Bursa saham Asia yang biasanya relatif imun terhadap perkembangan di Eropa, dan lebih fokus pada isu domestik, pagi ini diperkirakan akan terpengaruh. "Peristiwa yang berlangsung di Eropa saat ini akan segera mempengaruhi kawasan itu," kata Evan Lucas, ahli strategi pasar IG, seperti dikutip CNBC (10/2).
Asia
Bursa saham Asia hari ini diperkirakan akan cenderung melemah, mengikuti tren negatif di Wall Street, menjelang rilis data inflasi China. Indeks Nikkei 225 dibuka melorot 0,7%, ke level 17.662,67. Indeks S&P/ASX Autralia, dibuka melemah dan berlanjut turun 0,38%, menjadi 5.792,70 pada 12:11 PM AET.
Sejumlah analis memperkirakan IHSG hari ini akan diwarnai oleh tren pelemahan bursa global dan aksi ambil untung, meskipun pasar masih memiliki potensi untuk melanjutkan reli setelah kemarin berhasil menembus rekor tertinggi IHSG di level 5348.
Tim Riset Indo Premier memprediksikan, melemahnya kembali bursa global akan menekan pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan melemah dengan support 5.330 dan resist 5.370. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:WTON [WTON 1,375
Amerika Serikat dan Eropa
Mengawali pekan ini, pagi ini bursa saham Wall Street ditutup melemah karena berkembangnya kekhawatiran terhadap kemungkinan default Yunani dan keluar dari zona euro.
Dow Jones Industrial Average melorot 0,53% (95,08 poin), menjadi 17.729,21.
S&P 500 turun 0,42 persen (8,73 poin) ke level 2.046,74
Nasdaq Composite tergelincir 0,39% (0,39 poin) mendarat di 4.726,01
Indeks MSCI ETF Indonesia di bursa saham New York (EIDO-iShares MSCI Indonesia ETF) ditutup menguat 0.66% menjadi 27,41.
Sebelumnya, indeks bursa saham utama Eropa juga berguguran diterpa isu Yunani.
FTSE 100 terperosok 0,24%, ditutup di level 6.837,15
DAX 30 terperosok 1,69% menjadi 10.663,51
CAC 40 terpangkas 0,85% ke level 4.651,08
Nilai Tukar Dolar
Di pasar valuta asing New York, pagi tadi dolar tergelincir, melemah terhadap euro dan yen. Analis menyebutkan, aksi ambil untung mewarnai pasar setelah penguatan dolar akhir pekan lalu. Indeks spot dollar, ukuran dollar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,25% menjadi 94,4570 akibat pelemahan pasar ekuitas AS.
Rupiah hari ini diperkirakan melanjutkan tren depresiasi akibat memburuknya sejumlah sentimen global. Anaalis pasar uang menyebutkan, beredarnya rilis draf pertemuan G-20 yang meminta kepada kepala negara untuk menjalankan kebijakan moneter akomodatif diperkirakan akan direspons para pelaku pasar untuk kembali mentransaksikan dollar AS.
Nilai tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Symbol | Price | Change | %Change |
| EUR/USD | 1.1325 | 0.0002 | 0.02% |
| USD/JPY | 118.62 | -0.01 | -0.01% |
| GBP/USD | 1.5212 | 0.0002 | 0.01% |
| USD/CNY | 6.2467 | 0.0032 | 0.05% |
| USD/IDR | 12645.00 | 34.00 | 0.27% |
Komoditas
Perkiraan OPEC bahwa produksi minyak non-OPEC akan berkurang 850 ribu barel per hari pada tahun ini, karena menurunnya produksi minyak mentah Amerika Utara mendorong kelanjutan penguatan harga minyak global.
Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada pagi ini, karena pasar ekuitas Amerika Serikat melemah dan dollar turun terhadap euro.
Harga Komoditas di Pasar Future
| Commodity | last | change | %change | time |
| WTI OIL (Mar`15) | 52.86 | 1.17 | 2.26% | 5:36:27 PM EST |
| BRENT (Mar`15) | 57.83 | 0.03 | 0.05% | 5:36:27 PM EST |
| GOLD (Apr`15) | 1238.70 | 4.10 | 0.33% | 5:14:58 PM EST |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief___Bursa_Global_Bergerak_Negatif__%3Ci%3EProfit_Taking%3C_i%3E_Mengintai_IHSG&level2=newsandopinion&id=3385256&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG4-Berita%20Satu.jpg#.VNl0l-asVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar