Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan berkutat pada upaya untuk keluar dari pengaruh tekanan aksi jual yang berlangsung kemarin. Analis mengatakan, secara teknikal indeks belum mampu berbalik arah, meskipun belum keluar dari jalur uptrend.Namun penguatan rupiah dan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa melebihi 5,5% menurut ADB, dharapkan akan menghembuskan sentimen positif ke pasar.
Indeks diperkirakan akan mengalami tekanan jual akibat sentiment negatif pelemahan bursa global. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melemah, support 5.375 dan resist 5.425. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASII [ASII 8,200
Amerika Serikat dan Eropa
Bursa saham Wall Street ditutup melemah pagi tadi, melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya. Analis mengatakan, investor mencemaskan rilis data perdagangan barang tahan lama yang memperlihatkan penurunan, dan mengaitkannya dengan penguatan nilai tukar dolar AS selama beberapa waktu lalu. Investor juga mengkhawatirkan harga saham emiten teknologi dan biotek yang dinilai sudah terlalu tinggi, sementara penguatan nilai dolar dikhawatirkan akan menurunkan laba emiten.
Nasdaq Composite terhempas 2,37% (-118,21 poin), meninggalkan level 5.000 ke 4.876,52.
Dow Jones Industrial Average terjungkal 1,62% (-292,60 poin), ke level 17.718,54.
S&P 500 amblas 1,46% (-30,45 poin) menjadi 2.061,05.
Harga ETF saham Indonesia di Wall Street melorot 2,62% (-0,72 poin) menjadi US$26,79.
Pergerakan indeks saham utama Eropa semalam juga berakhir di zona merah, meskipun data sentimen bisnis Jerman memperlihatkan perbaikan yang signifikan, naik menjadi 107,9 pada Maret ini dibanding bulan lalu yang hanya mencapai 106,8. Investor mengkhawatirkan kelanjutan perundingan utang Yunani, menyikapi surat Bank Sentral Eropa yang mendesak perbankan untuk tidak meningkatkan eksposur mereka terhadap surat utang Yunani agar tidak membahayakan keuangan bank.
DAX 30 Franfurt meluncur turun 1,17% ke level 11.865,32.
CAC 40 Paris anjlok 1,32%, terhempas ke level 5.020,99.
FTSE 100 London, turun 0,41%, ke level 6.990,97
Nilai Tukar Dolar AS
Transaksi mata uang dolar AS di pasar spot AS pagi tadi, berakhir dengan kurs bervariasi terhadap mata uang utama lainnya. Nilai tukar dolar AS tertekan oleh data Departemen Perdagangan AS yang melaporkan pesanan baru untuk barang-barang tahan lama hasil produksi sepanjang Februari turun US$3,2 miliar atau 1,4 persen, menjadi US$231,3 miliar. Angka tersebut jauh di bawah konsensus pasar untuk kenaikan moderat sebesar 0,7 persen. Di sisi lain membaiknya data inflasi dan penjualan rumah memberi optimisme pemulihan ekonomi AS sehingga menahan dolar dari kejatuhan. Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26 persen menjadi 96,941 pada akhir perdagangan.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(7:32 PM EDT 3/25/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.0967 | 0.0004 | 0.04% |
| Pound (GBP/USD) | 1.4885 | 0.0002 | 0.01% |
| Yen (USD/JPY) | 119.54 | 0.04 | 0.04% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2117 | -0.0017 | -0.03% |
| Rupiah (USD/IDR) | 12983 | 3 | 0.02% |
Komoditas
Harga minyak mentah dunia cenderung menguat pagi tadi, menyusul gejolak pemberontakan di Yaman. Penguatan harga minyak juga didukung oleh pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Namun laju harga minyak WTI AS masih terganjal oleh rilis data stok minyak mentah AS yang melonjak 8,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Maret lalu. Persediaan minyak di pusat referensi kontrak WTI di Cushing, Oklahoma, membengkak hampir dua juta, atau 3,5 persen, menjadi 56,3 juta barel.
Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pagi tadi, didukung pelemahan nilai tukar dollar AS di tengah penurunan pasar saham Amerika Serikat. Penurunan indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas berjangka yang dihargakan dalam mata uang dolar jadi lebih murah bagi investor. Emas juga mendapat dukungan dari melemahnya data sektor manufaktur AS.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
| Commodity | Units | Price | Change | % Change | Contract | Time(ET) |
| Crude Oil (WTI) | USD/bbl. | 48.78 | -0.43 | -0.87% | May 15 | 18:46:06 |
| Crude Oil (Brent) | USD/bbl. | 56.48 | +1.37 | +2.49% | May 15 | 18:00:00 |
| COMEX Gold | USD/t oz. | 1,194.60 | -2.40 | -0.20% | Apr 15 | 18:45:24 |
| Gold Spot | USD/t oz. | 1,195.51 | +0.04 | 0.00% | N/A | 19:11:34 |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Suram__IHSG_Akan_Sulit_Keluar_Dari_Tekanan_Jual&level2=newsandopinion&id=3477730&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VRNrQvysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar