Analis meyakini, reli di bursa AS dan Eropa mengindikasikan bahwa pasar sudah memperhitungkan sepenuhnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan ditetapkan hari ini di Washington.
Indeks Nikkei 225, Jepang yang kemarin terbenam di zona merah, pagi ini melompat 1,75% (325,39 poin) ke level 18.891,29 pada pukul 08.15 WIB. Laju indeks terutama didukung oleh penguatan harga saham emiten keuangan, otomotif dan elektronika, serta perminyakan dan saham-saham berkapitalisasi besar.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia melesat 1,67% (81.75 poin) ke posisi 4.991,30, terutama didorong oleh lonjakan harga saham perbankan. Harga saham emiten pertambangan logam dan energi juga meningkat signifikan.
Indeks Kospi, Korea Selatan, melaju 1,45% ke level 1.960,95, disokong kenaikan harga saham-saham blue chips.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diharapakan melaju pesat mengikuti reli di bursa saham global, setelah kemarin berhasil mengakhiri perdagangan di teritori positif. Analis memperkirakan, laju indeks hari berpotensi melanjutkan kenaikan sambil menunggu rilis suku bunga acuan Bank Indonesia.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan bursa saham global dan IHSG kemarin, serta kenaikan nilai tukar rupiah di tengah terjadinya arus keluar dana asing, berpotensi membuat indeks melanjutkan pengutatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.370 dan resistance 4.480. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASII [ASII 6,400
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, melanjutkan reli di bursa saham Eropa yang terdongkrak oleh stabilisasi harga minyak dan tingginya ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed. The Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk kali pertama sejak 2006. Harga saham-saham terkait minyak berlompatan, diikuti kenaikan harga saham perbankan, dan bio teknologi. Rilis angka indeks harga konsumen periode November memperlihatkan tidak ada perubahan, sementara IHK tidak termasuk harga bahan pangan dan energi naik 0,2 persen. IHK inti November naik 2,0 persen dibanding November tahun lalu.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,90% (156.41 poin) menjadi 17.524,91.
S&P 500 melesat 1,06% (21.47 poin) ke level 2.043,41.
Nasdaq Composite naik 0,87% (43.13 poin) ke posisi 4.995,36.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melonjak 1,69% menjadi US$19,87.
Pasar saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan membukukan kenaikan tajam ditopang oleh perbaikan harga minyak dan data positif dari sektor otomotif. Data Asosiasi Manufaktur Mobil Eropa (ACEA) memperlihatkan adanya kenaikan registrasi mobil baru sebesar 13,7 persen sepanjang November, sehingga mendorong kenaikan harga saham emiten otomotif sekitar 3 persen. Indeks kepercayaan investor Jerman versi lembaga ekonomi ZEW naik menjadi 16,1 poin dari 10,4 poin sebulan sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraanInvestor Jerman meyakini ekonomi terbesar Eropa itu menguat, dan cukup kuat untuk menahan krisis pengungsi dan perlambatan ekonomi di China.
FTSE 100 London melesat 2,45% (143,73 poin) menjadi 6.017,79.
DAX 30 Frankfurt melompat 3,07% (311,04 poin) ke posisi 10.450,38.
CAC 40 Paris melambung 3,16% (141,33 poin) menjadi 4.614,40.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi menguatdi tengah penantian investor akan keputusan suku bunga The Fed yang akan dirilis Rabu waktu setempat. The Fed memulai pertemuan kebijakan moneter dua harinya kemarin. Kenaikan kurs dolar juga didukung oleh solidnya data penjualan ritel yang menopang pandangan adanya ekspansi ekonomi AS yang mantap, dan menyokong kebijakan untuk menaikkan suku bunga The Fed. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,40 persen menjadi 95.605.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTO) di bursa New York, pagi tadi menguat mengikuti tren kenaikan harga minyak Brent North Sea di bursa London. Analis mengatakan, kenaikan harga minyak banyaak dipengaruhi oleh aksi short covering setelah harga minyak menyentuh harga terendah karenaa aksi jual yang berlebihan, sambil menunggu keputusan suku bunga The Fed. Kenaikan harga minyak dipeerkirakan masih bersifat sementara dan diprediksikan masih bisa melorot hhingga US$25 pe rbarel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari naik US$1,04 (2,09%) menjadi US$37,35 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari naik 53 sen (1,4%) menjadi US$38,45 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi terjungkal, diganjal oleh penguatan kurs dolar AS menjelang keputusan hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi harga konsumen untuk November sedikit lebih tinggi dari ekspektasi, menguatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga The Fed. Reli harga ekuitas global yang didorong oleh stabilisasi harga minyak semakin menekan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$1,8 (-0,17%) menjadi US$1.061,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.060,60 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melesat__IHSG_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4019774&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VnDMbE_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar