About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Minggu, 10 Januari 2016

Market Brief: Pelemahan Global Berlanjut, IHSG Variatif

Ipotnews - Memasuki pekan kedua perdagangan saham global tahun ini, bursa saham Asia dibuka melemah melanjutkan tren penurunan di bursa saham global akhir pekan lalu.

Investor masih mengkhawatirkan kondisi China dan tren pelemahan harga komoditas. Analis mengatakan, krisis China bisa menjadi lebih besar, dan berdampak pada perekonomian Asia. Bursa saham Jepang hari ini libur.

Mengawali perdagangan saham pekan ini, bursa saham Australia dibuka di teritori negatif, anjlok 1,63% (-81,24 poin) ke level 4.909,60 pada pukul 08.15 WIB.

Indeks tertekan oleh kejatuhan harga saham emiten perbankan, energi dan pertambangan, kecuali pertambangan emas, terimbas kejatuhan harga komoditas global. Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melorot 0,79% (-15,20 poin) ke posisi 1.902,42.

Bursa saham China kembali dibuka di zona merah, anjlok hingga lebih 2,5%, memberi tekanan lanjutan pada pelemahan bursa saham global.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, membutuhkan dukungan lebih besar untuk mampu bertahan di zona hijau di tengah tekanan bursa saham global hingga pagi ini.

Analis memperkirakan indeks masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan akhir pekan lalu, bertahan di atas level 4.500, menuju target resisten 4.600.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah pada pekan lalu, di tengah pelemahan mayoritas bursa saham global membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.515 dan resistance 4.575. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADHI [ADHI 2,285 -10 (-0,4%)](Buy), BBCA [BBCA 12,775 -225 (-1,7%)](Spec Buy), TLKM [TLKM 3,085 -60 (-1,9%)](BoW) dan INTP [INTP 19,925 -675 (-3,3%)](BoW).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa saham Wall Street akhir pekan lalu berakhir di zona negatif meskipun pasar saham China mulai bergerak stabil. Pelaku pasar tidak merespons positif rilis data lapangan kerja AS periode Desember yang lebih baik dari estimasi, sebesar 292.000, dan angka pengangguran sekitar 5%.

Reli saham pada awal sesi perdagangan, melemah dan berbelok ke teritori negatif pada pertengahan sesi sore. Investor terpengaruh oleh harga minyak yang terus tertekan mendekati US$33 per barel, dan bersikap hati-hati menjelang akhir pekan yang tidak pasti akibat prospek ekonomi China dan tensi geopolitik Saudi Arabia-Iran.

Dow Jones Industrial Average melorot 1,02% (-167,65 poin) ke level 16.346,45.
S&P 500 turun merosot 1.80% (-21,06 poin) ke posisi 1.92,03.
Nasdaq turun 0,98% (-45,80 poin) di posisi 4.643,63.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,79%, menjadi US$20,14.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga melemah, menempatkan semua indeks saham acuan ke zona merah. Investor mengkhawatirkan mprihatinkan pertumbuhan China, penurunan harga minyak dan penguatan laporan data ketenagakerjaan AS.

Analis menilai, perbaikan data ketenagakerjaan AS berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga AS pada pertemuan selanjutnya. Berlanjutnya penurunan harga minyak semakin menekan harga saham-saham emiten pengolah sumber daya alam dan minyak.

FTSE 100 London melemah 0,70% (-41,64 poin) menjadi 5.912,44.
DAX 30 Frankfurt tergelincir 1,31% (-130,51 poin) ke level 9.849,34.
CAC 40 Paris rontok 1,59% (-69,82 poin) di posisi 4.333,76.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS di pasar uang Wall Street, akhir pekan lalu berakhir menguat ditopang rilis data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan di AS sebesar 292.000, lebih kuat dari perkiraan sebesar 200.000.

Pertumbuhan positif data ketenagakerjaan mengindikasikan bahwa dampak pelambatan sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi akan bersifat sementara.

Namun sebagian analis mengatakan penguatan tersebut hanya sementara dengan memperhatikan kemampuan Beijing untuk memperbaiki perekonomiannya. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang asinng, naik 0,3 persen menjadi 98,553.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

MB11

Komoditas


Harga minyak dunia, akhir pekan lalu, kembali terperosok ke zona merah, melanjutkan tren penurunan meskipun data ketenagakerjaan AS membaik dan volatilitas pasar China berkurang.

Kelebihan akan pasokan minyak global masih terus menghantui pasar. Harga minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange turun ke level terendah sejak Februari 2004. Dalam sepekan lalu, harga mintak WTI mapun Brent North Sea di bursa London, turun sekitar 10 persen.

Harga minyak mentah WTI untuk penyerahan Februari, turun 11 sen menjadi US$33,16 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari, turun 20 sen menjadi USD33,55 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu ditutup melemah terpengaruh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, dan penguatan dolar AS.

Analis mengatakan, kondisi tersebut akan mendukung The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang.

Harga emas untuk pengiriman Februari, turun US$9,9 (-0,89%) menjadi US$1.097,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,55% menjadi US$1.103,00 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Pelemahan_Global_Berlanjut__IHSG_Variatif&level2=newsandopinion&id=4058394&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG9-antara.jpg#.VpMzGUDcp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news