Optimisme di bursa saham Wall Street dan Asia diharapkan akan berlanjut di bursa saham dalam negeri. Analis memperkirakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan melanjutkan pola uptrend setelah mengalami tahap konsolidasi dalam perdagangan kemarin. Namun secara teknikal masih ada peluang terjadinya pelemahan IHSG.
Tim Riset Indo Premier memperkirakan, penguatan bursa global dapat menjadi sentimen positif bagi indeks, namun belum adanya katalis positif yang signifikan diperkirakan akan membuat fluktuatifnya pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.410 sementara resist 5.475. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INAF [INAF 325
Amerika Serikat dan Eropa
Pergerakan harga di bursa saham Wall Street pagi tadi, berakhir ceria dengan mencatatkan kenaikan indeks. Pasar kembali bergairah setelah membukukan angka merah pada akhir pekan lalu. Perubahan persepsi investor terhadap perbaikan data ketenagakerjaan AS, menghembuskan sentimen positif sehingga menghantar indeks ke zona hijau.
Dow Jones Indutrial Average melambung 0,78% (138,94 poin) beterngger di level 17.995,72.
S&P 500 merangkan naik 0,39% (8,17 poin), berakhir di level 2.079,43.
Nasdaq Composite merayap 0,31% (15,07 poin), mencatatkan kenaikan ke level 4.942,44.
Namun harga ETF saham Indonesia yang diperdagangan di Wall Street turun 0,52% (-1,14) menjadi US$27.
Sentimen positif tidak berhembus di bursa saham utama Eropa tadi malam. Sebagian besar indeks saham melorot, terganjal proposal rencana reformasi Yunani yang tidak memuaskan para mitranya di zona euro. Pasar juga tidak menyambut dimulainya program pelonggaran kuantitaif Bank Sentral Eropa (ECB) senilai 1,1 triliun euro di tengah bayang-bayang kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang lebih cepat dari perkiraan.
FTSE 100, London melorot 0,51%, ke level 6.876,47.
CAC 40, Paris anjlok 0,55%, berakhir di level 4.937,20.
Tapi DAX 30, Frankfurt mampu menguat 0,27%, dan kembali mencatatkan rekor di level 11.582,11.
Nilai Tukar Dolar AS
Aksi ambil untung dari kenaikan kurs dolar AS kahir pekan lalu, mengikis keperkasaan dolar AS pagi tadi. Di bursa New York indeks dolar AS, yang mengukur nilai greenback terhadap enam mata uang utama dunia, ditutup dengan mencatatkan sedikit penurunan dari tingkat tertinggi sebelas tahun di level 97,595 yang dicapai akhir pekan lalu. Sedangkan nilai tukar euro terhadap dolar AS, cenderung mendatar. Berkubang pada tingkat terendah selama hampir 12 tahun, seiring dengan dimulainya program pelonggaran kuantitatif senilai 1,1 triliun euro oleh ECB. Pergerakaan kurs rupiah diperkirakan masih terganjal oleh kecenderungan penguatan nilai dolar AS dan masih berpotensi melemah.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(6:41 PM EDT 3/9/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.0848 | -0.0005 | -0.05% |
| Pound (GBP/USD) | 1.5125 | -0.0004 | -0.03% |
| Yen (USD/JPY) | 121.24 | 0.09 | 0.08% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2642 | 0.0031 | 0.05% |
| Rupiah (USD/IDR) | 13045.00 | 70.00 | 0,54% |
| US Dollar Index | 97.66 | 0.00 | 0.00% |
Komoditas
Harga minyak berakhir variatif pada perdagangan pagi tadi, tertahan oleh penguatan nilai tukar dollar AS dan kekhawatiran kelebihan pasokan global. Harga minyak Brent melorot, karena tekanan dolar dan pasar tidak terlalu menghiraukan kondisi geopolitik dan ancaman pemangkasan produksi minyak Libya dan Irak. Sebaliknya harga minyak mentah AS menguat dan kembali menembus US$50 per barel. Analis mengatakan, tarik menarik akan kekhawatiran terhadap isu kelebihan pasokan dan potensi kenaikan permintaan akibat perbaikan ekonomi di sejumlah kawasan masih akan mendominasi pergerakan harga minyak mentah pada pekan-pekan mendatang.
Perkiraan bahwa The Fed akan lebih cepat menaikkan suku bunga dan penguatan nilai tukar dolar AS, kembali menekan harga emas pagi ini. Suku bunga yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan terhadap aset yang tidak memberikan imbalan suku bunga, seperti emas. Harga emas cenderung tertekan karena pedagang masih menunggu perkembangan isu utang Yunani yang masih belum menutup kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro (Grexit). Pasar juga berharap kejatuhan harga emas akan membangkitkan kembali permintaan emas dari Asia.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(6:25 PM EDT 3/09/2015)
| Delivery | last | change | % chg | Market | |
| US Crude Oil | 50.05 | 0.05 | 0.10% | 50.05 | NYMEX |
| Brent Crude | 59.11 | -1.07 | -1.78% | 59.11 | ICE EU |
| Gold | 1166.4 | -0.1 | -0.01% | 1166.4 | COMEX |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Wall_Street_Hembuskan_Sentimen_Positif__Asia_Dibuka_Menghijau&level2=newsandopinion&id=3441007&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VP5ScnysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar