Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,55 persen (24,65 poin), finis ke level 4537,17 poin pada penutupan perdagangan hari Rabu (13/1).
Indeks LQ45 naik 0,81% ke posisi 793,30 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,98% ke posisi 601,86 poin. Indeks IDX30 menguat 0,89 ke level 415,11 poin. Indeks Sri Kehati naik 0,94% ke posisi 267,14 poin. Indeks SMInfra 18 naik 1,47% ke level 318,48 poin.
Pemodal asing melakukan jual bersih (net sell) Rp24 miliar. Nilai transaksi Rp4,965 triliun dan volume perdagangan sebanyak 3,178 miliar saham.
Sektor
Consumer 0,63%,
Agri -0,63%,
Manufaktur 0,49%,
Misc-ind -0,55%,
Mining -0,07%,
Infrastruktur 1,17%,
Trade 0,05%,
Finance 0,65%,
Properti 0,84%,
Basic-ind 0,95%.
Sektor infrastruktur masih bertahan sebagai pengerek laju kenaikan IHSG seperti halnya pada perdagangan hari Selasa kemarin. Saham TLKM naik 1,4 persen. PGAS naik 5,3 persen. EXCL naik 2,9 persen dan JSMR menguat 2,6 persen. BIRD naik 0,37 persen. BULL naik 1,52 persen.
Property dan basic-ind sector juga tetap melanjutkan penguatan meski sedikit tertahan. Saham-saham properti seperti ASRI naik 0,61 persen. BEST naik 2,54 persen. BSDE naik 1,68 persen. CTRA naik 3,91 persen. CTRP naik 1,83 persen. Sementara saham dari sektor basic-ind seperti INTP naik 3,1 persen. SMGR naik 0,7 persen.
Saham dalam sektor agri melemah paling buruk. Beberapa saham agri yang melemah AALI -1,06 persen. JAWA -2,22 persen. SMIP -4,13 persen. TBLA -1,00 persen.
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah menguat 0,53% ke level Rp13.833 per dolar AS.
Asia:
Mayoritas indeks saham di pasar Asia tutup menguat pada perdagangan hari Rabu (13/1) dengan beberapa indeks utama berhasil rebound mengisyaratkan stabil kembali berhadapan dengan kehawatiran terhadap China yang berlangsung terus serta tekanan harga komoditi.
Analis pada Bank of America Merril Lynch menyatakan volatilitas ini tampaknya tidak terkait pasar saham China itu sendiri tetapi semua itu sebaliknya oleh renminbi (mata uang China). Dengan bauran perubahan kebijakan dalam merespon terhadap yang terjadi pada pekan terakhir di antaranya mengubah aturan circuit breaker di pasar saham China, hal ini sangat jelas bahwa bank sentral China sekarang sedang menstabilkan renminbi.
Pada perdagangan hari ini indeks China melemah lebih dari 2 persen akibat aksi jual pada menit-menit akhir perdagangan. Ekspor China bulan Desember turun 1,4 persen. Impor turun 7,6 persen sehingga terjadi surplus 60,09 miliar USD. Bank sentral China menetapkan kurs tengah yuan di level 6,5630 per dolar AS.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 2,88% (496,67 poin) ke posisi 17.715,63 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 1,13% (223,12 poin) ke level 19.934,88 poin.
Indeks Shanghai (China) melemah -2,42% (-73,26 poin) ke posisi 2.949,60 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun -0,01% (-0,31 poin) ke level 2.691,47 poin.
Eropa:
Opening pasar saham Eropa berlangsung positif pada perdagangan hari Rabu (13/1) pagi waktu setempat seiring rebound harga minyak dari level terendah dalam 12 tahun terakhir, di bawah 30 USD per barel pertama kali.
Indeks FTSE 100 (Inggris) naik 0,6% ke level 5.962 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) menguat 1,3% ke posisi 10.112,4 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) naik 1,1% ke level 4.426,8 poin.
Oil:
Harga minyak rebound di pasar Asia pada perdagangan hari Rabu, tertahan dari kejatuhan lebih dalam setelah sempat ke posisi di bawah 30 USD per barel untuk pertama kali dalam 12 tahun terakhir. Tetapi kalangan analis memperingatkan kelanjutan tekanan harga pada komoditi tersebut. Harga minyak WTI naik 38 sen ke posisi 30,82 USD per barel. Minyak Brent menguat 26 sen ke level 31,12 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Indeks LQ45 naik 0,81% ke posisi 793,30 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,98% ke posisi 601,86 poin. Indeks IDX30 menguat 0,89 ke level 415,11 poin. Indeks Sri Kehati naik 0,94% ke posisi 267,14 poin. Indeks SMInfra 18 naik 1,47% ke level 318,48 poin.
Pemodal asing melakukan jual bersih (net sell) Rp24 miliar. Nilai transaksi Rp4,965 triliun dan volume perdagangan sebanyak 3,178 miliar saham.
Sektor
Consumer 0,63%,
Agri -0,63%,
Manufaktur 0,49%,
Misc-ind -0,55%,
Mining -0,07%,
Infrastruktur 1,17%,
Trade 0,05%,
Finance 0,65%,
Properti 0,84%,
Basic-ind 0,95%.
Sektor infrastruktur masih bertahan sebagai pengerek laju kenaikan IHSG seperti halnya pada perdagangan hari Selasa kemarin. Saham TLKM naik 1,4 persen. PGAS naik 5,3 persen. EXCL naik 2,9 persen dan JSMR menguat 2,6 persen. BIRD naik 0,37 persen. BULL naik 1,52 persen.
Property dan basic-ind sector juga tetap melanjutkan penguatan meski sedikit tertahan. Saham-saham properti seperti ASRI naik 0,61 persen. BEST naik 2,54 persen. BSDE naik 1,68 persen. CTRA naik 3,91 persen. CTRP naik 1,83 persen. Sementara saham dari sektor basic-ind seperti INTP naik 3,1 persen. SMGR naik 0,7 persen.
Saham dalam sektor agri melemah paling buruk. Beberapa saham agri yang melemah AALI -1,06 persen. JAWA -2,22 persen. SMIP -4,13 persen. TBLA -1,00 persen.
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah menguat 0,53% ke level Rp13.833 per dolar AS.
Asia:
Mayoritas indeks saham di pasar Asia tutup menguat pada perdagangan hari Rabu (13/1) dengan beberapa indeks utama berhasil rebound mengisyaratkan stabil kembali berhadapan dengan kehawatiran terhadap China yang berlangsung terus serta tekanan harga komoditi.
Analis pada Bank of America Merril Lynch menyatakan volatilitas ini tampaknya tidak terkait pasar saham China itu sendiri tetapi semua itu sebaliknya oleh renminbi (mata uang China). Dengan bauran perubahan kebijakan dalam merespon terhadap yang terjadi pada pekan terakhir di antaranya mengubah aturan circuit breaker di pasar saham China, hal ini sangat jelas bahwa bank sentral China sekarang sedang menstabilkan renminbi.
Pada perdagangan hari ini indeks China melemah lebih dari 2 persen akibat aksi jual pada menit-menit akhir perdagangan. Ekspor China bulan Desember turun 1,4 persen. Impor turun 7,6 persen sehingga terjadi surplus 60,09 miliar USD. Bank sentral China menetapkan kurs tengah yuan di level 6,5630 per dolar AS.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 2,88% (496,67 poin) ke posisi 17.715,63 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 1,13% (223,12 poin) ke level 19.934,88 poin.
Indeks Shanghai (China) melemah -2,42% (-73,26 poin) ke posisi 2.949,60 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun -0,01% (-0,31 poin) ke level 2.691,47 poin.
Eropa:
Opening pasar saham Eropa berlangsung positif pada perdagangan hari Rabu (13/1) pagi waktu setempat seiring rebound harga minyak dari level terendah dalam 12 tahun terakhir, di bawah 30 USD per barel pertama kali.
Indeks FTSE 100 (Inggris) naik 0,6% ke level 5.962 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) menguat 1,3% ke posisi 10.112,4 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) naik 1,1% ke level 4.426,8 poin.
Oil:
Harga minyak rebound di pasar Asia pada perdagangan hari Rabu, tertahan dari kejatuhan lebih dalam setelah sempat ke posisi di bawah 30 USD per barel untuk pertama kali dalam 12 tahun terakhir. Tetapi kalangan analis memperingatkan kelanjutan tekanan harga pada komoditi tersebut. Harga minyak WTI naik 38 sen ke posisi 30,82 USD per barel. Minyak Brent menguat 26 sen ke level 31,12 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Sedikit_Tertahan__IHSG_Menguat_0_55_Persen_&level2=newsandopinion&id=4064597&img=level1_topnews_3&urlImage=#.VpYpMNKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar