About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 24 Maret 2015

Market Brief: Global Mixed, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Ipotnews - Bursa saham utama Asia pagi ini (25/3) dibuka cenderung menguat, dengan mencatatkan kenaikan indeks di bursa saham Australia dan Korea Selatan. Sementara itu, bursa saham Jepang dibuka cenderung flat, yang ditandai dengan pergerakan indeks Nikkei 225, yang menguat tipis pada saat pembukaan dan turun kembali 0,04% ke level 19.706,27 pada pukul 8:30 WIB. Pada saat yang sama indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,07% ke level 5.973,10, didorong oleh kenaikan harga saham emiten perbankan setelah bank sentral Australia menyatakan keyakinannya tentang pengetatan standar pinjaman perumahan. Ondkes Kospi Korea Selatan, nailk 0,2%.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mixed, didorong oleh keyakinan akan berlanjutnya penguatan setelah kemarin berhasil bertahan di zona hijau, di tengah gempuran aksi jual. Analis memperkirakan adu kuat aksi jual dan aksi beli masih akan berlanjut hari ini, namun masih ada harapan bagi untuk bertahan di jalur uptrend.

Tim Riset Indo Premier memperkirakan, kembali melemahnya bursa global akan menekan pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas, support 5.425 dan resist 5.470. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KLBF[KLBF 1,840 15 (+0,8%)], INDF [INDF 7,475 75 (+1,0%)] dan INAF [INAF 302 16 (+5,6%)]

Amerika Serikat dan Eropa

Pergerakan harga di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan di semua indeks utama saham AS. Rilis data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan memunculkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan lebih cepat menaikkan suku bunga acuan. Data penjualan rumah untuk keluarga baru pada Februari lalu naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dan indeks harga konsumen meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Analis mengatakan, investor masih berusaha untuk mendapatkan kejelasan rencana kenaikan suku bunga acuan AS, karena akan mempengarui kurs dolar AS yang berdampak pada data keuangan emiten.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,58% (-0,58 poin) menjadi 18.011,14.
S&P 500 meluncur 0,61% (-12,92 poin) ke level 2.091,50.
Nasdaq Composite melemah 0,32% (-16,25 poin) ke level 4.994,73

Harga ETF saham Indonesia di Wall Street naik 0,88% (0,24 poin) menjadi US$27,52.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup bervariasi dengan penguatan di sejumlah indeks saham. Pergerakan harga saham yang melemah pada sesi awal akibat melambatnya indikator ekonomi China, bergairah kembali setelah rilis data indeks pembelian manajer (PMI) gabungan Eropa. Indeks PMI Markit untuk Maret menunjukkan kenaikan aktivitas sektor manufaktur Eropa dari 53,3 pada Februari lalu menjadi 54,1, tertinggi dalam empat tahun. Indeks DAX 30 Frankfurt, dan CAC 40 melaju, namun indeks FTSE 100 melemah tertekan oleh penurunan harga saham emiten pertambangan yang terpengaruh oleh indikator pelemahan sektor manufaktur China.

DAX 30 Frankfurt melaju 0,92% ke level 12.005,69.
CAC 40 Paris menguat 0,67% menjadi 5.088,28.
FTSE 100 London susut 0.26%, menjadi 7,019.68.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dollar AS menguat terhadap sebagian mata uang utama dunia pada pagi ini, terangkat oleh data ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan yang dinilai positif. Data lembaga riset Markit mengungkapkan bahwa angka awal indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor manufaktur AS untuk bulan Maret naik menjadi 55,3 dari 55,1 pada bulan lalu. Indeks yang menunjukkan pemulihan sektor manufaktur Amerika tersebut juga lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 54,7. Indeks Harga Konsumen AS yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS juga naik 0,2 persen pada Februari disesuaikan secara musiman, sejalan dengan konsensus pasar, kenaikan pertama dalam empat bulan. Indeks dollar, yang mengukur nilai tukar greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,15 persen menjadi 97,174 pada akhir perdagangan. Kurs dolar AS menguat terhadap euro, poundsterling, dan dolar Australia, namun menguat terhadap yen.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(8:16 PM EDT 3/24/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.0915
-0.0011
-0.10%
Pound (GBP/USD)
1.4844
-0.0008
-0.05%
Yen (USD/JPY)
119.78
0.02
0.02%
Yuan (USD/CNY)
6.2024
-0.0064
-0.10%
Rupiah (USD/IDR)
12946
16
0.12%
Sumber: WSJ.com

Komoditas 

Harga minyak melorot pagi tadi tertekan oleh menguatnya kembali nilai tukar dolar AS terhadap euro, sehingga membuat harga minyak menjadi lebih mahal dalam mata uang non-dolar AS. Laju harga minyak semakin berat setelah data awal Indeks pembelian manajer di sektor manufaktur (PMI) China - salah satu konsumen minyak terbesar dunia - yang dirilis HSBC. Angka PMI Maret itu, menunjukkan penurunan ke level terendah dalam sebelas bulan, turun dari 50,7 pada Februari lalu menjadi 49,2, di bawah estimasi rata-rata analis yang disurvei Bloomberg News, sebesar 50,5.

Harga emas, pagi tadi mengakhiri perdagangan di bursa komoditas New York dengan mencatatkan kenaikan, tertinggi dalam dua setengah pekan terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga AS akan tertunda hingga September dabn kenaikan data indek harga konsumen. Pelemahan nilai tukar dolar AS selama beberapa hari terakhir, mendorong investor untuk membeli emas. Analis mengatakan dolar AS tetap menjadi faktor utama penggerak harga emas, dan trader akan memperhatikan pernyataan The Fed untuk memperkirakan seberapa cepat kenaikan suku bunga AS akan terjadi.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka

Commodity
Units
Price
Change
% Change
Contract
Time(ET)
Crude Oil (WTI)
USD/bbl.
47.56
+0.05
+0.11%
May 15
18:49:40
Crude Oil (Brent)
USD/bbl.
55.11
-0.81
-1.45%
May 15
17:59:5
COMEX Gold
USD/t oz.
1,191.90
+0.50
+0.04%
Apr 15
18:50:07
Gold Spot
USD/t oz.
1,192.61
-0.67
-0.06%
---
19:15:35
Sumber : Bloomberg.com, 24/3/2015

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__IHSG_Berpotensi_Menguat_Terbatas_&level2=newsandopinion&id=3474690&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VRIc2_ysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news