemuan the Fed berikutnya di
bulan Desember. Ini akan berdampak pada volatilitas pasar finansial
global selain karena faktor sentimen geopolitik, pelemahan harga
komoditi dan perlambatan ekonomi China.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 1,07% (210,63 poin) ke level 19.859,81 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 1,41% (311,96 poin) ke level 22.500,22 poin.
Indeks Shanghai (China) naik 1,36% (48,59 poin) ke posisi 3.617,06 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) naik 1,17% (33,75 poin) ke level 2.919,83 poin.
Bursa
Eropa: Indeks pasar saham Eropa rebound pada sesi pembukaan perdagangan
hari Kamis (19/11) pagi waktu setempat. Para investor di bursa Eropa
merespon risalah meeting the Fed yang secara jelas mengisyaratkan
kenaikan suku bunga pada bulan Desember mendatang.
Indeks FTSE 100 naik 0,6% ke level 6.313,77 poin.
Indeks DAX 30 naik 0,9% ke posisi 11.061,88 poin.
Indeks CAC 40 naik 0,8% ke level 4.943,90 poin.
Oil
Harga
minyak di pasar Asia melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis
(19/11) di tengah situasi Perancis yang membalas serangan teror kelompok
radikal. Cadangan minyak ASI diperkirakan naik tipis. Minyak jenis WTI
naik 19 sen ke level 40,94 USD per barel. Jenis Brent naik 40 sen ke
posisi 44,54 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Ada_Kepastian_Sikap_The_Fed__IHSG_Mengekor_Regional_Asia&level2=newsandopinion&id=3973976&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-OKbig.jpg#.Vk2c60_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar