Pergerakan Indeks Harga Ssaham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan bervariasi, menungggu sentimen positif yang dapat menghantarkan indeks ke zona hijau. Analiss mengatakan, maraknya aksi profit taking dan tren pelemahan rupiah masih menjadi pengganjal lajju IHSG, namun tren pelemahan dolar AS diharapkan mampu mendorong IHSG untuk kembali ke jalur uptrend jangka pendek.
Tim Riset Indo Premir berpendapat, minimnya katalis positif dari dalam negeri dan juga pengaruh pelemahan bursa global diperkirakan akan menekan pergerakan indeks. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas, support 5.420 dan resist 5.455. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR [UNVR 38,950
Amerika Serikat dan Eropa
Mengakhiri hari pertama pekan ini, bursa saham Wall Street ditutup melemah dengan menempatkan indeks saham utama di zona merah. Indeks Dow Jones dan S&P 500 yang sebelumnyya bermanuver di zona hijau sepanjang perdagangan, pagi tadi berbalik arah menjelang penutupan bursa. Sedangkan indeks Nasdaq yang menghabiskan sebagian besar pergerakannya di zona merah, berhasil mempertahankan indeks di atas 5.000. Analis mengatakan, para investor masih menunggu data ekonomi setelah terjadinya konsolidasi nilai tukar dolar AS dan harga minyak mentah.
Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,06% (-11,61 poin) ke level 18.116,04.
S&P 500 melemah 0,17% (-3,68) ke level 2.104,42.
Nasdag Composite melorot 0,13% (-15,44 poin), kel vele 5.010,97
Harga ETF saham Indonesia yang di New York melorot 0,07% (-0,26%) menjadi US$27,26.
Pergerakan indeks di bursa saham Eropa, tadi malam berkahir mixed. Ketidakjelasan arah perundingan utang Yunani menurunkan gairah investor di bursa zona euro untuk berburu saham. Sementara itu, optimisme investor terhadap proyeksi ekonomi Inggris, semakin mendorong penguatan indeks di bursa saham London, dan menghantarkan indeks FTSE 100 ke rekor tertinggi baru.
FTSE 100 London melaju 0,22%, ditutup di level 7.037,67
DAX 30, Frankfurt terperosok 1,19%, ke level 11.895,84.
CAC 40, Paris melorot 0,65% ke level 5.054,52.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada pagi ini, karena indikator ekonomi yang belum menunjukkan mantapnya pertumbuhan ekonomi AS, antara lain ditunjukkan oleh data penjualan rumah yang lebih rendah dari ekspektasi. Data akhir Februari dari National Association of Realtors menunjukkan angka penjualan existing-home selama dua bulan berturut, hingga akhir Februari lalu, masih sebesar 4,88 juta unit pada Februari, atau hanya tumbuh 1,2%. Analis menilai data existing-home di bawah 5,0 juta unit menunjukkan bahwa pasar perumahan gagal menemukan kekuatan berkelanjutan. Dolar AS berada dalam tekanan karena investor masih mencerna pernyataan dovish dari Federal Reserve setelah pertemuan kebijakan pekan lalu. Menutup sesi perdagangan pagi tadi, indeks dollar ASS - yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia - turun 0,90 persen menjadi 97,031 pada akhir perdagangan. Greenback melemah terhadap euro,poundsterling, dan yen.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(8:18 PM EDT 3/23/2015)
| LAST(MID) | CHANGE | % CHG | |
| Euro (EUR/USD) | 1.0950 | 0.0003 | 0.03% |
| Pound (GBP/USD) | 1.4961 | 0.0007 | 0.05% |
| Yen (USD/JPY) | 119.81 | 0.09 | 0.07% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2140 | -0.0012 | -0.02% |
| Rupiah (USD/IDR) | 12993 | 4 | 0.03% |
Komoditas
Melanjutkan sesi perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak mentah dunia menguat pada pagi ini, dipicu oleh melemahnya nilai tukar dollar AS, dan kabar meningkatnya kapasitas produksi Arab Saudi. Analis mengatakan, para pedagang terpikat masuk ke pasar karena harga minyak mentah yang dinilai dalam dollar menjadi relatif lebih murah.
Penurunan nilai tukar dolar AS juga memicu kenaikan harga emas di bursa berjangka New York. Pagi tadi bursa ditutup dengan mencatatkan kenaikan harga emas di bursa berjangka dan di pasar spot. Kekhawatiran akan hasil kesepakatan utang Yunani, data ekonomi AS yang kurang mengesankan memperkuat posisi emas sebagai safe haven. Namun analis mengatakan, penguatan harga emas masih belum didukung oleh perubahan sentimen investor secara drastis.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
| Commodity | Units | Price | Change | % Change | Contract | Time(ET) |
| Crude Oil (WTI) | USD/bbl. | 47.44 | -0.01 | -0.02% | May 15 | 19:09:21 |
| Crude Oil (Brent) | USD/bbl. | 55.92 | +0.60 | +1.08% | May 15 | 17:59:56 |
| COMEX Gold | USD/t oz. | 1,189.10 | +1.40 | +0.12% | Apr 15 | 19:09:34 |
| Gold Spot | USD/t oz. | 1,190.15 | +0.61 | +0.05% | --- | 19:36:00 |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Bergerak_Variatif__IHSG_Minim_Katalis_Positif&level2=newsandopinion&id=3471898&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-9-Antara%20news.jpg#.VRDQ__ysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar