About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 18 Januari 2016

Market Brief: Asia Bergerak Positif, IHSG Variatif Cenderung Menguat

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (19/1) mulai bergerak menguat, setelah dibuka melemah, berusaha keluar dari tekanan tren pelemahan bursa saham global yang masiih berlanjut di bursa saham Eropa. Bursa saham Wall Street tutup merayakan hari Martin Luther King Jr.

Perhatian pasar tertuju ke China yang akan merilis data PDB kuartal keempat 2015 pada pagi ini. Analis mengekespektasikan pertumbuhan China 2015 akan sedikit di bawah target Beijing sebesar 7 persen.

Bursa saham Jepang dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks Nikkei 225 sebesar 0,4%, namun segera berbalik menguat 0,34% (57,84 poin) ke level 17.013,41 pada pukul 08.15 WIB, setelah menteri ekonomi Jepang menyatakan tekanan di bursa ekuitas disebabkan faktor eksternal, dan fundamental ekonomi Jepang tetap solid.

Penguatan indeks disokong oleh kenaikan harga saham emiten eksportir, meskipun terjadi penguatan yen terhadap dolar AS. Kenaikan harga saham juga terjadi pada sejumlah perusahaan terkait minyak, di tengah tren penurunan harga minyak global.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia naik 0,37% (17,80 poin) ke posisi 4.876,50, setelah dibuka dengan mencatatkan minus 0,19%. Harga saham emiten pertambangan logam bergerak bervariasi, sementara harga saham emiten di sektor energi melemah. Indeks Kospi, Korea Selatan, cenderung mendatar, naik tipis 0,03% menjadi 1.879,09.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan ikut berupaya masuk ke teritori positif setelah meredanya tekanan penjualan di bursa saham Asia.

Analis memperkirakan pasar cenderung akan memilih wait and see dan akan berusaha bertahan dari tekanan bursa global, sambil berupaya memasuki skenario technical rebound.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, mulai meredanya aksi jual di bursa saham Eropa dan penguatan nilai tukar rupiah di tengah maraknya aksi jual investor asing di bursa saham dalam negeri, berpotensi mendorong indeks saham gabungan untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.455 dan resistance 4.510. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AKRA [AKRA 7,075 50 (+0,7%)](Spec Buy), TLKM [TLKM 3,095 10 (+0,3%)](BoW), ADHI [ADHI 2,320 5 (+0,2%)](BoW), WSKT [WSKT 1,705 0 (+0,0%)](BoW).

Eropa dan Amerika Serikat

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di teritori negatif, melanjutkan tren penurunan indeks saham acuan sehari sebelumnya. Dampak penurunan harga minyak dan kekhawatiran akan China masih menghantui jalannya perdagangan saham.

Buruknya kinerja keuangan perbankan Eropa ikut mempengaruhi fluktuasi indeks, menekan reli sejumlah saham di sektor ritel.

FTSE 100 London turun 0,42% (-24,18 poin) ke level 5.779,92.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,25% (-23,42 poin) menjadi 9.521,85.
CAC 40 Paris tergerus 0,49% (-20,59 poin) ditutup di 4.189,57.

Bursa saham Wall Street AS libur merayakan hari Martin Luther King Jr.

Nilai Tukar Dolar AS

Libur di bursa AS dan kinerja bursa saham Eropa yang hanya sedikit mengalami perbaikan kinerja dibanding sehari sebelumnya, membantu mendongkrak nilai tukar dola AS terhadap euro, dan sejumlah mata uang lain Eropa.

Dolar juga menguat terhadap yen, namun melemah terhadap yuan. Pasar menunggu pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini. Analis memperkirakan ECB belum akan melanjutkan program pelonggaran moneternya. Indeks dolar yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang mitra dagang AS menguat 0,16% menjadi 99,119.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
mb19
Komoditas

Harga minyak dunia tadi malam jatuh ke tingkat terendah baru dalam 12 tahun, sanksi ekspor minyak Iran berakhir, membuka peluang bagi Iran untuk menambah pasokan ke pasar minyak global hingga setengah juta barel per hari.

Harga minyak mentah Brent North Sea sempat anjlok ke bawah US$28 per barel, rekor terendah baru sejak 12 tahun lalu, sebelum menguat kembali mendekati US$29 menjelang penutupan bursa komoditas London.

Perdagangan minyak mentah West Texas Intermediate sangat tipis karena bursa komoditas New York tutup. Pernyataan OPEC untuk melakukan "rebalancing" membantu mencegah penurunan harga minyak ke level yang lebih rendah lagi.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Maret turun 29 sen menjadi US$28,64 per barel.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Februari turun 48 sen menjadi US$28,94 per barel.

Harga emas global hingga tadi malam cenderung tidak berubah, meskipun pelemahan di bursa saham global dan penurunan harga minyak masih terus berlangsung. Tidak beroperasinya bursa komoditas ikut mempengaruhi rendahnya volume transaksi emas.

Harga emas untuk pengiiriman Februari turun 0,2% menjadi US$1.809 per ounce.
Harga emas di pasar spot mendatar di kisaran US$1.088 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Bergerak_Positif__IHSG_Variatif_Cenderung_Menguat&level2=newsandopinion&id=4074432&img=level1_topnews_1&urlImage=#.Vp2iX9Kqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news