JAKARTA Jumlah dan keterampilan (skill) manajer investasi di Indonesia dinilai belum memadai, sehingga masih tertinggal dari beberapa negara di Asia seperti Singapura dan Hong Kong.
Direktur Utama PT Eastspring Investment Indonesia Riki Frindos mengungkapkan, tenaga profesional manajer investasi yang mempunyai skill dan pengetahuan tentang pasar modal Indonesia masih terbatas, meski industri manajemen aset terus berkembang.
Tetapi kita masih butuh lebih banyak lagi dan terus mengembangkan kemampuannya di bidang manajemen aset, kata Riki kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (9/3).
Dia menegaskan, semua stakeholders di industri manajemen aset perlu mendorong peningkatan skill manajer investasi di tanah air. Meski demikian, Indonesia tidak perlu takut terhadap manajer investasi asing yang masuk ke Indonesia.
Menurut Riki, manajer investasi lokal tidak perlu resah selama manajer investasi
asing tersebut ikut berkontribusi dalam mengembangkan industri
manajemen aset di Indoensia menjadi lebih berkualitas. Karena yang
menjadi nomor satu adalah masyarakat atau investor. Masyarakat harus
mendapatkan kesempatan berinvestasi yang paling bagus, ujar Riki.
Lebih lanjut dia mengatakan, jangan sampai belum memadainya manajer investasi lokal mendorong larangan masuknya manajer investasi asing ke Indonesia. Dia menyontohkan, lima hingga tujuh tahun yang lalu, manajer investasi dari Amerika Serikat dan Eropa banyak
datang ke Asia, terutama Singapura dan Hong Kong. Saat ini, negara-negara tersebut sudah menjadi acuan manajer investasi di Indonesia. (ID)
Sumber : INVESTOR DAILY
Sumber : INVESTOR DAILY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar