Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (27/1) dibuka bervariasi dengan kecenderungan menguat, menyikapi tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Eropa dan AS, yang didukung kenaikan harga minyak dan komoditas.
Mengawali perdagangan hari ini, bursa saham Australia dibuka kembali setelah libur sehari kemarin dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 0,64%, dan terkoreksi menjadi minus 0,37% (-18,76 poin) ke level 4.987,80 pada pukul 8:15 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham di sektor energi, di tengah penguatan harga saham di sektor pertambangan emas dan logam lainnya.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melompat 2,87% (480,16 poin) ke posisi 17.189,06, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 2,02%. Kenaikan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham otomotif dan elektronika, serta saham-saham emiten terkait minyak dan energi.
Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 1,43% ke level 1.898,37. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 1,86% di posisi 19.211,86, dan Indeks Shanghai Composite tumbuh 0,23% menjadi 2.756,08
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang untuk melanjutkan manuvernya di zona hijau dengan didukung sentimen positif di bursa saham global, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan pelemahan di bursa saham Asia. Analis memperkirakan, indeks akan mengalami penguatan didukung tren kenaikan harga komoditas, meredam tekanan aksi jual di pasar domestik.
Tim riset Indo Premier berpendapat penguatan signifikan pada bursa saham gobal, penguatan tipis IHSG kemarin, dan kenaikan pada awal perdagangan saham Asia hari ini, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan masih keluarnya dana investor asing, berpotensi mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.480 dan resistance 4.540. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,230
5 (+0,2%)](Buy), WSKT [WSKT 1,735
0 (+0,0%)] (Spec Buy), SILO [SILO 9,125
-25 (-0,3%)] (Spec Buy) dan PTPP [PTPP 3,945
-5 (-0,1%)] (Spec Buy).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan didorong kenaikan harga minyak, rilis laporan keuangan sejumlah emiten, dan spekulasi hasil pertemuan The Fed yang akah berakhir Kamis ini. Wall Street bergairah kembali setelah harga minyak beranjak naik 3,7 persen. Optimisme para analis bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga setelah kenaikan Desember lalu, menumbuhkan minat investor untuk kembali membeli saham. Harga saham energi dan komoditas bergerak maju, diikuti harga saham di sektor keuangan.
Dow Jones Industrial Average melesat 1,78% (282,01 poin) ke level 16.167,23.
S&P 500 melaju 1,41% (26,55 poin) ke posisi 1.903,63.
Nasdaq Composite naik 1,09%) menjadi 4.567,67.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melompat 2,25% menjadi US$21.01.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam berhasil keluar dari tekanan pelemahan yang berhembus dari bursa saham Asia, dan berakhir di teritori positif. Indeks bergerak naik mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan komoditas logam, yang menjadi motor reli harga yang saham emiten energi dan pertambangan.
FTSE 100 London menguat 0,59% (34,46 poin) menjadi 5.911,46.
DAX 30 Frankfurt naik 0,89% (86,60 poin) ke posisi 9.822,75.
CAC 40 Paris melaju 1,05% (45,48 poin) ke level 4.356,81.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, di tengah penantian investor akan hasil pertemuan dua hari The Fed, hingga Kamis ini. Untuk sementara investor menghindari pembelian dolar karena ekspektasi banyak kalangan bahwa The Fed belum akan mengambil tindakan terhadap suku bunga, dan bergairahnya bursa ekuitas dan komoditas. Investor tidak terlalu peduli rilis Indeks Keyakinan Konsumen periode Januari oleh Conference Board berada di posisi 98,1, naik dari 96,3 pada Desember, dan di atas konsensus pasar 96,0. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,31 persen menjadi 99,06.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Mengawali perdagangan hari ini, bursa saham Australia dibuka kembali setelah libur sehari kemarin dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 0,64%, dan terkoreksi menjadi minus 0,37% (-18,76 poin) ke level 4.987,80 pada pukul 8:15 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham di sektor energi, di tengah penguatan harga saham di sektor pertambangan emas dan logam lainnya.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melompat 2,87% (480,16 poin) ke posisi 17.189,06, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 2,02%. Kenaikan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham otomotif dan elektronika, serta saham-saham emiten terkait minyak dan energi.
Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 1,43% ke level 1.898,37. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 1,86% di posisi 19.211,86, dan Indeks Shanghai Composite tumbuh 0,23% menjadi 2.756,08
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang untuk melanjutkan manuvernya di zona hijau dengan didukung sentimen positif di bursa saham global, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan pelemahan di bursa saham Asia. Analis memperkirakan, indeks akan mengalami penguatan didukung tren kenaikan harga komoditas, meredam tekanan aksi jual di pasar domestik.
Tim riset Indo Premier berpendapat penguatan signifikan pada bursa saham gobal, penguatan tipis IHSG kemarin, dan kenaikan pada awal perdagangan saham Asia hari ini, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan masih keluarnya dana investor asing, berpotensi mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.480 dan resistance 4.540. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,230
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan didorong kenaikan harga minyak, rilis laporan keuangan sejumlah emiten, dan spekulasi hasil pertemuan The Fed yang akah berakhir Kamis ini. Wall Street bergairah kembali setelah harga minyak beranjak naik 3,7 persen. Optimisme para analis bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga setelah kenaikan Desember lalu, menumbuhkan minat investor untuk kembali membeli saham. Harga saham energi dan komoditas bergerak maju, diikuti harga saham di sektor keuangan.
Dow Jones Industrial Average melesat 1,78% (282,01 poin) ke level 16.167,23.
S&P 500 melaju 1,41% (26,55 poin) ke posisi 1.903,63.
Nasdaq Composite naik 1,09%) menjadi 4.567,67.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melompat 2,25% menjadi US$21.01.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam berhasil keluar dari tekanan pelemahan yang berhembus dari bursa saham Asia, dan berakhir di teritori positif. Indeks bergerak naik mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan komoditas logam, yang menjadi motor reli harga yang saham emiten energi dan pertambangan.
FTSE 100 London menguat 0,59% (34,46 poin) menjadi 5.911,46.
DAX 30 Frankfurt naik 0,89% (86,60 poin) ke posisi 9.822,75.
CAC 40 Paris melaju 1,05% (45,48 poin) ke level 4.356,81.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, di tengah penantian investor akan hasil pertemuan dua hari The Fed, hingga Kamis ini. Untuk sementara investor menghindari pembelian dolar karena ekspektasi banyak kalangan bahwa The Fed belum akan mengambil tindakan terhadap suku bunga, dan bergairahnya bursa ekuitas dan komoditas. Investor tidak terlalu peduli rilis Indeks Keyakinan Konsumen periode Januari oleh Conference Board berada di posisi 98,1, naik dari 96,3 pada Desember, dan di atas konsensus pasar 96,0. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,31 persen menjadi 99,06.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi berakkhir menguat, menyikapi pernyataaan Menteri Perminyakan Irak bahwa Arab Saudi dan produsen minyak Rusia sudah memberikan sinyal "fleksibilitas" untuk mengatasi berlimpahnya pasokan minyak dunia. Namun, para analis masih meragukan apakah seruan tersebut akan berujung menjadi kesepakatan. Kabar adanya peningkatan cadangan minyak mentah AS yang di lebih besar dari biasanya, menurunkan kembali harga minyak WTI yang sempat naik 3,66% ke posisi US$31,45 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret, di bursa New York naik 57 sen menjadi US$30,51 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret, di bursa London naik US$1,30 menjadi US$31,80 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, di tengah pelemahan nilai tukar dolar AS. Spekulasi bahwa The Fed masih akan menahan kenaikan suku bunga pada Maret nanti, ikut mendukung kenaikan harga emas. Namun, penguatan indeks di bursa saham Eropa dan AS, serta kenaikan harga minyak, meredam reli harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$14,9 (1,35%) menjadi US$1.120,2 per ounce.
Namun harga emas di pasar spot turun 0,04% menjadi US$1.119,76 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak dunia pagi tadi berakkhir menguat, menyikapi pernyataaan Menteri Perminyakan Irak bahwa Arab Saudi dan produsen minyak Rusia sudah memberikan sinyal "fleksibilitas" untuk mengatasi berlimpahnya pasokan minyak dunia. Namun, para analis masih meragukan apakah seruan tersebut akan berujung menjadi kesepakatan. Kabar adanya peningkatan cadangan minyak mentah AS yang di lebih besar dari biasanya, menurunkan kembali harga minyak WTI yang sempat naik 3,66% ke posisi US$31,45 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret, di bursa New York naik 57 sen menjadi US$30,51 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret, di bursa London naik US$1,30 menjadi US$31,80 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, di tengah pelemahan nilai tukar dolar AS. Spekulasi bahwa The Fed masih akan menahan kenaikan suku bunga pada Maret nanti, ikut mendukung kenaikan harga emas. Namun, penguatan indeks di bursa saham Eropa dan AS, serta kenaikan harga minyak, meredam reli harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$14,9 (1,35%) menjadi US$1.120,2 per ounce.
Namun harga emas di pasar spot turun 0,04% menjadi US$1.119,76 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Bermanuver_di_Zona_Hijau__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4092269&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-7-Bisnis%20Indonesia.jpg#.Vqg_e9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar