About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 12 Maret 2015

Market Brief: Global Mixed, Rupiah Uji Penguatan IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (13/3) dibuka variatif, ditandai dengan lompatan indeks Nikkei 225 Jepang hingga menembus rekor selama 15 tahun terakhir, di level1 19.000. Pelemahan yen terhadap dolar AS mendongkrak harga saham emiten industri ritel dan ekportir. Nikkei 225 melompat % pada saat pembukaan, dan bertahan di level 19.193,44 hingga pukul 8:31 WIB. Namun kejayaan Nikkei tidak diikuti oleh bursa saham Australia, yang ibuka dengan mencatatkan penurunan indeks S&P/ASX 200 sebesar 0.4% dan terus melemah 0,68% ke level 5.810,30, digerogoti oleh penurunan harga saham di sektor perbankan dan sumber daya alam.

Keberhasilan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) melakukan technical rebound kemarin, mendorong optimisme akan kemampuan indeks untuk menuju level 5.500. Namun analis mengatakan nyali investor untuk melakukan aksi beli yang kemarin menopang kenaikan IHSG, masih akan diuji oleh fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih dalam tekanan pelemahan.  

Tim Riset Indo Premier berpendapat tern menguatnya bursa global diperkirakan akan membawa sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support 5.415 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MNCN [MNCN 2,925 0 (+0,0%)], WSKT [WSKT 1,700 55 (+3,3%)], AISA [AISA 2,190 15 (+0,7%)] dan SCMASCMA [ 0 0 (+0,0%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Indeks saham utama Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, setelah rilis sejumlah data yang memberi indikasi kepada investor bahwa Federal Reserve belum akan menaikkan suku bunga acuan secepat yang diperkirakan. Rilis data Departemen Perdagangan memperlihatkan adanya penurunan penjualan ritel, sedangkan rilis Departemen Tenaga Kerja AS memperlihatkan kenaikan data pendahuluan klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 7 Maret. Hasil stress test perbankan oleh The Fed dan pelemahan kurs dolar ikut memperkuat kenaikan indeks.

Dow Jones Industrial Average melompat 1,47% (259,83 poin) menjadi 17.895,22.
S&P 500 melesat 1,26% (25,71 poin) ke level 2.065,95.
Nasdaq Composite naik 0,89% (43,35 poin) berakhhir di level 4.893,29.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di Wall Street naik 0,11% (0,03 poin) menjadi US$26,58.

Indeks saham di bursa utama Eropa tadi malam berakhir variatif cenderung flat. Hanya indeks FTSE 100, Inggris yang menguat, didorong oleh kenaikan harga saham emiten pertambangan yang diguyur rumor kenaikan stok mineral China. Analis mengatakan, kebijakan pelonggaran pengucuran pinjaman China menghembuskan harapan di sektor pertambangan.

FTSE 100, London melaju 0,59%, ditutup di level 6.761,07.
CAC 40, Paris melemah 0,21%, ke level 4.987,33.
DAX 30, Frankfurt tergelincir 0,06%, berakhir di level 11.799,39.

Nilai Tukar Dolar AS

Perjalanan dollar AS untuk melanjutkan keperkasaannya terhadap sebagian besar mata uang global, pagi tadi terhenti  oleh rilis data angka penjualan ritel dan data pendahuluan ketenagakerjaan AS yang  negatif. Penjualan perdagangan ritel Februari turun 0,6 persen dari Januari, bertolak belakang dengan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,3 persen. Angka pendahuluan untuk klaim pengangguran selama sepekan yang berakhir pada 7 Maret lalu turun 36 ribu menjadi 289 ribu. Rilis data tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga mulai pertengahan tahun. Indeks dollar, yang mengukur nilai tukargreenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,65 persen menjadi 99,142 pada akhir perdagangan. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan tertekan oleh minat bei dolar AS yang masih tinggi.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(6:54 PM EDT 12/3/12/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.0623
-0.0013
-0.12%
Pound (GBP/USD)
1.4890
0.0007
0.05%
Yen (USD/JPY)
121.34
0.06
0.05%
Yuan (USD/CNY)
6.2598
-0.0054
-0.09%
Rupiah (USD/IDR)
13205
10
0.08%
Sumber : WSJ.com

Komoditas 

Harga minyak mentah anjlok pada penutupan perdagangan pagi tadi, karena para pedagang fokus pada peningkatan stok Amerika Serikat di tengah membanjirnya pasokan global. Data terbaru Genscape menunjukkan persediaan di terminal pengiriman minyak AS, Cushing, Oklahoma, meningkat lagi setelah jeda pekan lalu. Sehari sebelumnya, Departemen Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah Amerika melesat ke rekor tertinggi 448,9 juta barel pada pekan lalu. Nilai tukar dolar AS yang sedikit melemah tidak mampu mengangkat harga minyak mentah.

Harga emas di bursa New York pagi tadi ditutup menguat, mengakhiri masa penurunan harga selama delapan sesi berturut-turut, terpanjang sejak Maret 2009. Melemahnya dolar membantu harga emas yang kemarin sempat mencapai titik terendah sejak 1 Desember lalu, untuk sedikit memulihkan harga.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka

Commodity
Units
Price
Change
% Change
Contract
Time(ET)
Crude Oil (WTI)
USD/bbl.
46.83
-0.22
-0.47%
Apr 15
18:05:30
Crude Oil (Brent)
USD/bbl.
57.08
-0.46
-0.80%
Apr 15
18:00:00
COMEX Gold
USD/t oz.
1,152.80
+0.90
+0.08%
Apr 15
18:12:09
Sumber: Bloomberg.com, (3/12/2015)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_%3Ci%3EMixed%3C_i%3E__Rupiah_Uji_Penguatan_IHSG&level2=newsandopinion&id=3449313&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VQJKI3ysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news