Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,64 persen, tertekan kejatuhan harga saham di sektor keruangan hingga 1,31%. Penurunan indeks berlanjut menjadi minus 0,80% (-46,05 poin) ke level 5.720,80 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,44% (83,89 poin) menjadi 19.218,59, setelah dibuka melaju 0,53% didukung pelemahhan yen. Harga saham Takata melambung hingga 16,47% setelah menerima penundaan keputusan pengadilan AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka merosot 0,49%, terpengaruh oleh kejatuhan harga saham Samsung 1,91% karena diduga terlibat skandal kosupsi presiden Korsel, dan berlanjut turun 0,39% di posisi 2.078,79.
Melawan tekanan pelemahan indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,22% ke level 22.879,57. Sebaliknya, indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,10% di posisi 3.116,08.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderungan pelemahan indeks di bursa saham global dan regional, setelah (lagi-lagi) gagal mempertahankan manuvernya di teritori positif, terjerembab ke zona merah di akhir sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi mengalami penguatan meski dibayangi fluktuasi harga komoditas. Namun secara teknikal indeks masih akan mengalami tren negatif, kendati mulai menuju area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street menjelang akhir pekan di prediksi menjadi sentimen negatif negatif indeks. Di sisi lain menguatnya harga minyak mentah dunia dan komoditas lainnya diperkirakan menjadi katalis positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.265 sedangkan resist pada level 5.325.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON [PWON 595
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berguguran jelang laporan kinerja emiten kuartal keempat dan rincian kebijakan ekonomi Presiden AS terpilih Donald Trump, delapan hari sebelum pelantikannya. Tujuh dari 11 sektor pada indeks S&P 500 ditutup melemah, dipimpin oleh sektor finansial. Investor berhenti membeli saham karena kecewa terhadap hasil konferensi pers Trump yang minim informasi tentang rencana kebijakan ekonominya. Laporan klaim awal pengangguran akhir pekan lalu, naik lebih rendah dari ekspektasi, sedangakan harga impor pada Desember lalu meningkat terutama disebabkan oleh kenaikan harga minyak.
Dow Jones Industrial Average merosor 0,32% (-63,28 poin) ke level 19.891.
Standard & Poor’s 500 melemah 0,21% (-4,88 poin) di posisi 2.270,44.
Nasdaq Composite turun 0,29% (-16,16 poin) menjadi 5.547,49.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,69% menjadi US$24,49.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup cenderung melemah di tengah kenaikan harga minyak, terbebani oleh kejatuhan harga saham di sektor otomotif yang terseret kemerosotan harga saham Fiat hingga 16,1%. Badan Perlindungan Lingkungan AS menuduh Fiat Chrysler menggunakan software - yang diduga juga digunakan perusahaan lain - yang memungkinkan terjadinya kelebihan emisi sejak 2014. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,65% menjadi 362,53. Harga saham sektor kesehatan juga turun tersengat tudingan Trump terhadap praktik buruk perusahaan farmasi. Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis melanjutkan reli penguatan selama 13 hari berturut-turut.
FTSE 100 London naik 0,03% (1,88 poin) menjadi 7.292,37.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,07% (-125,13 poin) ke level 11.521,04.
CAC 40 Paris melorot 0,51% (-24,74 poin) di posisi 4.863,97.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan melanjutkan pelemahan. Analis mengatakan, sejumlah investor berusaha untuk mengurangi posisi jangka panjang dolar AS setelah pidato Trump yang gagal memenuhi harapan investor untuk mendapatkan detil rencana kebijakan ekonominya. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,40 persen menjadi 101,37. Kurs mata uang berbasisi komoditas cenderung menguat terhadap dolar.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0613 |
0.0000 |
0.00% |
5:49 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2159 |
-0.0003 |
-0.02% |
5:49 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
114.6900 |
-0.0300 |
-0.03% |
5:49 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8941 |
-0.0436 |
-0.63% |
10:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,280.5000 |
-38.5000 |
-0.29% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat melanjutkan kenaikan pada sesi sebelumnya, setelah Rusia, Kuwait dan Arab Saudi menyatakan mulai memangkas produksi minyaknya. Kenaikan harga minyak juga didukung laporan kenaikan penjualan mobil di China sebesar 13,7% selama 2015-2016, menembus rekor penjualan dengan 28 juta kendaraan. Sejalan dengan prakiraan konsumsi bahan bakar China yang akan meningkat 5,3% menjadi 396 juta ton atau sekitar 8 juta barel per hari, pada 2017.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari, naik 76 sen (1,5%) menjadi US$53,01 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret, naik 98 sen (1,8%) menjadi US$56,01 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchangepagi tadi ditutp dengan membukukan lonjakan, ditopang kenaikan volume penjualan emas akibat pelemahan dolar dan pasar ekuitas AS dan Eropa. Harga emas sempat menembus US$1.200 per ounce, namun diredam oleh laporan klaim awal pengangguran akhir pekan lalu, meningkat 10.000 ke level 247.000, di bawah estimasi pasar. Kurangnya dukungan penjualan emas secara fisik, juga menghambat lonjakan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$3,2 (0,27%) menjadi US$1.199,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik o,40% menjadi US$1.196,26 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar