About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 25 Januari 2016

Market Brief: Bursa Global Rontok Dihantam Harga Minyak, Adang Laju IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia, pagi ini (26/1) dibuka melemah melanjutkan tren penurunan di bursa saham Eropa dan AS akibat kejatuhan harga minyak jelang pertemuan Federal Reserve AS, Selasa-Rabu di Washington.
Indeks Nikkei 225 Jepang, dibuka di teritori negatif, anjlok hingga 2 persen lebih dan mencatatkan penurunan 2,01% (-344,43 poin) ke level 16.766,48 pada pukul 08.15 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten terkait minyak, dan emiten eskportir karena penguatan yen terhadap dolar. Harga saham emiten penghasil suku cadang kendaraan turun berada dalam tekanan setelah munculnya laporan bahwa regulator Eropa tengah menyelidiki adanya kemungkinan permainan harga.
Pada jam yang sama, Indeks Kospi, Korea Selatan, juga melorot 1,30% (-24,66 poin) ke level 1.868,77, tertekan penurunan harga saham emiten otomotif, elektronika, dan besi baja. Penurunan indeks juga terpengaruh oleh rilis data produk domestik bruto kuartal keempat 2015 yang memperlihatkan pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan 0,6%, dari 1,3% pada periode sebelumnya.
Bursa saham Australia tutup karena libur nasional. Indeks Hang Seng, Hong Kong dibuka anjlok 1,40% di level 19.068,84. Indeks Shanghai Composite turun 1,05% ke posisi 2.907,72
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan menghadapi tekanan penurunan bursa saham global, setelah berhasil berjaya di zona hijau selama beberapa hari terakhir. Analis memperkirakan indeks akan melanjutkan tren penguatan secara terbatas didorong aksi beli asing.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan pada bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah, di tengah penguatan pada IHSG kemarin dan masuknya dana investor asing, berpotensi membuat indeks saham gabungan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.470 dan resistance 4.540. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP [INTP 19,375 -175 (-0,9%)] (Spec Buy), KAEF [KAEF 940 25 (+2,7%)] (Spec Buy), AKRA [AKRA 7,100 -50 (-0,7%)] (BoW) dan ASII [ASII 6,075 -50 (-0,8%)] (SoS).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa New York Stocks Exchange pagi tadi berakhir suram, turun tajam seiring dengan penurunan harga minyak dunia hingga 6 persen, dan menghentikan reli selama dua hari terakhir.
Harga saham-saham terkait minyak berguguran, terperosok hingga 11,5 persen, menyeret kejatuhan harga saham perbankan. Investor menunggu laporan keuangan sejumlah emiten besar, serta data dan pernyataan The Fed setelah menggelar rapat Selasa dan Rabu pekan iini.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,29% (-208,29 poin) ke level 15.885,22.
S&P 500 anjlok 1,56% (-29.82 poin) ke posisi 1.877,08.
Nasdaq Composite terjungkal 1,58% (-72.69 poin) ditutup di 4.518,49.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,15% menjadi US$20,55.
Dampak penurunan harga minyak juga menghantam bursa saham utama Eropa yang ditutup di zona merah dengan membukukan penurunan pada semua indeks saham utama, tadi malam.
Bursa yang dibuka di teritori positif berakhir dengan mencatatkan penurunan hampir di semua sektor. Kembalinya kekhawatiran akan berlimpahnya pasokan minyak merontokkan harga saham emiten terkait minyak diikuti penurunan harga saham perbankan dan komoditas.
Pelemahan indeks juga disebabkan oleh rilis data hasil survei sentimen bisnis periode Januari versi Ifo, Jerman, yang memperlihatkan penurunan ke level terendah dalam 11 tahun.
FTSE 100 London susut 0,39% (-23,01 poin) menjadi 5.877,00.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,29% (-28,73 poin) di level 9.736,15.
CAC 40 Paris turun 0,58% (-25,36 poin) ke posisi 4.311,33.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar Asterhadap sejumlah mata uang berpengaruh di pasar uang New York, pagi tadi melemah di tengah penantian investor akan hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve, pertengahan pekan ini.
The Fed diperkirakan tidak akan mengambil tindakan terhadap suku bunga pada pertemuan tersebut, di tengah melemahnya harga minyak belakangan ini.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,22 persen menjadi 99,353. Dolar melemah terhadap euro dan yen, namun menguat terhadap poundsterling.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
mb26
Komoditas
Harga minyak mentah dunia pagi tadi anjlok dihantam oleh pernyataan Menteri Perminyakan Irak yang mengungkapkan bahwa produksi minyak Irak menembus rekor 4,13 juta barel per hari pada Desember lalu.
Kekhawatiran akan melimpahnya pasokan minyak kembali menghantui pasar, menekan harga minyak hingga 6 persen. Isu perlambatan permintaan di China dan laporan bahwa Arab Saudi berencana mengembangkan energi tanpa memangkas kapasitas produksi minyak, semakin menekan harga minyak.
Pasar juga terpengaruh oleh penurunan perkiraan harga minyak versi Standard Chartered, HSBC, dan Uni Credit
Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret turun US$1,85 menjadi US$30,34 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret turun US$1,68 menjadi US$30,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir menguat dipicu oleh pelemahan pasar ekuitas AS dan Eropa, akibat melemhanya harga minyak.
Kenaikan harga emas juga didukung oleh melemahnya Indeks Dolar. Pasar menunggu pernyataan The Fed setelah pertemuan dua hari, pada pertengahan pekan ini, apakah akan menaikkan suku bunga pada Maret nanti atau menundanya hingga Juni mendatang.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$9,00 (0,82%) menjadi US$1.105,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$1.108,58 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Bursa_Global_Rontok_Dihantam_Harga_Minyak__Adang_Laju_IHSG&level2=newsandopinion&id=4089511&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-detik.jpg#.Vqb68dKqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news