About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 22 Desember 2015

Market Brief: AS dan Asia Reli, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (23/12) dibuka menguat, dengan mencatatkan kenaikan indeks, melanjutkan reli di bursa saham Wall Street.

Sentimen positif di bursa saham Asia pekan ini, dihembuskan oleh hasil pertemuan tahunan pimpinan Partai Komunis China yang mengumumkan sejumlah reformasi, termasuk rencana membuat kebijakan moneter yang lebih fleksibel untuk mendorong pertumbuhan. Bursa saham Jepang hari ini tutup merayakan Hari Ulang Tahun Kaisar.

Perdagangan saham Asia hari ini diawali dengan mencatatkan nilai positif pada indeks ASX 200 Australia, naik 0,74% (37,910 poin) ke level 5.154,60 pada pukul 08.30 WIB. Kenaikan indeks didorong oleh reli harga saham emiten pertambangan, seiring reli harga bijih besi di pasar global. Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melaju 0,54% ke level 2.003,26.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan kembali melanjutkan manuvernya di zona hijau, didorong tren positif di bursa saham AS dan Asia, setelah kemarin berhasil berlabuh di teritori positif.

Analis memperkirakan, aksi beli berpeluang kembali mendominasi perdagangan hari ini, melanjutkan tren penguatan dan pola kenaikan indeks jangka pendek, menembus target resisten terdekat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham global, IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, di tengah aksi jual investor asing membuat IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.490 dan resistance 4.540. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: HMSP [HMSP 97,200 -400 (-0,4%)](Spec Buy), LPKR [LPKR 1,305 -15 (-1,1%)](BoW), ASII [ASII 6,400 100 (+1,6%)](BoW), dan BBCA [BBCA 13,125 -175 (-1,3%)](BoW).

Amerika Serikat dan Eropa

Indeks saham acuan di bursa Wall Street, pagi tadi menguat kembali, terbantu oleh stabilisasi harga minyak yang memulihkan harga saham di sektor energi dan terkait minyak.

Departemen Perdagangan AS merilis data pertumbuhan ekonomi periode Juli-September sebesar 2,0 persen, sedikit lebih rendah dari estimasi 2,1 persen, namun masih lebih besar dari ekspektasi analis sebesar 1,9 persen.

Para analis menilai laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang solid, mengonfirmasi bahwa kebijakan The Fed menaikkan suku bunga tidak terlalu agresif.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,96% (165,65 poin) menjadi 17.417,27.
S&P 500, naik 0,88% (17,82 poin) ke level 2.038,97.
Nasdaq Composite menguat 0,65% (32,19 poin) ditutup di 5.001,11.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melesat 1,74% menjadi US$21,07.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif, gagal mempertahankan penguatan yang solid didorong kenaikan harga minyak. Namun kenaikan harga minyak selama sesi perdagangan, tak bisa menghilangkan kekhawatiran investor akan berlimpahnya pasokan minyak.

Rencana ekonomi China yang akan mengadopsi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih "fleksibel", mendongkrak harga saham otomotif dan pertambangan logam.

FTSE 100 London melesat 0,80% (48,26 poin) menjadi 6.083,10.
DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,09% (-9,02 poin) menjadi 10.488,75.
CAC 40 Paris naik tipiis 0,05% (2,43 poin) menjadi 4.567,60.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan pelemahan, akibat aksi profit taking para investor dan negatifnya data perumahan yang dirilis Amerika Serikat.

Total penjualan rumah AS periode November turun jauh 10,5 persen. Sementara Departemen Perdagangan mengumumkan data produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga 2015 tumbuh 2,0 persen, sedikit lebih dari perkiraan 2,1 persen.

Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16 persen menjadi 98,21.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb 23

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas Nwe York, pagi tadi menguat, bahkan melebihi harga minyak mentah Brent North Sea di bursa London, setelah Washington mencabut larangan ekspor minyak.

Sebelumnya, harga minyak mentah Brent ditutup dengan melanjutkan pelemahan, ke level terendah sejak 2014. Namun analis memperingatkan, harga minyak masih rentan mengalami penurunan setelah pengumuman data persediaan minyak AS yang akan dirilis Departemen Energi AS, Rabu ini.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari naik 33 sen menjadi US$36,14 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Februari turun 24 sen menjadi US$36.11.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi rontok dihantam aksi para trader untuk mengamankan posisinya sehingga gagal memanfaatkan pelemahan dolar AS.

Trader bersiap untuk libur panjang Natal dengan melakukan technical trading dengan membeli atau melepaskan emas tanpa menghiraukan pelemahan dolar AS.

Emas juga gagal memnfaaatkan dukungan laporan penjualan rumah sepanjang November yang melemah 10,5 persen menjadi 4,760 juta unit.

Harga emas pengiriman Februari anjlok US$6,5 (0,60%) menjadi US$1.074,1 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$1.072,15 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)




Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Reli__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4034132&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Antara.jpg#.VnoO1UDcp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news