Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan melanjutkan tren penguatan di bursa saham Asia dan AS, setelah ditutup dengan membukukan kenaikan tajam pada akhir pekan lalu. Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan penguatan didorong sektor konstruksi dan konsumer, didukung aksi beli pelaku pasar, setelah mampu bertahan di teritori positif akhir pekan lalu.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham gobal, nilai tukar rupiah dan pada IHSG akhir pekan kemarin, serta arus dana asing yang mulai masuk, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan, pada rentang support 4.505 dan resistance 4.610. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR [UNVR 37,250
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, ditutup dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, didukung kenaikan harga saham-saham emiten ritel. Para investor bersikap wait and see, sambil mencerna komentar beberapa pejabat Federal Reserve tentang waktu kenaikan suku bunga. Wakil Ketua The Fed, Kamis lalu mengatakan, tidak lama lagi beberapa bank sentral utama akan mulai meninggalkan kebijakan suku bunga mendekati nol. Kepala The Fed New York, Jumat lalu berpendapat, The Fed akan segera menuju target untuk kenaikan suku bunga, bergantung data indikator ekonomi, terutama kenaikan inflasi. Kepala The Fed St Louis mengatakan, pada pertemuan The Fed selanjutnya, bank sentral AS akan kembali ke era ketidakpastian suku bunga setelah kenaikan suku bunga pertamanya.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,51% (91,06 poin) ditutup di 17.823,81, naik 3,4% sepanjang pekan lalu.
S&P 500 naik 0,38% (7,93 poin) menjadi 2.089,17, naik 3,3% sepanjang pekan lalu.
Nasdaq Composite tumbuh 0,62% (31,28 poin)ke level 5.104,92, naik 3,6% sepanjang pekan lalu.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melesat 1,71% menjadi US$21,32.
Bursa saham Eropa akhir pekan lalu berakhir mixed, dipengaruhi reaksi investor terhadap komentar para pejabat bank sentral di zona euro dan AS. Investor menunggu kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, namun sebaliknya para pejabat Bank Sentral Eropa justru membicarakan kemungkinan langkah-langkah pelonggaran kebijakan lanjutan.
FTSE 100 London naik tipis 0,07% (4,70poin) menjadi 6.334,63.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,31% (34,39 poin) ke level 11,119,83.
CAC 40 Paris turun 0,08% (-4,14 poin) ditutup di 4.910,97.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terutama euro, akhir pekan lalu ditutup menguat. Pasar menilai The Fed sudah berada di jalur untuk menaikkan suku bunga, sementara Bank Sentral Eropa mulai berwacana untuk menggulirkan stimulus lebih lanjut. Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan pada Jumat bahwa para pembuat kebijakan "akan melakukan apa yang harus kami lakukan untuk menaikkan inflasi secepat mungkin." Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,62% menjadi 99,600.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah di bursa berjangka New York dan London, akhir pekan lalu ditutup berlawanan arah. Rilis data perusahaan jasa minyak Baker Hughes, Jumat, yang menunjukkan penurunan jumlah rig pengeboran minyak AS sebesar 10 rig menjadi 564 rig pada pekan lalu, gagal mendongkrak harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS. Sebelumnya laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) memperlihatkan kenaikan pasokan minyak mentah AS sebesar 0,3 juta barel menjadi 487,3 juta barel, dan persediaan di pelabuhan pengiriman minyak Cushing bertambah 1,5 juta barel menjadi 56,85 juta barel. Harga minyak Brent North Sea, di bursa London naik karena Menteri Perminyakan Arab Saudi mengatakannegeranya sedang bekerja sama dengan anggota OPEC lainnya dan produsen dari luar kelompok untuk menstabilkan pasar, Kmis pekan lalu.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, turun 15 sen menjadi US$40,39 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari, naik 48 sen menjadi US$44,66 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu, ditutup lebih rendah, tertekan penguatan dolar AS, didorong pernyataan sejumlah pejabat The Fed.
Harga untuk pengiriman Desember turun US$1,60 (-0,15%) menjadi US$1.076,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$1.077,29 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_dan_AS_Menguat__IHSG_Berpotensi_Lanjutkan_Kenaikan&level2=newsandopinion&id=3977597&img=level1_topnews_2&urlImage=#.VlJ8L0_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar