| Ipotnews - Bursa saham utama Asia pagi ini (23/3) dibuka bervariasi. Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka dengan mencatatkan kenaikan menembus level tertinggi baru, melanjutkan kenaikan indeks dan merespon penutupan bursa saham Eropa dan AS, akhir pekan lalu. Menguatnya nilai tukar yen terhadp dolar AS masih belum mampu mengalahkan kenaikan harga saham emiten eksportir di bidang elektronik. Nikkei 225 dibuka menguat, melaju 0,84% ke level 19.724,80 pada pukul 08:00WIB. Pada saat yang sama, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melorot 0,34%, ke level 5.955,30. Turun tajam sejak bursa dibuka dengan mencatatkan penurunan tipis 0,03% menjauhi level 6.000 yang pernah tercapai 7 tahun lalu. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan positif. Analis berpendapat, koreksi IHSG yang terjadi selama dua pekan terakhir berpotensi berbalik arah mengikuti tren penguatan di bursa global pasca pernyataaan The Fed, Rabu pekan lalu. Meskipun mengalami tekanan penurunan menjelang akhir pekan lalu, IHSG masih berada di jaluruptrend, sehingga respon positif terhadap penguatan bursa global dan laporan keuangan emiten kuartal I yang positif, berpeluang mendorong IHSG untuk menembus rekor baru. Tim Riset Indo Premier memperkirakan, pergerakan IHSG akan mendapatkan sentimen positif dari penguatan bursa global, dan diprediksi akan menguat terbatas, support 5.425 dan resist 5.460. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON [PWON 535 Amerika Serikat dan Eropa Menutup perdagangan sepekan lalu, bursa saham Wall Street berakhir di zona hijau. Semua indeks bergerak naik, dan berhasil mengantarkan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average untuk membukukan kenaikan lebih dari 2% sepanjang pekan ini. Indeks Nasdaq Composite kembali menembus level 5.000, dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi sejak tahun 2000 silam. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan harga saham emiten teknologi, didukung oleh pendapatan yang tinggi dan pertumbuhan laba. Pelemahan nilai tukar dolar AS, dan perbaikan harga komoditas memicu investor untuk membeli saham. Nasdaq Composite naik 0,89% (34,04 poin) ke level 5.026,42. S&P 500 melaju 0,90% (18,79 poin), berakhir di level 2.108,06. Dow Jones Industrial Average terangkat 0,90% (168,62 poin) menjadi 18.127,65. Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di Wall Street juga naik 0,96% menjadi US$27,33. Optimisme bakal tercapainya kesepakatan baru utang Yunani dan terpengaruh oleh pergerakanintraday bursa saham Wall Street, mendorong bursa saham utama Eropa untuk mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan indeks. Indeks CAC 40 Paris dan DAX 30 Frankfurt melambung lebih dari 1 persen. Indeks FTSE 100 London terbang menembus level 7.000, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah dipicu oleh kuatnya kinerja saham emiten energi dan sumber daya alam. FTSE 100 London mencatatkan kenaikan 0,86% persen, ke level 7.022,51. CAC 40, Paris naik 1%, ke level 5.087,49. DAX 30, Frankfurt melonjak 1,18% ke level 12.039,37. Nilai Tukar Dolar AS Menutup pekan lalu, nilai tukar dolar AS kembali melemah, mengakhiri perjalanan selama sepekan dengan mencatatkan nilai terendah terhadap euro selama lebih dari dua tahun terakhir, dan penurunan terbesar dalam dua bulan terkahir terhadap yen. Pernyataan Federal Reserve AS Rabu lalu, yang menurunkan perkiraannya tentang pertumbuhan, inflasi dan suku bunga masih mempengaruhi ekspektasi investor. Investor mengatakan, pernaytaan The Fed mencerminkan sensitivitas mereka akan penguatan nilai tukar lebih lanjut yang dinilai berpotensi menyebabkan penurunan kinerja perekonomian AS sehingga menyebabkan penundaan upaya untuk memperketat kebijakan moneternya. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot (5:05 PM EDT 3/20/2015)
Komoditas Penutupan perdagangan bursa minyak mentah Jumat pekan lalu, diwarnai dengan kenaikan harga yang sekaligus mengakhiri masa penurunan selama 4 pekan berturut-turut. Turunnya nilai tukar dolar AS, mendongkrak permintaan minyak, melambungkan harga minyak mentah AS hingga 4%. Harga minyak Brent mencatatkan kenaikan sebesar 1% sepanjang pekan ini, mengakhiri masa penurunan harga selama dua pekan berturut-turut. Berakhirnya kontrak penjualan minyak untuk pengiriman April di bursa berjangka, ikut mendorong kenaikan harga minyak mentah lantaran acuan harga untuk pengiriman bulan Mei yang lebih tinggi sekitar 1 dolar per barel. Rilis data survei Baker Hughes yang memperlihatkan pengurangan operasi 41 anjungan minyak selama pekan lalu, menjadi 825 rig - terendah sejak Maret 2011 - ikut mempengaruhi minat para trader komoditas untuk membeli minyak. Harga emas mengalami kenaikan sekitar 1% selama pekan lalu. Pada akhir perdagangan, Jumat pekan lalu, harga emas melambung mengarah pada kenaikan harga tertinggi sejak Januari lalu. Emas berhasil mendongkrak harga setelah The Fed mengindikasikan kehati-hatian dalam menaikkan suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi AS yang belum memuaskan, Rabu pekan lalu. Analis mengatakan, penurunan nilai tukar dolar AS dan kenaikan harga minyak akan memicu minat investor untuk menjadikan emas sebagai safe haven. Pelemahan harga minyak akan mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai dari gerogotan inflasi. Harga Komoditas di Bursa Berjangka 5:58 PM EDT 3/20/2015
Sumber : IPOTNEWS https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Penguatan_Bursa_Global_Akhir_Pekan_Lalu__Berpotensi_Angkat_IHSG&level2=newsandopinion&id=3469394&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VQ97gvysVWI |
About
IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.
Minggu, 22 Maret 2015
Market Brief: Penguatan Bursa Global Akhir Pekan Lalu, Berpotensi Angkat IHSG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar