About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 18 November 2015

Market Brief: AS dan Asia Melaju, IHSG Variatif Cenderung Menguat

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (19/11) dibuka di zona hijau, mengikuti kenaikan bursa saham AS yang beraksi positif terhadap rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS, Oktober lalu, yang memberi sinyal kenaikan suku bunga AS pada Desember nanti.

Bursa saham Jepang hari ini dibuka bergairah, mendorong indeks Nikkei 225 kembali mendekati level 20.000, naik 1,48% (291,43 poin) ke level 19.940,61, pada pukul 8:30 WIB. Kenaikan indeks juga didorong oleh rilis data perdagangan Jepang, untuk Oktober, yang membukukan surplus US$902,5 juta, mematahkan estimasi penurunan. Harga saham-saham emiten otomotif dan elektronika melaju memanfaatkan pelemahan yen. Pasar menungggu keputusan suku bunga setelah pertemuan dua hari Bank of Japan.

Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia mencatatkan kenaikan 1,18% (60,59 poin) menjadi 5.193,70, didorong kenaikan harga saham emiten pertambangan minyak dan logam, serta perbankan. Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,86% menjadi 1.979,83.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali bermanuver di zona hijau mengikuti tren positif yang berkembang di bursa AS dan Asia, meskipun kemarin gagal mengakhiri perdagangan di teritori positif. Analis memperkirakan indeks akan melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, namun masih berpeluang melanjutkan skenario pelemahan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah pagi ini, di tengah arus keluar dana asing, berpotensi membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.450 dan resistance 4.520. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS [PGAS 2,910 300 (+11,5%)] (Spec Buy), MPPA [MPPA 2,025 100 (+5,2%)] (Spec Buy), SMGR [SMGR 11,500 400 (+3,6%)] (SoS) dan INTP [INTP 20,900 325 (+1,6%)] (SoS).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi ini ditutup dengan membukukan penguatan tajam, didorong rilis risalah pertemuan The Fed, Oktober lalu, yang mengindikasikan kondisi ekonomi AS yang cukup kuat untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Kenaikan indeks juga didorong oleh lompatan harga saham-saham emiten teknologi informasi, bioteknologi dan perawatan kesehatan, serta emiten yang terkait minyak dan komoditas lain.

Dow Jones Industrial Average melaju 1,42% (247,66 poin) menjadi 17.737,16.
S&P 500 melesat 1,62% (33,14 poin) ke posisi 2.083,58.
Nasdaq Composite melambung 1,79% (89,19 poin) ke level 5.075,20.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New Yorkk Stocks Exchange naik 1,02% ke level US$20,88.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam berakhir suram dengan hanya mencatatkan kenaikan pada indeks FTSE 100, Inggris, ditopang kenaikan harga minyak. Kekhawatiran akan faktor keamanan di kawasan Eropa pasca serangan teroris ISIS di Paris, masih manghantui pasar, kendati pasukan keamanan Prancis telah berhasil melumpuhkan lokasi yang diduga menjadi sarang pelaku teror akhir pekan lalu. Harga saham emiten penerbangan Prancis berguguran.

FTSE 100 London naik 0,16% (10,21 poin) menjadi 6.278,97.
DAX Jerman melemah 0,10% (-11,09 poin) ke level 10.959,95.
CAC 40 melorot 0,62% (-30,59 poin) dituutup di 4.906,72.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New Tork, pagi tadi ditutup menguat, didongkrak risalah pertemuan The Fed yang mendukung setimasi kenaikan suku bunga, pada Desember nanti. Sebagian besar pembuat kebijakan The Fed mengisyaratkan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga secara bertahap mulai akhir tahun ini. Laju dolar sedikit tertahan oleh rilis data "housing starts" sebanyak 1,06 juta unit pada Oktober, yang berada di bawah perkiraan pasar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS sempat naik ke level tertinggi selama tujuh bulan terakhir, dan berakhir cenderung mendatar di level 99,598.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot


mb19

Komoditas

Harga minyak dunia, pagi tadi kembali menguat, menyambut rilis risalah The Fed yang mengindikasikan perbaikan ekonomi AS dan global. Namun analis berpendapat, tekanan harga minyak belum akan berakhir karena data Departemen Energi AS pekan lalu menunjukkan kenaikan cadangan sebesar 252.000 barel, sehingga menambah stok minyak AS menjadi 487,3 juta barel, mendekati rekor 490,9 juta barel pada April lalu.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember naik 8 sen menjadi U$ 40,75 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari naik 57 sen (1,3%) menjadi U$ 44,14 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, ditopang data rumah baru (housing starts) milik pribadi di AS pada Oktober sebesar 1,06 juta unit, yang berada di bawah perkiraan pasar. Para analis mengatakan pedagang tetap berhati-hati pasca serangan teroris di Paris pekan lalu. Pasar ditutup sebelum risalah pertemuan The Fed Oktober laluu diumumkan. Pedagang juga menunggu laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS dan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia, yang akan dirilis hari ini.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 10 sen (0,01%) menjadi US$1.068,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,05% menjadi US$1.070,56 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)

 

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Melaju__IHSG_Variatif_Cenderung_Menguat&level2=newsandopinion&id=3972611&img=level1_topnews_1&urlImage=#.Vk0y20_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news