Mengawali perdagangan saham dunia hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan membukukan penurunan indeks ASX 200, yang berlanjut melemah 0,56% (-28,83 poin) menjadi 5.094,30 pada pukul 08.00 WIB.
Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten energi dan pertambangan. Pelemahan indeks tertahan oleh kenaikan harga saham terkait emas.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang juga turun 0,49% (-88,31 poin) ke level 18.103,01, tertekan oleh penurunan harga saham-saham emiten eksportir di bidang otomotif dan elektronika.
Pelemahan indeks juga terpengaruh oleh penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS dan pelemahan ekonomi China. Indeks Kospi, Korea Selatan, turun tipis 0,06% menjadi 1.924,33.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu bertahan di zona hijau di tengah tekanan penurunan indeks di bursa saham global.
Analis memperkirakan, indeks akan berupaya mempertahankan level support di atas 4.500 dalam menghadapi potensi adanya aksi jual di sejumlah ekuitas. Indeks masih berpeluang untuk menguat dengan dorongan capital inflow.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham global dan nilai tukar rupiah, di tengah penguatan IHSG yang disertai derasnya arus dana asing, kemarin, berpotensi menggerakkan IHSG secara bervariasi dengan kecenderungan melemah.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.570 dan resistance 4.655. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP [INTP 21,475
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan, tertekan penurunan tajam harga minyak, kekhawatiran pelemahan ekonomi global, uji coba bom hodrigen Korea Utara, dan konflik Arab Saudi-Iran.
Indeks saham acuan Wall Street terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan, setelah bank sentral China memangkas nilai tukar yuan terhadap dolar AS.
Departemen Perdagangan AS menyatakan, pesanan baru produk manufaktur turun 0,2 persen, dan defisit neraca perdagangan November mencapi US$42,4 juta, yang ditandai dengan penurunan impor ke level terendah selama hampir lima tahun, yang melebihi penurunan ekspor.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1,47% (-252.15 poin) menjadi 16.906,51.
S&P 500 melorot 1,31% (-26.45 poin) ke level 1.990,26.
Nasdaq Composite turun 1,14% (-55.67 poin), berakhir di 4.835,76.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stoocks Exchange turun 0,38% menjadi US$20.96.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga berakhir di teritori negatif dengan membukukan penurunan pada semua indeks saham utama, terdampak penurunan harga minyak dan meningkatnya risiko geopolitik.
Indeks saham Asia dan Eropa bergerak melemah setelah kabar uji coba bom hidrogen Korea Utara menyebar, dan harga minyak dunia menurun tajam.
Harga saham-saham energi dan pertambangan berguguran, terkait pelemahan harga minyak dan penurunan kinerja ekonommi China, yang juga menekan harga saham otomotif.
FTSE 100 London melorot 1,04% (-63,86 poin) menjadi 6.073,38.
DAX 30 Frankfurt turun 0,93% (-96,08 poin) ke level 10.214,02.
CAC 40 Paris anjlok 1,26% (-57,16 poin) di posisi 4.480,47.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi berakhir variatif dengan membukukan penurunan indeks dolar, menjelang laporan penggajian non-pertanian Amerika Serikat yang dirilis Jumat.
Data ADP National Employment Report, indikator awal data penggajian non-pertanian AS, menunjukkan adanya peningkatan lapangan kerja sektor swasta AS periode Desember sebesar 257.000 pekerjaan.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,1 persen menjadi 99,303, setelah rilis hasil pertemuan FOMC pertengahan Desember lalu.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi berakhir dengan kembali membukukan penurunan, dihantam rilis data persediaan minyakk AS yang terus meningkat dan ketegangan Arab Saudi-Iran yang memperkuat keraguan akan pengurangan produksi minyak global.
Laporan mingguan Departemen Energi AS menyebutkan adanyya penurunan tajam persediaan minyak mentah komersial AS sebesar 5,1 juta barel menjadi 482,3 juta barel pada 1 Januari lalu, sementara cadangan BBM melonjak 10,1 juta barel, naik 900.000 barel dibanding pekan sebelumnya.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York turun ke level terendah sejak Desember 2008. Sedangkan harga minyak Brent North Sea di bursa London juga melorot ke posisi terendah sejak Juni 2004.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari turun US$2,00 (-5,56%) menjadi US$33,97 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Februari turun US$2,19 (-5,93%) menjadi US$34,26 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi menguat ditopang oleh isu ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, serta melemahnya data-data ekonomi China dan India.
Namun penguatan harga emas tertahan oleh laporan ADP yang menunjukkan ekspektasi kenaikan 257.000 pekerjaan di AS, jauh lebih baik dari perkiraan.
Harga emas menguat setelah rilis risalah pertemuan FOMC Desember, yang menunjukkan bahwa The Fed masih memprihatinkan tingkat inflasi, dan kemungkinan akan mengetatkan kebijakan secara bertahap.
Harga emas untuk pengiriman Februari US$13,5 (1,25%) menjadi US$1.091,90 per ounce.
Harga emas di pasar spor naik 1,5% menjadi US$1.093,60 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melemah__Penguatan_IHSG_Dibayangi_Aksi_Jual&level2=newsandopinion&id=4052860&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-9-antara.jpg#.Vo3fvkDcp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar