Menguatnya harga saham Wall Street dan melemahnya dolar AS, memicu harapan akan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di zona hijau hari ini. Tim Riset Indo Premier berpendapat, keputusan The Fed yang masih tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga acuan dengan tetap memperhatikan perkembangan data tenaga kerja dan inflasi, diprediksi akan menjadi katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat, dengan support 5.395 dan resist 5.440. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 14,225
Amerika Serikat dan Eropa
Bursa saham Wall Street pagi tadi mengakhiri perdagangan dengan mencatatkan penguatan. Pasar menilai, pernyataan Tthe Fed setelah mengakhiri pertemuan selama dua hari, mengindikasikan bahwa era suku bunga nol persen akan segera berakhir pada pertengahan tahun ini. Namun, penjelasan pimpinan The Fed Janet Yellen yang menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga menjadi sebesar 50 basis poin pada akhir tahun nanti, ditanggapi sebagai sikap kehati-hatian yang memicu reli harga saham Wall Street.
Dow Jones Industrial Average melompat 1,27% (277,11 poin), kembali menembus 18.000 di level 18.076,19.
S&P 500 melonjak 1,21% (25,14 poin), ke level 2.099,42.
Nasdaq Composite melaju 0,92% (45,39 poin) berakhir di level 4.982,83.
Harga TEF saham Indonesia di bursa AS naik 2,20% (0,59 poin) menjadi US$27,37.
Bursa saham Eropa yang ditutup sebelum akhir pertemuan The Fed, tadi malam berakhir mixed. Sikap investor yang menunggu keputusan The Fed, menekan harga saham di bursa Frankfurt dan Paris. Sedangkan di Inggris, pengumuman anggaran tahunan Inggris, memicu harga saham di bursa London. Anggaran yang dibacakan menteri keuangan, George Osborne itu memuat sejumlah pemangkasan pajak dan menaikkan perkiraan pertumbuhan serta memangkas defisit.
FTSE 100, London melambung 1,57% ke levell 6.945,20.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,48% ke level 11.922,77.
CAC 40 Paris berakhiir flat di level 5.033,42.
Nilai Tukar Dolar AS
Pernyataan The Fed yang mengindikasikan tingkat kenaikan suku bunga dalam dua tahun ke depan yang lebih lambat dari perkiraannya pada Desember lalu, mendesak nilai tukar dolar AS sehingga melemah terhadap sejumlah mata uang dunia. Meskipun memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun ini, namun Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memproyeksikan suku bunga The Fed hanya sebesar 0,5-0,75% pada akhir 2015 dan 1,75%-2,5% pada akhir 2016. Lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, masing-masing sebesar 1% dan 2,5%. Analis menilai pernyataaan The Fed mengindikasikan keprihatinannya terhadap penguatan nilai tukar dolar AS yang cenderung memberatkan ekspor.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| EUR-USD | 1.0836 | 0.0028 | 0.26% | 18:38:53 |
| GBP-USD | 1.4952 | 0.0026 | 0.17% | 18:42:05 |
| USD-JPY | 120.23 | 0.1200 | 0.10% | 18:44:03 |
| USD-CNY | 6.2294 | 0.0203 | 0.32% | 04:29:43 |
| USD-IDR | 13,177.50 | -3.00 | -0.02% | 04:59:59 |
Komoditas
Harga minyak dunia melesat pagi ini dipicu pernyataan kehati-hatian Federal Reserve sehingga mampu mengimbangi data lonjakan cadangan minyak Amerika Serikat. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, langsung menguat setelah pernyataan The Fed, yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Amerika "agak moderat " sejak Januari. The Fed juga menghapus kata "bersabar" untuk menaikkan suku bunganya, yang diindikasikan pasar sebagai kemungkinan kenaikan Fed Funds Rate pada pertengahan tahun ini. Sementara harga minyak mentah AS (WTI) di New York Mercantile Exchange, yang sempat anjlok ke level terendah tertekan oleh data cadangan yang melimpah, pagi tadi bergerak menguat menjelang penutupan.
Melanjutkan reli sehari sebelumnya, pagi tadi harga emas di bursa New York juga ditutup dengan mencatatkan kenaikan. Ekspektasi investor terangkat berkat pernyataan The Fed yang menghapuskan kata “bersabar” terhadap rencana kenaikan suku bunga. Analis berpendapat, pasar mendapatkan pandangan jangka panjang yang bearish seiring dengan berkurangnya risiko, yang berarti lebih sedikit alasan untuk tidak membeli emas sebagai safe haven.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka New York
| Commodity | Units | Price | Change | % Change | Contract | Time(ET) |
| Crude Oil (WTI) | USD/bbl. | 44.63 | -0.03 | -0.07% | Apr 15 | 18:03:07 |
| Crude Oil (Brent) | USD/bbl. | 55.91 | +2.40 | +4.49% | May 15 | 18:00:00 |
| COMEX Gold | USD/t oz. | 1,167.50 | +16.20 | +1.41% | Apr 15 | 18:02:42 |
| Gold Spot | USD/t oz. | 1,168.00 | +0.39 | +0.03% | --- | 18:27:48 |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Sikap_The_Fed_Munculkan_Harapan_Penguatan_IHSG&level2=newsandopinion&id=3462500&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VQoue9KsVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar