Ipotnews - Jelang akhir pekan, bursa saham Asia pagi ini (29/1) dibuka bervariasi dan bergerak melemah, di tengah peningkatan harga saham emiten terkait minyak. Rilis data ekonomi Jepang dan Korea Selatan pagi ini, menekan pergerakan harga saham di bursa di negara itu.
Indeks Nikkei 225 yang dibuka menguat 0,07 persen, bergerak melemah menjadi minus 0,56% (-95,45 poin) ke level 16.946,00 pada pukul 08.15 WIB. Indeks tertekan oleh rilis data belanja rumah tangga dan output pabrikan pada Desember lalu yang masing-masing turun 4,4% dan 1,4%. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan suku bunga bank sentral Jepang, hari ini.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia melemah 0,39% (-19,46 poin) ke level 4.956,70, setelah dibuka cenderung mendatar. Penurunan indeks terutama disebabkan oleh melemahnya harga saham emiten pertambangan emas, di tengah kenaikan harga saham emiten energi dan pertambangan logam.
Indeks Kospi, Korea Selatan, melorot 0,95% ke posisi 1.888,77. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,30% menjadi 19.138,42. Indeks Shanghai Composite turun 0,11% di level 2.652,85.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tekanan pelemahan pada pembukaan bursa saham Asia, di tengah penguatan harga minyak yang mendongkrak bursa saham AS, setelah kemarin berhasil bermanuver di zona hijau.
Analis memperkirakan, indeks masih berpotensi untuk melanjutkan tren penguatan, namun laju indeks yang mendekati area oversold berpeluang untuk berbalik melemah. Pasar wait and seemenjelang keputusan kebijakan suku bunga Bank Indonesia hari ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada bursa saham AS dan IHSG, serta nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin, di tengah pelemahan bursa saham Eropa berpotensii membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.570 dan resistance 4.640. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AALI [AALI 17,275
50 (+0,3%)] (Buy), BJBR [BJBR 865
-10 (-1,1%)] (Buy), BSDE [BSDE 1,725
0 (+0,0%)] (Spec Buy) dan LSIP [LSIP 1,445
20 (+1,4%)](SoS).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan indeks saham acuan, yang didorong oleh lompatan harga minyak dunia dan kuatnya laporan kinerja keuangan perusahaan berbasis teknologi.
Pasar berhasil keluar dari tekanan rilis data pesanan barang tahan lama periode Desember yang turun 5,1 persen. Harga saham-saham teknologi informasi, terutama Facebook, melonjak, diiringi laju harga saham emiten terkait minyak.
Harga saham Abbott Laboratories, ServiceNow dan Discovery Financial rontok lantaran rilis laporan keuangan yang mengecewakan.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,79% (125.18 poin) menjadi 16.069,64.
S&P 500 naik 0,55% (10.41 poin) ke posisi 1.893,36.
Nasdaq Composite melaju 0,86% (38.51poin) ditutup di 4,506.68.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,15% menjadi US$21,11.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona merah dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan utama. Pasar tertekan oleh proyeksi suram ekonomi global oleh The Fed, dan anjloknya harga saham di sektor perbankan.
Buruknya laporan keuangan sejumlah emiten mengalahkan sentimen positif kenaikan harga minyak yang mendongkrak harga saham emiten energi.
FTSE 100 London turun 0,98% (-58,59 poin) menjadi 5.931,78
DAX 30 Frankfurt terperosok 2,44% (-2,44 poin) di level 9.639,59.
CAC 50 Paris anjlok 1,33% (-1,33 poin) ke posisi 4.322,16.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi melemah tertekan rilis data pesanan barang tahan lama periode Desember mengalami penurunan US$12,0 miliar atau sekitar 5,1 persen menjadi US$225,4 miliar, jauh lebih buruk dari perkiraan.
Lemahnya data tersebut meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS karena melorotnya permintaan global. Investor menunggu laporan produk domestik bruto AS yang bakal dirilis hari ini.
Kenaikan hargaa komoditas, menekan kurs dolar terhadap sebgaian besar mata uang negara-negaraa berbasis komoditas.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang miytra dagang AS 0,42 persen menjadi 98,490. Dolar melemah terhadap euro dan poundsterling, namun menguat terhadap yen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Indeks Nikkei 225 yang dibuka menguat 0,07 persen, bergerak melemah menjadi minus 0,56% (-95,45 poin) ke level 16.946,00 pada pukul 08.15 WIB. Indeks tertekan oleh rilis data belanja rumah tangga dan output pabrikan pada Desember lalu yang masing-masing turun 4,4% dan 1,4%. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan suku bunga bank sentral Jepang, hari ini.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia melemah 0,39% (-19,46 poin) ke level 4.956,70, setelah dibuka cenderung mendatar. Penurunan indeks terutama disebabkan oleh melemahnya harga saham emiten pertambangan emas, di tengah kenaikan harga saham emiten energi dan pertambangan logam.
Indeks Kospi, Korea Selatan, melorot 0,95% ke posisi 1.888,77. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,30% menjadi 19.138,42. Indeks Shanghai Composite turun 0,11% di level 2.652,85.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tekanan pelemahan pada pembukaan bursa saham Asia, di tengah penguatan harga minyak yang mendongkrak bursa saham AS, setelah kemarin berhasil bermanuver di zona hijau.
Analis memperkirakan, indeks masih berpotensi untuk melanjutkan tren penguatan, namun laju indeks yang mendekati area oversold berpeluang untuk berbalik melemah. Pasar wait and seemenjelang keputusan kebijakan suku bunga Bank Indonesia hari ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada bursa saham AS dan IHSG, serta nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin, di tengah pelemahan bursa saham Eropa berpotensii membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.570 dan resistance 4.640. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AALI [AALI 17,275
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan indeks saham acuan, yang didorong oleh lompatan harga minyak dunia dan kuatnya laporan kinerja keuangan perusahaan berbasis teknologi.
Pasar berhasil keluar dari tekanan rilis data pesanan barang tahan lama periode Desember yang turun 5,1 persen. Harga saham-saham teknologi informasi, terutama Facebook, melonjak, diiringi laju harga saham emiten terkait minyak.
Harga saham Abbott Laboratories, ServiceNow dan Discovery Financial rontok lantaran rilis laporan keuangan yang mengecewakan.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,79% (125.18 poin) menjadi 16.069,64.
S&P 500 naik 0,55% (10.41 poin) ke posisi 1.893,36.
Nasdaq Composite melaju 0,86% (38.51poin) ditutup di 4,506.68.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,15% menjadi US$21,11.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona merah dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan utama. Pasar tertekan oleh proyeksi suram ekonomi global oleh The Fed, dan anjloknya harga saham di sektor perbankan.
Buruknya laporan keuangan sejumlah emiten mengalahkan sentimen positif kenaikan harga minyak yang mendongkrak harga saham emiten energi.
FTSE 100 London turun 0,98% (-58,59 poin) menjadi 5.931,78
DAX 30 Frankfurt terperosok 2,44% (-2,44 poin) di level 9.639,59.
CAC 50 Paris anjlok 1,33% (-1,33 poin) ke posisi 4.322,16.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi melemah tertekan rilis data pesanan barang tahan lama periode Desember mengalami penurunan US$12,0 miliar atau sekitar 5,1 persen menjadi US$225,4 miliar, jauh lebih buruk dari perkiraan.
Lemahnya data tersebut meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS karena melorotnya permintaan global. Investor menunggu laporan produk domestik bruto AS yang bakal dirilis hari ini.
Kenaikan hargaa komoditas, menekan kurs dolar terhadap sebgaian besar mata uang negara-negaraa berbasis komoditas.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang miytra dagang AS 0,42 persen menjadi 98,490. Dolar melemah terhadap euro dan poundsterling, namun menguat terhadap yen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York dan Brent North Sea di bursa London, tadi malam sempat melonjak, setelah Menteri Energi Rusia menyatakan kesediaannya untuk “berkoordinasi” dengan OPEC mengenai kemungkinan pemangkasan produksi minyaknya hingga 5 persen.
Namun laju harga minyak sedikit terkoreksi, setelah para analis dan pengamat meragukan kemauan OPEC untuk menurunkan produksi minyaknya.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik 92 sen menjadi US$33,22 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 79 sen menjadi US$33,89 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi turun tipis setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan tetap mempertahankan suku bunga.
Tekanan harga emas juga disebabkan oleh meningkatnya indeks di bursa saham global dan rilis data awal klaim pengangguran hingga akhir pekan lalu yang menunjukkan penurunan sebesar 16.000.
Penurunan harga emas sedikit tertahan oleh melemahnya indeks dolar AS, dan penurunan data pesanan barang tahan lama periode Desember sebesar 5,1 persen.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun 20 sen menjadi US$1.116,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,04% menjadi US$1.114,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York dan Brent North Sea di bursa London, tadi malam sempat melonjak, setelah Menteri Energi Rusia menyatakan kesediaannya untuk “berkoordinasi” dengan OPEC mengenai kemungkinan pemangkasan produksi minyaknya hingga 5 persen.
Namun laju harga minyak sedikit terkoreksi, setelah para analis dan pengamat meragukan kemauan OPEC untuk menurunkan produksi minyaknya.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret naik 92 sen menjadi US$33,22 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 79 sen menjadi US$33,89 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi turun tipis setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan tetap mempertahankan suku bunga.
Tekanan harga emas juga disebabkan oleh meningkatnya indeks di bursa saham global dan rilis data awal klaim pengangguran hingga akhir pekan lalu yang menunjukkan penurunan sebesar 16.000.
Penurunan harga emas sedikit tertahan oleh melemahnya indeks dolar AS, dan penurunan data pesanan barang tahan lama periode Desember sebesar 5,1 persen.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun 20 sen menjadi US$1.116,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,04% menjadi US$1.114,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__IHSG_Masih_Berpotensi_Menguat&level2=newsandopinion&id=4097755&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG2-Tribun%20News.jpg#.VqrdOtKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar