About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 01 November 2016

Market Brief: Global Merah Total, Membayangi Laju IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (2/11) dibuka melemah, melanjutkan tren kejatuhan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa, terseret penurunan tajam popularitas calon presiden AS Hillary Clinton pada hasil jajak pendapat sejumlah media.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX, Australia sebesar 1,01 persen, tertekan penurunan harga saham sektor energi dan keuangan. Penurunan indeks berlanjut menjadi minus 0,81% (-43,07 poin) ke level 5.247,40 padda pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang  turun 1,00% (-174,17 poin) ke level 17.268,23, setelah dibuka anjlok 1,13 persen di tengah penantian rilis laporan keuangan sejumlah emiten big caps. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melorot 0,64% dan berlanjut melemah 0,65% menjadi 1.994,41.

Menyusul kemudian indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,87% ke level 22.946,06 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,21% menjadi 3.115,73.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibayangi tren penurunan indeks di bursa saham dan regional di tengah kejatuhan harga minyak dunia, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau, melorot menjelang akhir penutupan bursa. Sejumlah analis memperkirakan, indeks hari ini akan kembali berupaya melanjutkan tren penguatan jangka pendek dan menengah didukung rilis data ekonomi BPS yang meredam aksi jual investor. IHSG diprediksi mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dan komoditas lainnya diprediksi menjadi sentimen negatif indeks pada hari ini. Selain itu, pelaku pasar menunggu hasil rapat the Fed. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan support di level 5.390 sedangkan resist pada level 5.445.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TINS [TINS 915 15 (+1,7%)] (SELL, Resist: Rp930, Support: Rp870), PWON [PWON 705 -5 (-0,7%)] (BoW, Resist: Rp730, Support: Rp690), KAEF [KAEF 2,500 170 (+7,3%)] (Spec Buy, TP: Rp2.490, Support: Rp2.170), ASII [ASII 8,275 -50 (-0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp8.400, Support: Rp8.250).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah ke level terendah sejak Juli menyusul kekhawatiran menjelang pemilihan presiden, dimulainya rapat kebijakan Federal Reserve AS. Aksi jual terjadi di bursa AS setelah jajak pendapat berbagai media menunjukkan penurunan popularitas calon partai Demokrat, yang menghadapai pemeriksaan FBI.  Rilis indeks PMI AS periode Oktober naik menjaadi 53,4 dari 51,5 pada September lalu.

Dow Jones Industrial Average turun 0,58% (-105,32 poin) ke level 18.037,10.
Standard & Poor’s 500 melorot 0,68% (-14,43 poin) ke posisi 2.111,72.
Nasdaq Composite merosot 0,69% (-35,55 poin) menjadi 5.153,58.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,33% menjadi US$25,90.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan membukukan penurunan tajam, terseret kejatuhan harga saham Standard Chartered hingga 5,4 persen. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 1,16% ke level 335,05, level terendah sejak pertengahan Juli. Kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter, efektivitas stimulus Bank Sentral Eropa dan pemilu AS ikut menekan indeks.

FTSE 100 London turun 0,53% (-37,08 poin) menjadi 6.917,14.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,30% (-138,85 poin) ke level 10.526,16.
CAC 40 Paris terperosok 0,86% (-38,98 poin) di posisi 4.470,28.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah, di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang pemilihan presiden Amerika Serikat pekan depan. Rencana FBI untuk menyelidiki surel calon presiden Hillay Cliinton, mengguncang kepercayaan investor terhadap hasil pemilu 8 November nanti. Keunggulan Clinton atas rivalmya dari Partai Republik, Donald Trump, menyempit cukup signifikan sejak berita itu merebak. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju melorot 0,77 persen menjadi 97,685.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1058

0.0003

+0.03%

6:39 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2240

-0.0003

-0.02%

6:39 PM

Yen (USD-JPY)

103.99

-0.16

-0.15%

6:41 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7657

-0.0101

-0.15%

11:12 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,047.00

-0.50

0.00%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 1/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak berbalik melemah, setelah sempat menguat pada sesi awal perdagangan terdorong oleh pelemahan dolar AS. Kekhawatiran akan meningkatnya persediaan minyak mentah Amerika menjadi pendorong penurunan. Jelang rilis laporan mingguan Badan Informasi Energi  AS, analis memperkirakan stok minyak mentah Amerika melonjak lebih dari 1 juta barel pada pekan lalu, setelah turun sepanjang tujuh pekan terakhir. American Petroleum Institute (API) melaporkan cadangan minyak mentah AS naik 9.3 juta barel pada pekan lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Desember, turun 19 sen (-0,4%) menjadi US$46,67 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari, anjlok 64 sen (-1,3%) menjadi US$47,97 per barel.

 Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berkhir dengan mencatatkan kenaikan terdorong oleh pelemahan dolar AS dan merebaknya ketidakpastian baru menjelang pemilihan presiden AS pekan depan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$14,9 (1,17%) menjadi US$1.288,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,96% menjadi US$1.290,09 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news