About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 18 Oktober 2016

Market Brief: Global Melaju, Asia Wait and See, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (19/10) dibuka variatif cenderung melemah, diwarnai aksi wait and see, jelang rilis data PDB China kuartal ketiga., kendati indeks bursa saham Wall Street dan Eropa ditutup menguat didukung kenaikan harga minyak.

Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat 0,33 persen pada sesi awal perdagangan, didukung oleh kenaikan harga saham sektor energi dan keuangan. Hampir semua sektor mencatatkan kenaikan indeks. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,37% (20,05 poin) ke level 5.430,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,08% (-13,5 poin) mejadi 16.950,08, setelah dibuka sedikit melemah 0,01 persen, terpengaruh oleh pergerakan indeks dolar AS yang cenderung mendatar. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,1%, dan bergerak turun 0,11% di posisi 2.038,16.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun tipis 0,59 poin menjadi 23.393,80. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,06% ke posisi 3.085,75.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional ditopang kenaikan harga minyak, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan pelemahan dan berakhir di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, didukung dengan aksi beli asing dan kenaikan haga komoditas. IHSG mixed berpotensi menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dan pengumuman kinerja emiten kuartal tiga masih mempengaruhi laju IHSG, dan diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.400 sedangkan resist pada level 5.460.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: CTRA [CTRA 1,600 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.655, Support: Rp1.540), ADHI [ADHI 2,370 10 (+0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.390, Support: Rp2.330), INCO [INCO 2,870 -20 (-0,7%)] (Spec Buy, TP: Rp3.030, Support: Rp2.750), WTON [WTON 915 5 (+0,5%)] (Spec Buy, TP: Rp930, Support: Rp890).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penguatan  indeks, di tengah rilis sejumlah laporan keuangan emiten yang secara umum positif dan kenaikan harga minyak. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham-saham sektor keuangaan, kesehatan dan pertambangan, serta lonjakan harga saham Netflix hingga 20%. Rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) perkotaan periode September naik 0,3 persen, mendekati konsensus pasar. Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item naik 1,5 persen sebelum penyesuaian secara musiman.

 Dow Jones Industrial Average naik 0,42% (75,54 poin) menjadi 18.161,94.
S&P 500 melaju 0,62% (13,10 poin) ke level  2.139,60.
Nasdaq Composite melesat 0,85% (44,01 poin) ke posisi 5.243,84.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,30% menjadi US$26,54.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat ditopang optimisme bahwa kebijakan moneter akan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi, jelang rapat kebijakan Bank Sentral Eropa, Kamis besok. Indeks Stoxx Europe 600 melesat  1,50% ke posisi 342,48. Sektor tambang diperdagangkan mendekati level tertinggi 14 bulan terakhir menyusul penguatan sektor komoditas, di tengah penguatan harga minyak dan komsoditas pertambangan. Rilis data inflasi Inggris periode September memperlihatkan kenaikan 1 persen, di atas konsensus sebesar 0,9 persen.

FTSE 100 London melaju 0,76% (52,51 poin) di posisi 7.000,06.
DAX 30 Frankfurt melesat 1,22% (127,98 poin) menjadi 10.631,55.
CAC 40 Paris melonjak 1,32% (56,68 poin) ke level 4.508,91.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir cenderung mendatar, pasca rilis Indeks Harga Konsumen perkotaan AS periode September yang menunjukkan kenaikan 0,3 persen. Rilis data sejumlah data ekonomi AS selama beberapa hari terakhir, termasuk data penjualan ritelyang mengecewakan pada Jumat lalu, mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung. Dolar AS sudah menguat hampir tiga persen sejak akhir September, dipicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju naik tipis 0,01 persen menjadi 97,895.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0978

-0.0003

-0.03%

6:42 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2297

-0.0001

-0.01%

6:48 PM

Yen (USD-JPY)

103.86

-0.01

-0.01%

6:48 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7409

0.0034

+0.05%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,025.00

-44.00

-0.34%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/10/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan membukukan kenaikan, didukung pernyataan OPEC untuk membatasi produksi dalam pertemuan di Wina, bulan depan. Sekjen OPEC menepis kekhawatiran bahwa Rusia akan menggalakan rencana pembatasan produksi. Hasil polling Reuters mengindikasikan, persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu naik 2,4 juta barel, jauh lebih sedikit dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 4,9 juta barel. Hasil analisis Bernstein Energy dan Citi Bank mengindikasikan adanya penurunan pertumbuhan persediaan minyak global.

Harga minyak WTI untuk penyerahan November naik 35 sen menjadi US$50,29 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 19 sen menjadi US$51,71 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat didukung pergerakan indeks dolar AS yang cenderung mendatar dan rilis data inflasi AS yang kurang mengesankan. Laju kenaikan harga emas tertahan oleh pergerakan indeks di bursa saham AS dan Eropa yang menguat.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$6,3 (0,5%) menjadi US$1.262,9 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$1.262,88 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news