About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 16 Maret 2015

Market Brief: Global Hijau Cerah, IHSG Bangun Posisi Buy

Ipotnews - Melanjutkan sentimen positif yang berhembus di bursa saham utama Eropa dan AS, pagi ini (17/3) bursa saham Asia dibuka dengan bermanuver di zona hijau. Mengawali perdagangan saham Asia hari ini, indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka dengan reli hampir mencapai 1% didorong oleh isu merger emiten minyak dan logam. Optimisme pasar juga dihembuskan oleh hasil pertemuan bank sentral Australia yang mengungkapkan bahwa "nilai tukar dolar Australia masih di atas estimasi nilai fundamentalnya". Indeks S&P/ASX 200 masih mencatatkan kenaikan 0,81% menjadi 5.844,80 pada pukul 8:10 WIB. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melanjutkan manuvernya di zona hijau dengan mencatatkan kenaikan 0,86%, kembali memperbaharui ekor tertinggi 15 tahun di level 19.411,19.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan bermanuver di zona positif, setelah kemarin berhasil bertahan dari gempuran aksi jual. Analis menyebutkan, sejumlah langkah pemerintah untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan demi menyehatkan dan memperkuat perekonoomiian, serta ekspektasi dipertahankannya BI rate, memicu sentimen positif untuk melanjutkan penguatan IHSG. Pasar mulai membangun posisi buy untuk mengantisipasi pengumuman BI rate.

Tim Riset Indo Premier meyakini, menguatnya bursa global dapat membawa sentimen positif bagi indeks di tengah masih melemahnya harga minyak dunia, sedangkan dari dalam negeri pengumuman suku bunga Bank Indonesia diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.400 dan resist 5.460. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 12,900 0 (+0,0%)], BMRI [BMRI 11,975 -25 (-0,2%)], BBNI [BBNI 6,900 -25 (-0,4%)] dan TLKM [TLKM 2,980 5 (+0,2%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Optimisme investor menjelang pertemuan The Fed hari ini dan berhentinnya reli nilai tukar dolar AS berhasil mengangkat indeks saham Wall Street menjelang penutupan perdagangan saham pagi tadi. Analis mengatakan, perhatian pasar terfokus pada nilai tukar dolar yang turun terhadap euro menjelang pertemuan The Fed. Pasar mengekspektasikan The Fed masih akan berhati-hati untuk menaikkan suku bunga di tengah gempuran stimulus moneter di kawasan euro, Jepang, dan China. Penurunan harga minyak mendorong kenaikan harga saham emiten transportasi.

Dow Jones Industrial Average melambung 1,29% (228,11 poin), ke level 17.977,42.
S&P 500 membubung 1,35% (27,79 poin), berakhir di level 2.081,19.
Nasdaq Composite melompat 1,19% (57,75 poin), ditutup di level 4.929,51.

Harga saham ETF Indonesia di Wall Street (EIDO) naik 1,78% menjadi US$26,84.

Indeks harga saham di bursa utama Eropa tadi malam juga mengakhiri perdagangan di zona hijau terdorong oleh berlanjutnya sentimen positif terhadap kucuran likuiditas Bank Sentral Eropa. Nilai tukar euro yang melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, meskipun menguat terhadap dolar AS, mendongkrak harga saham emiten eksportir. Mayoritas sektor ditutup dengan membukukan kenaikan, dipimpin sektor otomotif, jasa keuangan dan industri kimia. Indeks DAX 30 Jerman kembali mencatatkan rekor, menembus level 12.000.

DAX 30 Frankfurt terbang 2,2%, bertengger di level 12.167,72.
FTSE 100 London, melaju 0,94%, ditutup di level 6.804,08.
CAC 40 Paris melesat 1,01% ke level 5.061,16.

Nilai Tukar Dolar AS

Jelang pertemuan The Fed hari ini, nilai tukar dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang dunia. Investor mengkhawatirkan bank sentral AS akan lebih berhati-hati dalam menetapkan suku bunga untuk yang pertama kalinya selama hampir satu dekade. Indeks dolar AS yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,72% menjadi 99,610 pada akhir perdagangan. Kurs dolar melemah terhadap mata uang euro dan poundsterling, namun menguat terhadap mata uang yen dan yuan. Rupiah masih terus melemah, pelaku pasar memilih menjauhi rupiah dan mengamankan kebutuhan dolarnya menjelang pertemuan The Fed dan Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI)hari ini.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
EUR-USD
1.0567
0.0001
0.01%
18:32:21
GBP-USD
1.4824
0.0005
0.03%
18:34:52
USD-JPY
121.3800
0.0400
0.03%
18:36:24
USD-CNY
6.2620
0.0031
0.05%
04:29:32
USD-IDR
13,245.0000
39.7000
0.30%
04:59:59
Sumber : Bloomberg.com, 16/3/2015

Komoditas 

Harga minyak mentah dunia kembali melemah hari ini, dan mencatatkan harga terendah selama enam tahun untuk harga  minyak WTI. Penurunan harga minyak terutama disebabkan oleh laporan OPEC yang mengindikasikan akan tetap mempertahankan pasokan di tengah melimpahnya persediaan minyak global. Dalam laporan bulanannya, OPEC mempertanyakan validitas reli harga minyak bulan lalu dalam kondisi kelebihan pasokan minyak yang mencapai hampir 1 juta barel per hari. Laporan tersebut sejalan dengan rilis Badan Energi Nasional AS akhir pekan lalu yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS sudah mendekati batas kapasitas penyimpanan akibat ledakan produksi minyak.

Searah dengan pergerakan harga minyak mentah, harga emas di pasar spot mengalami penurunan dengan diperdagangkan hanya sedikit di atas harga terendah selama tiga bulan terakhir. Namun penguatan euro dan ekspektasi pertemuan The Fed hari ini mendorong harga emas di bursa berjangka untuk pengiriman April 2015.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka

Commodity
Units
Price
Change
% Change
Contract
Time(ET)
Crude Oil (WTI)
USD/bbl.
43.78
-0.10
-0.23%
Apr 15
18:01:29
Crude Oil (Brent)
USD/bbl.
53.44
-1.23
-2.25%
Apr 15
14:29:55
COMEX Gold
USD/t oz.
1,153.90
+1.50
+0.13%
Apr 15
18:01:27
Gold Spot
USD/t oz.
1,154.64
-0.17
-0.01%
---
18:25:28
Sumber : Bloomberg.com, 16/3/2015

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Hijau_Cerah__IHSG_Bangun_Posisi_%3Ci%3EBuy%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=3456276&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-detik.jpg#.VQeVW9KsVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news