About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 23 Desember 2014

Jumlah Investor Pasar Modal Naik 13,5%

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan di tahun 2015, akan ada kenaikan 20 persen -30 persen jumlah single investor identification (SID).

Per 18 Desember 2014 tercatat ada sebanyak 363.746 investor, atau mengalami kenaikan 13,5% dari posisi akhir 2013 lalu 320.506. Di mana, SID asing ada 9.856 dan lokal 353.890.

SID adalah indentitas tunggal investor untuk bertransaksi. Walaupun investor membuka rekening di lebih dari satu perusahaan efek, SID yang dimiliki tetap satu. Nomor SID digunakan investor selain untuk bertransaksi, juga untuk memonitor portofolio efek (saham atau instrumen pasar modal lain) yang bisa dilihat di melalui fasilitas kartu acuan kepemilikan sekuritas (AKSes). Direktur KSEI Margareth Tang mengatakan, kenaikan itu seiring dihubungkannya infrastruktur pasar modal melalui AKSes ke jaringan perbankan. Seperti diketahui, saat ini KSEI sudah menandatangani perjanjian kerjasama co-branding fasilitas AKSes dengan empat bank administrator rekening dana nasabah (RDN), yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Permata Tbk.

Di sisi potensi, keempat bank ini secara total memiliki 5.000 cabang dan lebih dari 30.000 mesin ATM. Berdasarkan data KSEI, dari 343.317 total RDN, sebanyak 317.229 rekening dibuka di Permata Bank, Bank CIMB Niaga, BCA, dan Bank Mandiri. "Dengan jaringan perbankan, jumlah SID bisa naik drastis karena jika orang sudah punya maka bisa beli IHSG, reksa dana lewat ATM dan internet banking," ujarnya di Jakarta, Senin (23/12). Berdasarkan, data Nomor induk kependudukan, data kependudukan dan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kemendagri tercatat dari data sub rekening efek yang sudah diverifikasi sebanyak 50 persen, terdapat investor wanita yang sebanyak 38 persen, dan investor muda (di bawah 25 tahun) ada 8 persen atau 28.000 orang.

Menurut Margareth, dia akan melakukan sosialisasi ke kalangan muda yang menjadi salah satu target ke depannya. "Tahun depan sosialisasi ke investor muda melalui kampus-kampus dan sekolah, karena potensinya amat besar," tukasnya. Bertepatan dengan HUT KSEI ke-17, pihaknya memperkenalkan Bung AKSes. Ini dimaksudkan, agar investor ingat adanya kemudahan yang ditawarkan untuk berinvestasi di pasar modal.

Lebih lanjut, dari sisi data operasional perusahaan, total aset yang tercatat di C-BEST mengalami peningkatan 21,5 persen dari tahun sebelumnya, dari Rp 2.588,23 triliun di akhir 2013 menjadi Rp 3.144,83 triliun menjelang akhir 2014. Di mana, jenis efek saham mendominasi dengan nilai Rp 2.834,54 triliun, disusul obligasi korporasi Rp 220,43 triliun, lalu obligasi pemerintah Rp 27,07 triliun, sementara reksa dana baru Rp 2,58 triliun. Sedangkan, jumlah efek yang terdaftar di KSEI, sebanyak 1.249 efek atau meningkat 6,3 persen dari tahun sebelumnya 1.175 efek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news