Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (26/11) dibuka serempak menguat menyambut rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengucurkan stimulus moneter baru dan rebound harga minyak.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat di atas 1 persen, namun berlanjut dengan sedikit mengendur menjadi 0,88% (45,82 poin) ke level 5.239,50 pada pukul 08.25 WIB.
Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham emiten perbankan, sementara harga saham emiten pertambangan bergerak variatif. Pasar menunggu rilis data belanja modal kuartal ketiga.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang, melaju 0,53% (106,08 poin) menjadi 19.953,66, didorong penguatan harga saham emiten otomotif dan elektronika. Kenaikan saham emiten otomotif dan elektronika juga mendongkrak indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 0,87% ke level 2.026,97
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan kembali melanjutkan penguatan, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau. Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan skenario kenaikan jangka pendek menembus target resisten 4.608.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, minimnya sentimen negatif bursa global dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO serta komoditas tambang mineral, diprediksi akan mendorong penguatan indeks.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.615. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AKRA [AKRA 5,925
-50 (-0,8%)] ( Spec Buy ), BMRI [BMRI 9,200
275 (+3,1%)] (SoS), LPPF [LPPF 16,525
-225 (-1,3%)] (SoS) dan UNVR [UNVR 37,675
-125 (-0,3%)] (Spec Buy).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan tipis pada sebagian besar indeks saham acuan, di tengah sepinya transaksi jelang musim belanja libur Thanksgiving, meskipun rilis data ekonomi AS menunjukkan penguatan yang cukup signifikan.
Rilis data Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan baru untuk produk manufaktur tahan lama pada Oktober meningkat 3,0 persen, menjadi US$239 miliar, jauh di atas konsensus pasar.
Pendapatan pribadi AS pada Oktober meningkat 0,4 persen, sejalan dengan perkiraan pasar. Pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 0,1 persen, pada Oktober.
Penjualan rumah baru AS pada Oktober naik 10,7 persen dibanding bulan sebelumnya. dan 4,9 persen di atas perkiraan Oktober tahun lalu di 472.000 unit. Angka pendahuluan klaim awal tunjangan pengangguran pekan lalu turun 12.000 dari minggu sebelumnya 260.000, di bawah ekspektasi pasar 270.000.
Dow Jones Industrial Average naik tipis 0.01% (1,20 poin) menjadi 17.813,39.
S&P 500 turun tipis 0,01% (-0,27 poin) berakhir di 2.088,87.
Nasdaq Composite menguat 0,26% (13,33 poin) ditutup di 5.116,14.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,14% menjadi US$21,10.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam mengalami rebound dan berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan utama.
Pasar mulai mengabaikan tekanan geopolitik passca penembakan jet tempur Rusia oleh Turki, dan kembali fokus pada berita-berita ekonomi. Harga saham penerbangan dan hotel kembali menguat, setelah Moskow dan Ankara menunjukkan sikap menahan diri dari konflik lebih lanjut.
Penguatan indeks juga didukung oleh laporan S&P yang menyebutkan adanya indikator yang menunjukkan bahwa menguatnya permintaan domestik dapat mengatasi lemahnya ekspor zona euro, karena konsumen mulai berbelanja lebih banyak. Laporan kinerja positif pada sejumlah emiten ikut mendongkrak indeks.
FTSE 100 London naik 0,96% (60,41 poin) menjadi 6.337,64.
DAX 30 Frankfurt melesat 2,15% (235,55 poin) ke level 11.169,54
CAC 40 Paris melaju 1,51% (72,71 poin) di posisi 4.892,99.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di passar uang New York, pagi tadi menguat di tengah data ekonomi positif dari negara itu. Rilis sejumlah data menunjukkan, belanja konsumen Oktober naik 0,1 persen.
Data klaim pengangguran sedikit lebih rendah dari ekspektasi, pesanan barang tahan lama naik melebihi ekspektasi, dan penjualan rumah baru meningkat 10,7 persen. Pasar AS akan ditutup pada Kamis dan ditutup lebih awal pada Jumat.
Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,24 persen menjadi 99,764.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat di atas 1 persen, namun berlanjut dengan sedikit mengendur menjadi 0,88% (45,82 poin) ke level 5.239,50 pada pukul 08.25 WIB.
Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham emiten perbankan, sementara harga saham emiten pertambangan bergerak variatif. Pasar menunggu rilis data belanja modal kuartal ketiga.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang, melaju 0,53% (106,08 poin) menjadi 19.953,66, didorong penguatan harga saham emiten otomotif dan elektronika. Kenaikan saham emiten otomotif dan elektronika juga mendongkrak indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 0,87% ke level 2.026,97
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan kembali melanjutkan penguatan, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau. Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan skenario kenaikan jangka pendek menembus target resisten 4.608.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, minimnya sentimen negatif bursa global dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO serta komoditas tambang mineral, diprediksi akan mendorong penguatan indeks.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.615. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AKRA [AKRA 5,925
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan tipis pada sebagian besar indeks saham acuan, di tengah sepinya transaksi jelang musim belanja libur Thanksgiving, meskipun rilis data ekonomi AS menunjukkan penguatan yang cukup signifikan.
Rilis data Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan baru untuk produk manufaktur tahan lama pada Oktober meningkat 3,0 persen, menjadi US$239 miliar, jauh di atas konsensus pasar.
Pendapatan pribadi AS pada Oktober meningkat 0,4 persen, sejalan dengan perkiraan pasar. Pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 0,1 persen, pada Oktober.
Penjualan rumah baru AS pada Oktober naik 10,7 persen dibanding bulan sebelumnya. dan 4,9 persen di atas perkiraan Oktober tahun lalu di 472.000 unit. Angka pendahuluan klaim awal tunjangan pengangguran pekan lalu turun 12.000 dari minggu sebelumnya 260.000, di bawah ekspektasi pasar 270.000.
Dow Jones Industrial Average naik tipis 0.01% (1,20 poin) menjadi 17.813,39.
S&P 500 turun tipis 0,01% (-0,27 poin) berakhir di 2.088,87.
Nasdaq Composite menguat 0,26% (13,33 poin) ditutup di 5.116,14.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,14% menjadi US$21,10.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam mengalami rebound dan berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan utama.
Pasar mulai mengabaikan tekanan geopolitik passca penembakan jet tempur Rusia oleh Turki, dan kembali fokus pada berita-berita ekonomi. Harga saham penerbangan dan hotel kembali menguat, setelah Moskow dan Ankara menunjukkan sikap menahan diri dari konflik lebih lanjut.
Penguatan indeks juga didukung oleh laporan S&P yang menyebutkan adanya indikator yang menunjukkan bahwa menguatnya permintaan domestik dapat mengatasi lemahnya ekspor zona euro, karena konsumen mulai berbelanja lebih banyak. Laporan kinerja positif pada sejumlah emiten ikut mendongkrak indeks.
FTSE 100 London naik 0,96% (60,41 poin) menjadi 6.337,64.
DAX 30 Frankfurt melesat 2,15% (235,55 poin) ke level 11.169,54
CAC 40 Paris melaju 1,51% (72,71 poin) di posisi 4.892,99.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di passar uang New York, pagi tadi menguat di tengah data ekonomi positif dari negara itu. Rilis sejumlah data menunjukkan, belanja konsumen Oktober naik 0,1 persen.
Data klaim pengangguran sedikit lebih rendah dari ekspektasi, pesanan barang tahan lama naik melebihi ekspektasi, dan penjualan rumah baru meningkat 10,7 persen. Pasar AS akan ditutup pada Kamis dan ditutup lebih awal pada Jumat.
Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,24 persen menjadi 99,764.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan harga setelah laporan persediaan AS menunjukkan peningkatan pasokan minyak bumi, tetapi laporan terpisah menunjukkan lebih sedikit rig AS yang beroperasi.
Data Departemen Energi AS menunjukkan, pasokan minyak AS pekan lalu naik 1,0 juta barel menjadi 488,2 juta barel, di bawah ekspektasi pasar, atau 105,2 juta barel lebih besar dari satu tahun sebelumnya.
Persediaan di Cushing, Oklahoma, pelabuhan pengiriman kontrak minyak AS, bertambah 1,75 juta barel menjadi 58,6 juta barel. Laporan Baker Hughes menunjukkan penurunan operasi 9 rig minyak di AS menjadi 555 rig, pekan lalu.
Pedagang minyak di bursa London menuggu pertemuan OPEC pekan depan di Wina untuk memastikan sinyal pengurangan produksi.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari, naik 17 sen menjadi US$43,04 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari, naik 5 sen menjadi US$46,17 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi turun kembali, terpengaruh oleh rilis sejumlah data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, yang mendongkrak nilai tukar dolar AS.
Perbaikan indikator ekonomi AS, memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti, sehingga menurunkan minta investor untuk berinvestasi emas. Mulai meredanya ketegangan geopolitik Turki-Rusia ikut melemahkan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$3,8 (-0,35%) menjadi US$1.070,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$1,070,36 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan harga setelah laporan persediaan AS menunjukkan peningkatan pasokan minyak bumi, tetapi laporan terpisah menunjukkan lebih sedikit rig AS yang beroperasi.
Data Departemen Energi AS menunjukkan, pasokan minyak AS pekan lalu naik 1,0 juta barel menjadi 488,2 juta barel, di bawah ekspektasi pasar, atau 105,2 juta barel lebih besar dari satu tahun sebelumnya.
Persediaan di Cushing, Oklahoma, pelabuhan pengiriman kontrak minyak AS, bertambah 1,75 juta barel menjadi 58,6 juta barel. Laporan Baker Hughes menunjukkan penurunan operasi 9 rig minyak di AS menjadi 555 rig, pekan lalu.
Pedagang minyak di bursa London menuggu pertemuan OPEC pekan depan di Wina untuk memastikan sinyal pengurangan produksi.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari, naik 17 sen menjadi US$43,04 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari, naik 5 sen menjadi US$46,17 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi turun kembali, terpengaruh oleh rilis sejumlah data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, yang mendongkrak nilai tukar dolar AS.
Perbaikan indikator ekonomi AS, memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti, sehingga menurunkan minta investor untuk berinvestasi emas. Mulai meredanya ketegangan geopolitik Turki-Rusia ikut melemahkan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$3,8 (-0,35%) menjadi US$1.070,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$1,070,36 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Menguat__IHSG_Lanjutkan_Tren_Positif&level2=newsandopinion&id=3984638&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-bloomberg5.jpg#.VlaLaU_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar