Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan mixed,berusaha melanjutkan kenaikan di tengah sentimen negatif yang berhembus dari bursa global. Analis memperkirakan, aksi jual akan menahan laju IHSG dan bahkan berpotensi membalik arah pergerakan indeks. Namun terjadinya koreksi wajar akan membuka peluang untuk memunculkan aksi beli sehingga mendorong indeks kembali ke jalur uptrend.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih berlanjutnya pelemahan atas harga minyak mentah dunia diperkirakan akan menekan pergerakan indeks. Dari dalam negeri, BI yang mempertahankan suku bunga acuan diperkirakan akan membawa dampak positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas, support 5.415 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ISAT [ISAT 4,060
Amerika Serikat dan Eropa
Bursa saham Wall Street pagi tadi cenderung memerah, terseret penurunan saham-saham komoditas menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed). Para investor menunggu pengumuman kebijakan Fed pada Rabu, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang pelaksanaan kenaikan suku bunga. Pada penutupan bursa pagi tadi hanya indeks Nasdaq Composite yang masih mencatatkan kenaikan. Indeks S&P 500 telah melemah sebesar 2% dari rekornya sejak 2 Maret lalu lantaran kekhawatiran bahwa penguatan mata uang dolar akan mengurangi laba perusahaan.
S&P 500 melemah 0,3% ditutup di level 2.074,17.
Dow Jones Industrial Average melorot 0,71% (-128,34 poin) ke level 17.849,08.
Nasdaq Composite masih mencatatkan kenaikan 0,16% (7,93 poin) menjadi 4.937,44.
Harga ETF saham Indonesia naik 0,22% menjadi US$26,78.
Pergerakan indeks saham utama Eropa, tadi malam sebagian besar berakhir di zona merah, terpengaruh oleh sikap para investor yang juga menunggu hasil pertemuan The Fed. Indeks DAX 30 Frankfurt yang sehari sebelumnya berhasil menembus rekor 12.000, tadi malam melorot tajam. Namun indeks FTSE 100 justru mencatatkan penguatan terdorong oleh reli harga saham emiten di sektor pertambangan dan minyak.
FTSE 100, London naik 0,49%, berakhir di level 6.837,61.
DAX 30, Frankfurt meluncur turun 1,54% , mendarat di level 11.980,85.
CAC 40, Paris melorot 0,64% ke level 5.028,93.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di bursa New York pagi tadi ditutup melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Kekhawatiran bahwa The Fed akan menghapus kata "bersabar" tentang rencana menaikkan suku bunga membuat investor memilih bersikap “wait and see”. Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 99,582 pada akhir perdagangan. Euro mencatatkan kenaikan, sedangkan poundsterling dan yen sedikit melemah. Sentimen positif terhadap pengumuman BI rate yang kemarin berhasil mengangkat rupiah, diharapkan akan berlanjut hari ini. Namun kurangnya apresiassi pasar terhadap program perbaikan ekonomi pemerintah berpotensi melemahkan kembali laju rupiah.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| EUR-USD | 1.0590 | 0.0007 | 0.07% | 18:38:48 |
| GBP-USD | 1.4749 | 0.0000 | 0.00% | 18:39:33 |
| USD-JPY | 121.3400 | 0.0300 | 0.02% | 18:40:06 |
| USD-CNY | 6.2497 | 0.0123 | 0.20% | 04:29:59 |
| USD-IDR | 13,180.5 | 64.5000 | 0.49% | 04:59:59 |
Komoditas
Harga minyak dunia pagi ini kembali ditutup dengan membukukan penurunan, karena para pedagang memperkirakan laporan stok utama Amerika Serikat akan menunjukkan peningkatan lagi, mencatatkan rekor tertinggi yang baru. Harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman April, turun ke tingkat terendah dalam enam tahun terakhir. Para pedagang bersiap untuk menyambut laporan persediaan minyak dari Departemen Energi AS, yang akan dirilis hari ini. Hasil survei Bloomberg News memperkirakan stok minyak mentah AS akan mengalami peningkatan sebesar 3,3 juta barel menjadi 452,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 13 Maret.
Harga emas di bursa berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit menguat pada pagi ini, ketika Federal Reserve memulai pertemuan bulanan Komite Pasar Terbuka. Harga emas bisa mencatatkan kenaikan, tertolong oleh laporan hasil sensus "housing starts" yang mengalami penurunan tajam pada Februari lalu. Housing starts, adalah salah satu indikator ekonomi yang menghitung jumlah rumah baru yang dibangun per bulan di AS. Analis mengatakan ini adalah tingkat terendah sejak Januari 2014.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
| Commodity | Units | Price | Change | % Change | Contract | Time(ET) |
| Crude Oil (WTI) | USD/bbl. | 42.48 | -0.98 | -2.25% | Apr 15 | 18:06:41 |
| Crude Oil (Brent) | USD/bbl. | 53.44 | -1.23 | -2.25% | May 15 | 14:29:55 |
| COMEX Gold | USD/t oz. | 1,148.70 | +0.50 | +0.04% | Apr 15 | 18:06:38 |
| Gold Spot | USD/t oz. | 1,149.77 | +0.20 | +0.02% | --- | 18:30:47 |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Didominasi_Warna_Merah__IHSG_Mixed&level2=newsandopinion&id=3459666&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VQjhL9KsVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar