About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 11 Maret 2015

Market Brief: Tekanan Dolar Mereda, Aksi Profit Taking Masih Bayangi IHSG

Ipotnews – Bursa saham Asia pagi ini (12/3) dibuka cerah dengan bermanuver di zona hijau. Meski isu penguatan dolar AS dan spekulasi kenaikan suku bunga AS masih menghambat laju indeks dan menekan harga komoditas, namun sentimen positif akan meningkatnya ekspor mendorong kenaikan indeks. Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,5% dimotori oleh kenaikan harga saham emiten eksportir elektronik, otomotif, dan jaringan penjualan pakaian. Penguatan indeks berlanjut ke level 18.856,56, naik 0,71% pada pukul 8:15 WIB. Pada jam yang sama indeks S&P AX 200 juga mencatatkan kenaikan 0,84%, menguat ke level 5.842, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,5%. Laju indeks terangkat oleh kenaikan harga saham emiten perbankan dan sentimen positif perbaikan data lapangan kerja Australia yang mencatatkan kenaikan 15.600 lapangan kerja pada Februari lalu.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini diharapkan akan mengalami reboundmeninggalkan kubangan zona merah sepanjang hari kemarin. Analis berpendapat, ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan hari ini, akan berdampak positif pada IHSG. Indeks saham masih berpeluang menguat karena belum keluar dari jaluruptrend setelah kemarin mengalami koreksi yang terbilang wajar. Namun sentimen pelemahan rupiah berpotensi mendesak IHSG ke jalur downtrend jika investor memilih menunggu di harga terendah.

Tim  Riset Indo Premier berpendapat, pergerakan indeks diperkirakan masih dibayangi aksi profit taking akibat dari pelemahan bursa global dan penguatan dolar Amerika Serikat, serta masih minimnya katalis positif. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.400 dan resist 5.445. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MPPA [MPPA 4,190 40 (+1,0%)], ASII [ASII 7,900 50 (+0,6%)], BBCA [BBCA 14,175 -100 (-0,7%)] dan TLKM [TKLM 0 0 (+0,0%)].

AS dan Eropa

Bursa saham Wall Street pagi tadi ditutup dengan mencatatkan pelemahan, namun lebih baik ketimbang penutupan indeks sehari sebelumnya. Kenaikan nilai tukar dolar AS dan spekulasi kenaikan suku bunga dolar AS masih mempengaruhi pergerakan indeks saham utama di bursa Wall Street. Pasar mengkhawatirkan kenaikan nilai tukar dolar AS akan menggerus kinerja ekspor. Namun analis mengatakan, pasar terlalu mengkhawatirkan dampak negatif dari penguatan dolar, namun tidak mempertimbangkan dampak positif penguatan ekonomi AS.

Dow Jones Industrail Average tergelincir 0,16% (-27,55 poin) ke level 17.635,39.
S&P 500 terpeleset 0,19% (-3,92 poin), berakhir di level 2.040,24.
Nasdaq Composite turun 0,20% (-9,85 poin), ditutup di level 4.849,94.

Harga ETF Indonesia yang diperdagangkan di New York naik 0,19% (0,05 poin) menjadi US$26,55.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona hijau dengan mencatatkan penguatan indeks, setelah sehari sebelumnya berguguran diterjang keperkasaan dolar AS dan isu utang Yunani. Meskipun isu yang sama masih membayangi, namun sentimen investor berbalik arah menyikapi fenomena pelemahan euro. Indeks di bursa saham utama mengalami reli, didorong oleh kenaikan harga saham emiten eksportir. Indeks DAX 30, Frankfurt bahkan berhasil mencatatkan rekor tertinggi menembus level 11.800 untuk pertama kalinya. Kenaikan indeks utama Eropa juga terbantu oleh optimisme bahwa peluncuruan program pelonggaran kuantitatif Bank Sentral Eropa akan efektif menggenjot inflasi dan pertumbuhan ekonomi zona euro di bulan-bulan mendatang.

DAX 30, Franfurt melesat 2,66%, melambung ke level 11.822,53.
CAC 40, Paris melompat 2,37%, mencapai level 4.997,75.
FTSE 100, London sedikit menguat 0,28%, ke level 6.721,51.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dollar AS menguat ke level tertinggi 12 tahun terhadap euro, pagi tadi terdongkrak oleh pengucuran program stimulus Bank Sentral Eropa (ECB) dalam perekonomian, ketika Federal Reserve mengarah untuk menaikkan suku bunga. Nilai tukar euro jatuh menjadi US$1,0536 sekitar pukul 02.00 waktu setempat, tingkat terendah sejak April 2003. Analis mengatakan perbedaan kebijakan antara ECB dan The Fed memainkan peran penting dalam penurunan kurs euro.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi US$1,0535 dari US$1,0699 di sesi sebelumnya, dan poundsterling melorot jadi US$1,4934 dari US$1,5073. Sementara, dollar AS dibeli 121,51 yen Jepang, lebih tinggi dari 121,10 yen pada sesi sebelumnya.Indeks dollar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada Rabu pukul 00.55 waktu setempat naik sebesar 1,21 persen menjadi 99,86.

Nilai Tukar Dolar AS pada Akhir Perdagangan di Bursa New York


Country/currency
IN US$
US$ VS. % CHG
PER US$
Wed
Tues
1-Day
YTD
Wed
Tues
Euro area euro
1.0548
1.0700
1.44
14.7
0.9481
0.9346
U.K. pound
1.4932
1.5070
0.92
4.3
0.6697
0.6636
Japan yen
0.00823
0.00826
0.26
1.4
121.45
121.13
China yuan
0.1597
0.1598
0.05
0.9
6.2621
6.2592
Indonesia rupiah
0.0000759
0.0000755
-0.48
6.1
13182
13245
Sumber: WSJ.com, 11/3/2015

Komoditas

Harga minyak dunia pagi ini ditutup variatif (mixed) setelah Departemen Energi AS merilis laporan  kenaikan persediaan minyak AS sebesar 4,5 juta barel sepanjang pekan yang berakhir Maret lalu. Peningkatan persediaan menjadi 448,9 juta barel itu adalah tingkat tertinggi sejak dimulainya seri data mingguan pada 1982. Harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, kembali melorot, turun 12 sen menjadi US$48,17 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu harga minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April, justru mencatatkan penguatan US$1,15 menjadi US$57,54 per barel di bursa London. Analis menilai, pergerakan harga dua jenis minyak mentah itu memperlihatkan prospek fundamental yang berbeda. WTI memiliki prospek fundamental yang lemah, sedangkan Brent mempunyai kepekaan terhadap risiko goepolitik.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga jatuh ke level terendah dalam tiga bulan akibat penguatan dollar AS yang mendekati tingkat tertinggi dalam 12 tahun. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun US$9,5, atau sekitar 0,82%, menjadi US$1.150,60 per ounce. Sedangkan di pasar spot, harga turun 0,9% menjadi US$1,1151 per ounce. Analis dan investor mulai berspekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin akan menghapus kata "bersabar" dari pernyataan mereka setelah pertemuan berikutnya, dan dilanjutkan dengan menaikkan The Fed rate.

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Tekanan_Dolar_Mereda__Aksi_%3Ci%3EProfit_Taking%3C_i%3E_Masih_Bayangi_IHSG&level2=newsandopinion&id=3446220&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-bloomberg5.jpg#.VQD9P3ysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news