About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 19 November 2015

Market Summary: Ada Kepastian Sikap The Fed, IHSG Mengekor Regional Asia

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengekor pergerakan bursa regional yang merespon positif kepastian kenaikan suku bunga the Fed. IHSG naik +0,47% (21,03 poin) ke level 4.518,94 poin pada penutupan trading hari Kamis (19/11). Para pemodal pasar saham menyambut sinyal risalah meeting the Fed bulan Oktober yang menunjukkan indikasi kepastian kenaikan suku bunga.

Indeks LQ45 naik 0,61% ke posisi 778 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik +0,52% ke posisi 596 poin. Indeks IDX30 naik 0,76 ke level 407 poin. Indeks Sri Kehati naik 0,38% ke posisi 261 poin. Indeks SMInfra 18 menguat 1,17% di level 307 poin.

Nilai transaksi mencapai Rp4,856 triliun. Volume trading sebanyak 5,444 miliar saham. Pemodal asing net sell (jual bersih) senilai -Rp66 miliar.

Sektor
Consumer +0,23%,
Agri +0,47%,
Manufaktur +0,06%,
Misc-ind -1,17%,
Mining +1,60%,
Infrastruktur +0,77%,
Trade +0,86%,
Finance +0,52%,
Properti +1,16%,
Basic-ind +0,87%.

Saham sektor mining rebound seiring menguatnya harga minyak di pasar Asia. Sektor tersebut naik paling signifikan disokong saham seperti ADRO yang menguat +4,35 persen. ANTM naik +20,78 persen. ARTI naik +0,78%. ELSA naik +1,69%. HRUM naik +1,92 persen. INCO +1,66 persen. MEDC naik +2,76%.

Sektor properti termasuk yang naik signifikan. Saham properti semacam  LPKR menguat 6% berada di posisi teratas Top 10 LQ45. SMRA naik +5,3 persen. ADHI menguat +3,5 persen. Sedangkan saham-saham dalam sektor aneka industri melemah paling buruk.

Saham aneka industri yang tertekan di antaranya: ASII turun -1,6 persen. GJTL -1,68 persen. INDR -2,76 persen.

Nilai Tukar Rp/USD: Rupiah menguat 0,36% ke level Rp13.751 per dolar AS.

Asia: Indeks saham di pasar Asia bergerak menguat pada penutupan perdagangan hari Kamis (19/11), didorong oleh reaksi positif atas rally yang terjadi di pasar saham Wall Street. Bursa saham AS merespon positif risalah meeting the Fed bulan Oktober yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga akan terjadi pada Desember mendatang.

Risalah meeting the Fed menyatakan seluruh anggota sepakat kondisi perekonomian untuk menopang kenaikan suku bunga akan sesuai dengan pertemuan the Fed berikutnya di bulan Desember. Ini akan berdampak pada volatilitas pasar finansial global selain karena faktor sentimen geopolitik, pelemahan harga komoditi dan perlambatan ekonomi China.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 1,07% (210,63 poin) ke level 19.859,81 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 1,41% (311,96 poin) ke level 22.500,22 poin.
Indeks Shanghai (China) naik 1,36% (48,59 poin) ke posisi 3.617,06 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) naik 1,17% (33,75 poin) ke level 2.919,83 poin.

Bursa Eropa: Indeks pasar saham Eropa rebound pada sesi pembukaan perdagangan hari Kamis (19/11) pagi waktu setempat. Para investor di bursa Eropa merespon risalah meeting the Fed yang secara jelas mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember mendatang.

Indeks FTSE 100 naik 0,6% ke level 6.313,77 poin.
Indeks DAX 30 naik 0,9% ke posisi 11.061,88 poin.
Indeks CAC 40 naik 0,8% ke level 4.943,90 poin.

Oil
Harga minyak di pasar Asia melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (19/11) di tengah situasi Perancis yang membalas serangan teror kelompok radikal. Cadangan minyak ASI diperkirakan naik tipis. Minyak jenis WTI naik 19 sen ke level 40,94 USD per barel. Jenis Brent naik 40 sen ke posisi 44,54 USD per barel.

(afp/cnbc/awsj)


Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Ada_Kepastian_Sikap_The_Fed__IHSG_Mengekor_Regional_Asia&level2=newsandopinion&id=3973976&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-OKbig.jpg#.Vk2c60_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news