Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan cenderung sidewaysdalam upaya keluar dari zona merah. Analis berpendapat, minimnya sentimen positif akan memperberat laju IHSG untuk bermanuver membalik arah, namun pijakan pada ekonomi domestik yang positif dan relatif membaiknya rupiah berpeluang mendorong terjadinya technical rebound.
Tim Riset Indo Premier memperkirakan pergerakan IHSG akan berfluktuatif akibat meningkatnya tekanan jual yang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari pelemahan bursa global. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak mixed dengan kecendrungan menguat terbatas, support 5.350 dan resist 5.395. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPKR [LPKR 1,275
Amerika Serikat dan Eropa
Sentimen negatif masih mempengaruhi pergerakan harga di bursa saham Wall Street, sehingga menyebabkan pelemahan indeks saham utama. Pagi tadi, Wall Street memerah tersapu aksi jual investor yang mengkhawatirkan kondisi geopolitik akibat serangan sekutu Arab Saudi menumpas pemberontakan di Yaman. Analis mengatakan, penurunan indeks juga dipicu oleh sikap sebagian investor yang menilai bahwa kenaikan harga saham beberapa waktu lalu mulai menimbulkan kejenuhan pasar. Laju indeks yang sempat naik pada sesi awal perdagangan, menurun kembali karena terbebani penurunan harga saham emiten teknologi dan emiten penerbangan yang terpengaruh oleh kenaikan harga minyak,
Dow Jones Industrial Average melorot 0,23% (-40,31 poin) ke level 17.678,23.
S&P 500 susut 0,24% (-4,90 poin), menjadi 2.056,15.
Nasdaq Composite turun 0,27% (-13,16 poin) ke level 4.863,36.
Harga ETF saham Indonesia di Wall Street anjlok 0,37% menjadi US$26,73.
Harga saham di bursa saham utama Eropa, semalam menurun tajam tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap perkembangan harga minyak global, di tengah ketidakpastian penyelesaian perundingan utang Yunani. Turunnya nilai tukar euro terhadap dolar AS dan poundsterling ikut mendorong aksi jual saham. Harga saham Lufthansa di bursa saham Jerman longsor lebih dari 4%, setelah tim investigasi menemukan adanya ketidakwajaran dalam kasus kejatuhan pesawat Germanwings, anak perusahaan Lufthansa, di pegunungan Alpen. Kenaikan harga minyak juga memicu penurunan harga saham emiten penerbangan di bursa saham Eropa.
FTSE 100 London terperosok 1,37% ke level 6.895,33.
DAX 30 Frankfurt terpelet 0,18%, berakhir di level 11.843,68.
CAC 40 Paris susut 0,29% menjadi 5.006,35.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar ASS yang sempat melemah terhadap euro pada sesi awal perdagangan, pagi tadi mendadak berbalik arah. Indeks dolar AS yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, naik menjadi 97,397 dari sebelumnya 96,170, didorong oleh penguatan terhadap euro dan yen. Rilis data Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan pengurangan klaim pengangguran, dan kenaikan imbal hasil US Treasury mendorong laju kurs dolar AS. Analis mengatakan, penurunan bunga riil mendorong investor euro dan yen untuk menjual mata uang mereka. Pernyataan dua pejabat Federal Reserve agar bank sentral AS tetap bertahan pada rencana menaikkan suku bunga acuan, ikut mempengaruhi sentimen investor untuk mempertahankan dolar.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(7:04 PM EDT 3/26/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.0882 | -0.0004 | -0.04% |
| Pound (GBP/USD) | 1.4853 | 0.0003 | 0.02% |
| Yen (USD/JPY) | 119.21 | 0.02 | 0.02% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2116 | 0.0016 | 0.03% |
| Rupiah (USD/IDR) | 13023 | -2 | -0.02% |
Komoditas
Harga minyak mentah dunia melonjak pagi ini setelah jet tempur Arab Saudi menyerang sasaran pemberontak di Yaman. Memanasnya krisis di negara yang berbatassan langsung dengan Arab Saudi itu menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan pasokan minyak mentah darii Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent di bursa London melaju pesat, namun laju harga minyak mentah ASmelambat terbebani oleh dampak kenaikan pasokan yang meningkat 8,2 juta barel pada pekan yang berakhir hingga 20 Maret. Analis mengatalan, meskipun kurs dolar AS dan sentimen Yaman mendukung kenaikan harga minyak, namun pasar tetap meyakini bahwa surplus minyak akan terus berlangsung.
Mengawali perdagangan di bursa COMEX New York Mercantile Exchange tadi malam, harga emas melaju kencang disulut oleh memanasnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Arab Saudi dan sekutunya di Teluk Arab memulai operasi militer di Yaman. Ketidakpastian politik di kawasan tersebut mendorong investor untuk mengalihkan asetnya ke emas sebagai aset safe haven. Namun demikian, apresiasi dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia meredam serbuan investor terhadap emas sehingga mencatatkan penurunan pada akhir perdagangan.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
| Commodity | Units | Price | Change | % Change | Contract | Time(ET) |
| Crude Oil (WTI) | USD/bbl. | 51.25 | -0.18 | -0.35% | May 15 | 18:21:38 |
| Crude Oil (Brent) | USD/bbl. | 59.19 | +2.71 | +4.80% | May 15 | 17:59:59 |
| COMEX Gold | USD/t oz. | 1,203.00 | -1.80 | -0.15% | Jun 15 | 18:21:38 |
| Gold Spot | USD/t oz. | 1,204.27 | -0.54 | -0.04% | -- | 18:48:07 |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Eropa_dan_AS_Memerah__Asia_Bermanuver_ke_Zona_Hijau&level2=newsandopinion&id=3481089&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VRS8pPysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar