Pergerakan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan variatif. Analis berpendapat, sikap pelaku pasar cenderung menjauh dari bursa saham menunggu hasil pertemuan The Fed yang akan mulai digelar Selasa (17/3). Namun secara teknikal masih ada peluang untuk penguatan IHSG yang ditopang oleh saham-saham sektor perbankan pada pekan ini. Rilis data ekonomi dan BI rate yang diperkirakan masih stabil, diharapkan akan menghembuskan sentimen positif untuk melanjutkan pola uptrend pada pekan ini .
Tim Riset Indo Premier memperkirakan, sentimen negatif dari pelemahan harga minyak dunia akan menekan pergerakan indeks, dari dalam negeri pengumuman neraca perdagangan bulan Februari diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, support 5.395 dan resist 5.460. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KLBF [KLBF 1,800
Amerika Serikat dan Eropa
Bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan membukukan penurunan, sekaligus menutup pekan dengan data ekonomi yang bervariasi, penguatan dolar dan penurunan tajam harga minyak, menjelang pertemuan Federal Reserve AS, pekan ini. Analis mengatakan, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS, membuat para pelaku bursa menunggu keputusan The Fed sehingga semakin memperkuat dolar, melemahkan harga minyak sehingga berdampak pada harga saham.
Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,60% (-107,47 poin), di level 17.749,31.
S&P 500 melorot 0,86% (-17,86 poin) menjadi 2.053,40.
Nasdaq Composite anjlok 1,13% (-55,61 poin) menjadi 4.871,76.
Harga ETF saham Indonesia di bursa New York (EIDO) turun 0,79% (-0,21 poin) menjadi US$26,37.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu di zona hijau, dengan mencatatkan sedikit kenaikan. Optimisme mewarnai perdagangan saham pada pekan pertama peluncuran program pembelian obligasi Bank Sentral Eropa yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan dan menangkal deflasi. Namun penurunan harga minyak masih mengganjal laju indeks FTSE 100, di bursa London.
DAX 30, Frankfurt melaju 0,87%, mencatatkan rekor baru di level 11.901,61.
CAC 40 Paris merayap naik 0,46%, ke level 5.010,46.
FTSE 100 London tergelincir 0,30%, meluncur ke level 6.740,58.
Nilai Tukar Dolar AS
Akhir pekan kemarin, dolar AS kembali menunjukkan keperkasaannya dengan membukukan kenaikan indeks hampir mencapai 1%, dan untuk pertama kalinya menembus angka 100 sejak April 2003 silam. Momentum pembelian dolar mendongkrak nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama dunia, mengalahkan data inflasi dan sentimen konsumen yang biasanya memperlemah dolar. Euro kembali terperosok, menjelang pertemuan Federal Reserve pekan ini, yang menurut perkiraan analis berpotensi memperkuat keperkasaan dolar AS. Goldman Sachs memprediksikan, euro akan rontok hingga nilainya setara dengan dolar AS, mencapai rekor terendah pada akhir 2017, di tengah perbedaan kebijakan antara ECB dan The Fed. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan pekan lalu, melanjutkan pelemahan karena tidak adanya sentimen positif yang mampu meredam minat pelaku pasar untuk mentransaksikan dolar AS.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time |
| EUR-USD (Euro) | 1.0496 | 0.0139 | 1.31% | 16:59:59 ET |
| GBP-USD (Pounds) | 1.4744 | 0.0139 | 0.93% | 16:59:59 ET |
| USD-JPY (Yen) | 121.4000 | 0.1100 | 0.09% | 16:59:59 ET |
| USD-CNY (Yuan) | 6.2589 | 0.0036 | 0.06% | 04:29:25 ET |
| USD-IDR (Rupiah) | 13,205.3 | 22.8000 | 0.17% | 04:59:59 ET |
| US Dollar Index | 100.18 | 0.91 | 0.915 | 04:59:00 ET |
Komoditas
Harga minyak mentah kembali melorot akhir pekan kemarin, mencatatkan harga terendah sejak akhir Januari lalu. Harga mentah kembali tertekan oleh rilis data minyak AS dan penguatan dolar AS. Jumat pekan lalu (13/3), rilis laporan bulanan International Energy Agency (IEA) menyatakan bahwa AS akan segera kehabisan tanki kosong untuk menimbun produksi minyaknya sehingga semakin menekan harga minyak akibat melimpahnya pasokan minyak. IEA menyebutkan produksi minyak AS naik mencapai 115.000 barel per hari selama Februari lalu. Energy Information Administration juga mengatakan, pasokan minyak mentah selama pekan lalu naik 4,5 juta barel menjadi 448,8 juta. Sejumlah analis mengekspektasikan harga minyak mentah akan mencapai US$40 per barel jika pembelian tidak meningkat.
Emas berhasil menutup perdagangan dengan mencataatkan kenaikan harga akhir pekan lalu, melanjutkan penguatan harga sehari sebelumnya, sekaligus menghentikan pencatatan angka minus selama sembilan hari berturut-turut. Namun secara keseluruhan, selama pekan ini , harga emas masih mencatatkan penurunan, yang sudah berlangsung selama enam pekan dalam tujuh pekan terakhir. Penguatan harga emas masih rentan terpengaruh oleh apresiasi dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve pada 17-18 Maret nanti.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
Commodity
|
Units
|
Price
| Change | % Change | Contract | Time(ET) |
| Crude Oil (WTI) | USD/bbl. | 44.84 | -2.21 | -4.70% | Apr 15 | 17:14:58 |
| Crude Oil (Brent) | USD/bbl. | 54.67 | -2.41 | -4.22% | Apr 15 | 17:14:53 |
| COMEX Gold | USD/t oz. | 1,152.40 | +0.50 | +0.04% | Apr 15 | 17:14:57 |
| Gold Spot | USD/t oz. | 1,158.48 | +4.75 | +0.41% | --- | 16:59:59 |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_%3Ci%3EWait_and_See%3C_i%3E__IHSG_Berharap_Sentimen_Positif_Dari_Dalam_Negeri&level2=newsandopinion&id=3453033&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG4-Antara%20News.jpg#.VQZIGtLkdWA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar