Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (28/1) dibuka melemah, tertekan tren penurunan di bursa saham AS setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya, namun memberikan sinyal pelemahan pertumbuhan ekonomi AS.
Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka melorot 1,01 persen pada saat pembukaan, dan terkoreksi menjadi minus 0,78% (-133,78 poin) ke level 17.030,14, pada pukul 08.15 WIB.Indeks tertekan oleh penurunan harga saham-saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika, terpengaruh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Rilis penurunan data penjualan ritel periode Desember sebesar 1,1 persen, berdampak negatif pada pergerakan saham emiten ritel.
Pada jam yang sama indeks ASX 200, Australia melemah 0,06% (-2,74 poin) ke level 4.943,70, lebih baik dibanding saat pembukaan yang mencatatkan penurunan 0,24 persen. Laju kenaikan harga saham emiten pertambangan bertarung melawan tekanan penurunan indeks.
Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melemah 0,48 persen, turun 0,96% ke level 1.879,60. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,44% menjadi 19.093,77. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,89% menjadi 2.711,16.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu keluar dari tekanan pelemahan di bursa saham AS dan Asia, melanjutkan tren kenaikan selama beberapa hari terakhir.
Analis memperkirakan indeks masih berpotensi mengalami penguatan bila didukung aksi beli melawan potensi penurunan. Namun pelemahaan bursa saham AS bisa memancing munculnya aksi ambil untung yang menghalangi penguatan indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham gobal dan pelemahan tipis di awal perdagagan bursa saham Asia, di tengah penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.525 dan resistance 4.640. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR [SMGR 10,525
-50 (-0,5%)] (Spec Buy), INDF [INDF 5,800
-50 (-0,9%)] (Spec Buy), ASII [ASII 6,150
0 (+0,0%)] (Sell) dan UNVR [UNVR 36,825
-475 (-1,3%)] (SoS).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan.
Hasil pertemuan The Fed yang tidak memberikan kepastian apakah akan menunda atau menaikkan suku bunga pada Maret nanti, di tengah ketidakpastian ekonomi global, menghanguskan sentimen positif kenaikan harga minyak yang berhembus di bursa Asia dan Eropa.
Indeks Dow Jnes dan S&P 500 yang sebelumnya bermanuver di zona hijau, meluncur ke teritori negatif setelah keputusan The Fed yang mengekspektasikan angka inflasi AS akan bergerak menuju target 2 persen, seiring dengan turunnya harga minyak.
Harga saham Apple dan Boeing terjungkal dihantam oleh lemahnya laporan kinerja korporasi. Pasar tidak terlalu hirau dengan rilis data penjualan perumahan periode Desember yang melonjak menjadi 544.000, dari 491.000 pada November lalu.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,38% (-222,77 poin) ke level 15.944,46.
S&P 500 turun 1,09% (-20,68 poin) menjadi 1.882,95.
Nasdaq Composite rontok 2,18% (-99,51 poin) di posisi 4.468,17.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,67% menjadi US$20,87.
Bursa saham Eropa tadi malam ditutup di teritori positif, melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Asia. Indeks yang sempat melemah karena terpengaruh pelemahan di bursa saham AS, menguat kembali setelah harga minyak mengalami rebound.
Harga saham-saham energi bangkit kembali setelah Depertemen Energi AS mengumumkan kenaikan persediaan minyak metah AS pada pekan lalu, yyang lebih rendah dari perkiraan.
FTSE 100 London melesat 1,33% (78,91 poin) menjadi 5.990,37.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,59% (58,07) ke posisi 9.880,82.
CAC 40 Paris menguat 0,54% (48,50 poin) ditutup di 4.389,36.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan kecenderungan melemah setelah hasil pertemuan The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga saat ini, dan tidak memberikan kepastian arah pergerakan suku bunga AS pada Maret mendatang.
Analis mengatakan, hasil pertemuan The Fed tersebut mengurangi kemungkinan untuk menaikkan suku bunga pada Maret. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,43 persen menjadi 98,935. Dolar melemah terhadap euro dan yen, namun menguat terhadap poundsterling.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka melorot 1,01 persen pada saat pembukaan, dan terkoreksi menjadi minus 0,78% (-133,78 poin) ke level 17.030,14, pada pukul 08.15 WIB.Indeks tertekan oleh penurunan harga saham-saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika, terpengaruh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Rilis penurunan data penjualan ritel periode Desember sebesar 1,1 persen, berdampak negatif pada pergerakan saham emiten ritel.
Pada jam yang sama indeks ASX 200, Australia melemah 0,06% (-2,74 poin) ke level 4.943,70, lebih baik dibanding saat pembukaan yang mencatatkan penurunan 0,24 persen. Laju kenaikan harga saham emiten pertambangan bertarung melawan tekanan penurunan indeks.
Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melemah 0,48 persen, turun 0,96% ke level 1.879,60. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,44% menjadi 19.093,77. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,89% menjadi 2.711,16.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu keluar dari tekanan pelemahan di bursa saham AS dan Asia, melanjutkan tren kenaikan selama beberapa hari terakhir.
Analis memperkirakan indeks masih berpotensi mengalami penguatan bila didukung aksi beli melawan potensi penurunan. Namun pelemahaan bursa saham AS bisa memancing munculnya aksi ambil untung yang menghalangi penguatan indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham gobal dan pelemahan tipis di awal perdagagan bursa saham Asia, di tengah penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.525 dan resistance 4.640. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR [SMGR 10,525
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan.
Hasil pertemuan The Fed yang tidak memberikan kepastian apakah akan menunda atau menaikkan suku bunga pada Maret nanti, di tengah ketidakpastian ekonomi global, menghanguskan sentimen positif kenaikan harga minyak yang berhembus di bursa Asia dan Eropa.
Indeks Dow Jnes dan S&P 500 yang sebelumnya bermanuver di zona hijau, meluncur ke teritori negatif setelah keputusan The Fed yang mengekspektasikan angka inflasi AS akan bergerak menuju target 2 persen, seiring dengan turunnya harga minyak.
Harga saham Apple dan Boeing terjungkal dihantam oleh lemahnya laporan kinerja korporasi. Pasar tidak terlalu hirau dengan rilis data penjualan perumahan periode Desember yang melonjak menjadi 544.000, dari 491.000 pada November lalu.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,38% (-222,77 poin) ke level 15.944,46.
S&P 500 turun 1,09% (-20,68 poin) menjadi 1.882,95.
Nasdaq Composite rontok 2,18% (-99,51 poin) di posisi 4.468,17.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,67% menjadi US$20,87.
Bursa saham Eropa tadi malam ditutup di teritori positif, melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Asia. Indeks yang sempat melemah karena terpengaruh pelemahan di bursa saham AS, menguat kembali setelah harga minyak mengalami rebound.
Harga saham-saham energi bangkit kembali setelah Depertemen Energi AS mengumumkan kenaikan persediaan minyak metah AS pada pekan lalu, yyang lebih rendah dari perkiraan.
FTSE 100 London melesat 1,33% (78,91 poin) menjadi 5.990,37.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,59% (58,07) ke posisi 9.880,82.
CAC 40 Paris menguat 0,54% (48,50 poin) ditutup di 4.389,36.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan kecenderungan melemah setelah hasil pertemuan The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga saat ini, dan tidak memberikan kepastian arah pergerakan suku bunga AS pada Maret mendatang.
Analis mengatakan, hasil pertemuan The Fed tersebut mengurangi kemungkinan untuk menaikkan suku bunga pada Maret. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,43 persen menjadi 98,935. Dolar melemah terhadap euro dan yen, namun menguat terhadap poundsterling.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York, dan Brent North Sea di bursa London, berfluktuasi sepanjang perdagangan kemarin dan berakhir dengan mencatatkan kenaikan.
Perdagangan minyak yang dibuka melemah, bergerak naik setelaah Departemen Energi AS menyebutkan bahwa cadangan minyak mentah komersial jelang akhir pekan lalu naik 8,4 juta barel, namun masih di bawah laporan American Petroleum Institute sehari sebelumnya, sebesar 11,4 juta barel.
Produksi minyak AS disebutkan turun 14.000 barel per hari menjadi 9,22 juta bph. Pernyataan Menteri Energi Rusia tentang kemungkinan untuk mendiskusikan penurunan porduksi dengan OPEC ikut mendonkrak harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik 85 sen menjadi US$32,30 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik US$1,30 menjadi US$33,10 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot karena investor menahan diri menjelang pengumuman FOMC soal suku bunga.
Laporan data penjualan rumah oleh Departemen Perdagangan AS, yang menunjukkan kenaikan 10,8 persen menjadi 544 ribu, ikut menekan harga emas.
Namun hasil pertemuan The Fed yang tidak memberi kepastian arah pergerakan suku bunga pada Maret mendatang sedikit mendongkrak harga emas di pasar spot.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$4,4 (-0,39%) menjadi US$1.124,90 per ouce.
Harga emas di pasar spot naik 0,03% menjadi US$1.124,80 peer ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York, dan Brent North Sea di bursa London, berfluktuasi sepanjang perdagangan kemarin dan berakhir dengan mencatatkan kenaikan.
Perdagangan minyak yang dibuka melemah, bergerak naik setelaah Departemen Energi AS menyebutkan bahwa cadangan minyak mentah komersial jelang akhir pekan lalu naik 8,4 juta barel, namun masih di bawah laporan American Petroleum Institute sehari sebelumnya, sebesar 11,4 juta barel.
Produksi minyak AS disebutkan turun 14.000 barel per hari menjadi 9,22 juta bph. Pernyataan Menteri Energi Rusia tentang kemungkinan untuk mendiskusikan penurunan porduksi dengan OPEC ikut mendonkrak harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik 85 sen menjadi US$32,30 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik US$1,30 menjadi US$33,10 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot karena investor menahan diri menjelang pengumuman FOMC soal suku bunga.
Laporan data penjualan rumah oleh Departemen Perdagangan AS, yang menunjukkan kenaikan 10,8 persen menjadi 544 ribu, ikut menekan harga emas.
Namun hasil pertemuan The Fed yang tidak memberi kepastian arah pergerakan suku bunga pada Maret mendatang sedikit mendongkrak harga emas di pasar spot.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$4,4 (-0,39%) menjadi US$1.124,90 per ouce.
Harga emas di pasar spot naik 0,03% menjadi US$1.124,80 peer ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Keputusan_The_Fed_Tekan_Bursa_AS_dan_Asia__IHSG_Dibayangi_Aksi_Jual&level2=newsandopinion&id=4095338&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-metrotv.jpg#.VqmTttKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar