Mengawali perdagangan saham Asia hari ini, indeks ASX 200 Australia menguat marjinal 0,15% (8,03 poin) ke level 5.250,60 pada pukul 08.15 WIB. Kenaikan indeks ditopang oleh penguatan harga saham emiten perbankan, dan emiten pertambangan emas dan logam lainnya.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang melorot 0,56% (-111,01 poin) menjadi 19.748,80 karena investor memprihatinkan kondisi ekonomi Jepang yang mengalami resesi teknikal, setelah mengalami penurunan pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut. Penurunan ekonomi Jepang dipertajam oleh rilis data ekspor-impor kemarin, yang memperlihatkan pelemahan.
Indeks Kospi, Korea Selatan, naik tipis 0,11% menjadi 1.991,14. Hari ini, perhatian investor Asia akan tertuju ke bursa saham China, setelah bank sentral China, pasca penutupan pasar kemarin, menyatakan akan menambah stimulus untuk mendongkrak perekonomian.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu mempertahankan manuver di zona hijau setelah berhasil mencatatkan reli sepanjang hari kemarin.
Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan penguatan menuju pola yang lebih positif. Namun indeks masih rawan berbalik arah, karena minimnya sentimen positif dan adanya potensi pelemahan di bursa global.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah kemarin, di tengah arus keluar dana asing, berpotensi membuat indeks IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.490 dan resistance 4.555. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ANTM [ANTM 358
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa saham Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tipis pada semua indeks saham acuan, gagal mempertahankan reli yang terjadi kemarin.
Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten perawatan kesehatan dan farmasi, dan emiten terkait minyak. Kenaikan harga saham emiten teknologi tak mampu menahan penurunan indeks.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,02%(-4,41 poin) menjadi 17.732,75.
S&P 500 turun 0,11% (-2,34 poin) ke level 2.081,24.
Nasdaq Composite susut 0,03% (-1,56 poin) berakhir di 5.073,64.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,38% menjadi US$20,96.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, ditopang oleh penguatan di semua sektor industri, terutama sektor komoditas.
Reli saham juga didorong oleh tren positif yang berlangsung di bursa Asia dan AS, kemarin, setelah rilis risalah hasil pertemuan kebijakan moneter The Fed, Oktober lalu. Investor menyambut baik stimulus moneter bank sentral China dan upaya pasukan keamanan Prancis menumpas teroris.
FTSE 100 London melaju 0,81% (50,96 poin) ke level 6.329,93.
DAX 30 Frankfurt melesat 1,14% (125,49 poin) ke posisi 11.085,44.
CAC 40 Paris menguat 0,17% (8,38 poin) menjadi 2,915,10.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah, setelah mengalami reli selama empat sesi berturut-turut, didorong peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Namun sejumlah analis melihat masih adanya perdebatan tentang proyeksi ekonomi AS, yang dapat mempengaruhi sentimen kenaikan suku bunga pda Desember mendatang.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan angka awal klaim pengangguran hingga 14 November, mencapai 271.000, turun 5.000 dibanding pekan lalu. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turu 0,69 persen menjadi 98,97.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah di bursa New York Mercantile Exchange pagi tadi kembali melemah, dihantui kekhawatiran akan berlanjutnya kelebihan pasokan minyak global.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) gagal mengikuti kenaikan harga minyak Brent North Sea di bursa London yang berhasil mencatatkan kenaikan pada penutupan pasar tadi malam, ditopang oleh pelemahan kurs dolar AS.
Seruan menteri perminyakan Arab Saudi agar produsen minyak berusaha bersama untuk menstabilkan pasar minyak, tidak terlalu digubris pasar karena dinilai tidak akan ampuh untuk mengurangi pasokan minyak global.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember turun 21 sen (-0,52%) menjadi US$40,54 per barel.
Harga minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari naik 4 sen menjadi US$44,18 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat didorong pelemahan nilai tukar dollar AS.
Faktor lain yang mendukung kenaikan harga pagi ini adalah persiapan para trader jangka pendek untuk menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga bulan depan, dengan melakukan hedging.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$9,2 (0,86%) menjadi US$1,077.90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1% menjadi US$1.082,40 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__IHSG_Cenderung_Menguat__Ada_Potensi_Berbalik_Arah&level2=newsandopinion&id=3974766&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-bloomberg3.jpg#.Vk6Vl0_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar