Asia
Pesimisme Bank Sentral Eropa (ECB) terhadap program dana talangan Yunani dan melemahnya kembali harga minyak menghembuskan sentimen positif di bursa saham Australia dan Jepang. Selang setengah jam setelah pembukaan pasar (9:37 JST), indeks saham Nikkei 225 melorot 86,77 poin (0,49%) menjadi 17.591,97. Dalam kurun waktu yang tidak jauh berbeda (11:40 AET) indeks bursa saham Australia S&P/ASX 200 turun 1,34 poin (0,02%) menjadi 5.776,00. Bursa Asia mengharapkan adanya sentimen positif dari China terkait dengan keputusan bank sentral China untuk menurunkan cadangan minimum bank.
Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan mengalami koreksi setelah kemarin sempat menembus rekor tertinggi 5330 pada sesi pagi. Sejumlah analis memperkirakan aksi ambil untung akan menghambat laju IHSG sepanjang hari ini. Rilis data PDB dari BPS diharapkan bisa mengundang sentimen positif.
AS dan Eropa
Sentimen negatif berhembus dari bursa saham Eropa dan Amerika Serikat pagi ini (5/2). Pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) bahwa Yunani tidak dapat menggunakan obligasi pemerintah sebagai jaminan kolateral, dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya serius akibat kelangkaan pendanaan. Tekanan juga datang dari sektor energi akibat merosotnya kembali harga minyak serta data ekonomi yang mencemaskan investor.
Indeks Dow Jones Industrial ditutup sedikit menguat 6,62 poin (0,04%)menjadi 17.673,02. S&P turun 8,54 poin (0,42%) menjadi 2.041,49, dan Nasdaq Composite melorot 11 poin (0,23%) menjadi 4.716,70. Namun di bursa utama Eropa, indeks DAX 30, Frankfurt ditutup dengan mencatatkan rekor baru 10.911,32, naik 0,19%. Indeks CAC 40, Paris naik 0,39% menjadi 4.696,30, dan FTSE 100,London turun 0,17% menjadi 6.860,02.
Nilai Tukar Dolar AS
Keputusan ECB untuk mengakhiri pembebasan utang Yunani sebagai jaminan utang menyebabkan anjloknya euro terhadap dolar AS. Melemahnya kembali harga minyak membantu meninngkatkan nilai tukar sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS. Rupiah hari ini diperkirakan akan bertahan di zona hijau sebagai respons penguatan mata uang Asia pasca penurunan harga minyak dunia yang mendorong pelemahan dollar AS.
| Symbol | Price | Change | %Change | Time |
| EUR/USD | 1.1333 | -0.0011 | -0.1% | 11:01:00 PM GMT |
| USD/JPY | 117.22 | -0.04 | -0.03% | 10:55:00 PM GMT |
| GBP/USD | 1.5175 | 0.0001 | +0.01% | 11:02:00 PM GMT |
| USD/CNY | 6.2472 | -0.0101 | -0.16% | 8:35:00 AM GMT |
| USD/IDR | 12620.00 | -30.00 | -0.24% | 9:00:00 AM GMT |
Komoditas
Setelah empat sesi berturut-turut menguat, harga minyak mentah mulai turun lagi, Rabu (4/2), dan ditutup di bawah US$50 per barel. Penurunan harga minyak hingga hampir 9% ini setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) merilis data cadangan minyak AS yang melebihi perkiraan, tertinggi dalam 30 tahun. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Maret merosot US$4,60, atau 8,7%, menjadi US$48,45 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak mentah Brent untuk kontrak Maret anjlok US$3,75, atau 6,5%, menjadi US$54,16 per barel.
Harga emas menguat 1% setelah bank sentral China merilis kebijakan untuk mengucurkan lebih banyak dana demi merangsang pertumbuhan ekonomi. Turunnya harga minyak ikut membantu menguatnya emas. Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$1.263 per ounce.
| Symbol | Price | Change | %Change | Volume | Time |
| OIL (Mar `15) | 48.45 | -4.60 | -8.67% | 551499 | 5:14:59 PM EST |
| BRENT (Mar `15) | 54.50 | -3.41 | -5.89% | 346423 | 5:28:09 PM EST |
| GOLD (Apr `15) | 1264.50 | 4.20 | 0.33% | 127363 | 5:14:45 PM EST |
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief___Morning&level2=newsandopinion&id=3375357&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VNLM59KsVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar