About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 24 November 2015

Market Brief: Asia Melemah, IHSG Berpotensi Menguat, Waspadai Aksi Ambil Untung

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (25/11) dibuka melemah, gagal melanjutkan reli sehari sebelumnya, kendati bursa saham Wall Street berhasil membukukan kenaikan indeks saham acuan, didorong kenaikan harga komoditas minyak dan logam mulia.

Ketidakpastian global meningkat setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia di perbatasan Suriah, kemarin.

Bursa saham Jepang dibuka dengan menempatkan saham-saham mayoritas di zona merah, indeks Nikkei 225 Jepang melorot 0,53% (-104,75 poin) menjadi 19.820,14 pada pukul 08.15 WIB.

Harga saham-saham emiten otomotif, elektronika dan penerbangan berguguran dihantui kekhawatiran investor akan voltilitas pasar global.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia juga melemah 0,43% (-22,587 poin) ke level 5.204,00, meskipun sempat dibuka dengan mecatatkan kenaikan tipis 0,05%.

Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten penerbangan dan perbankan, namun tertahan oleh kenaikan harga saham emiten penghasil sumber daya alam kecuali bijih besi. Indeks Kospi, Korea Selatan, cenderung mendatar di posisi 2.016,72.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan sulit keluar dari tekanan pelemahan indeks global, kendati kemarin berhasil meredam aksi jual dan mengakhiri perdagangan di teritori positif.

Analis memperkirakan indeks berpotensi berbalik arah menjadi melemah akibat tekanan aksi ambil untung oleh pelaku pasar. Namun keberhasilan meredam aksi jual kemarin berpeluang mendorong indeks untuk mengalami technical rebound secara terbatas, melanjutkan tren kenaikan indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya harga minyak mentah dunia sebagai dampak meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar dolar diprediksi akan mendorong penguatan indeks.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.520 dan resistance 4.570. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,250 200 (+1,8%)](SoS), SILO [SILO 9,825 350 (+3,7%)](Spec Buy), SSIA [SSIA 595 20 (+3,5%)](Spec Buy) dan INTP [INTP 20,000 500 (+2,6%)] (BoW).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat dipicu oleh reli harga minyak setelah insiden penembakan jet tempur Rusia oleh Turki di perbatasan Suriah.

Kenaikan indeks juga ditopang oleh pertumbuhan PDB AS sebesar 2,1 persen pada kuartal ketiga (yoy) melebihi ekspektasi pemerintah sebesar 1,5 persen. Namun laju indeks dijegal oleh penurunan indeks kepercayaan konsumen versi Conference Board menjadi 90,4 pada November ini, jauh di bawah ekspektasi 99,5, dan indeks Oktober 99,1.

Reli harga saham emiten di industri wisata dan perjalanan terhenti setelah pemerintah AS mengeluarkan global advisory warning karena "peningkatan ancaman teroris" pasca serangan di Paris.

Dow Jones Industrial Average naik 0,11% (19,51 poin) menjadi 17.812,14
S&P 500 tumbuh 0,12% (2,55 poin) ke level 2.089,14.
Nasdaq Composite melangkah 0,1% (0,03 poin) ditutup di 5.102,81.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melaju 0,86% menjadi US$21,13.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir dengan membukukan penurunan tajam, setelah beredar rekaman video penembakan pesawat tempur Rusia oleh Turki di perbatasan Suriah karena telah berulang kali memasuki wilayah udara Turki.

Harga saham-saham emiten terkait perjalanan berguguran setelah AS mengelurkan peringatan kepada warganya untuk menghindari perjalanan jauh setelah serangan di Paris dan munculnya ancaman teroris di sejumlah negara.

FTSE 100 London melorot 0,45% (-28,26 poin) menjadi 6.277,23.
DAX 30 Frankfurt terperosok 1,43% (-158,32 poin) ke level 10.933,99.
CAC 40 Paris anjlok 1,41% (-68,84 poin) di posisi 4.820,28.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New York, pagi tadi melemah karena investor mencari aset safe haven seiring menguatnya ketegangan antara Rusia dan Turki.

Pasar seperti mengabaikan laporan pertumbuhan ekonomi AS yang optimistis sehingga mendukung ekspektasi kenaikan The Fed rate bulan depan. Kurs dolar mendapatkan tekanan lebih lanjut setelah surat Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen, yang dirilis Senin lalu, yang memperkirakan bahwa pengetatan kebijakan moneter akan dilakukan "secara bertahap" setelah kondisi membaik.

Pelemahan dolar tertahan oleh laporaan Departemen Perdagangan AS tentang pertumbuhan PDB AS pada kuartal ketiga tumbuh 2,1 persen (yoy), sejalan dengan ekspektasi pasar.

Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,21 persen menjadi 99,60.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot


mb25

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate di bursa New York Mercantile Exchange, dan minyak mentah Brent North Sea di bursa London ICE, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, dipicu oleh kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Turki menembak jatuh jet tempur Rusia di perbatasan Suriah.

Analis mengkhawatirkan insiden penembakan ini akan menjalar ke beberapa kawasan Timur Tengah dan mempengaruhi pasokan minyak dunia. Pasar menunggu laporan persediaan minyak AS yang akan dirilis Rabu ini.

Analis memperkirakan masih akan terjadi kenaikan produksi minyak AS hingga 20 November lalu.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari naik US$1,12 menjadi US$42,87 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari naik US$1,29 dolar menjadi US$46,12 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi ditutup menguat didorong pelemahan kurs dollar AS dan ketegangan geopolitik yang mendominasi sentimen pasar.

Harga logam mulia mendapat sentimen positif, karena investor mengalihkan sebagian asetnya ke emas sebagai safe haven, akibat meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Turki setelah Ankara menembak jatuh jet tempur Rusia.

Para analis mencatat ketika ketegangan geopolitik memanas, investor beralih ke logam mulia sebagai safe haven. Namun harga emas masih mendapat tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bungan The Fed bulan depan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$7 (0,66%), menjadi US$1.073,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$1.074,86 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Melemah__IHSG_Berpotensi_Menguat__Waspadai_Aksi_Ambil_Untung&level2=newsandopinion&id=3982450&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg-2-daylife.jpg#.VlUeuk_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news