Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks AX 200 Australia dibuka turun 0,45 persen tertekan oleh penurunan saham sektor energi akibat kejatuhan harga minyak dunia, dan pelemahan saham sektor keuangan. Pelemahan indeks berlanjut, turun 0,51% (-28,12 poin) ke level 5.446,50 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang bergerak naik 0,72% (121,64 poin) ke posisi 16.961,64, setelah dibuka melaju 0,64 persen ditopang oleh pelemahn yen terhadap dolar AS. Harga saham eksportir menguat.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,04% didukung pemulihan harga saham Samsung Electronic, namun berbalik melorot 0,35% menjadi 2.026,69. Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka turun 0,46% ke level 23.300,38 pada pukul 8:30 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,02% di posisi 3.057,97.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks global dan regional yang bervariasi, setelah gagal menembus teritori hijau sepanjang hari kemarin dan ditutup di zona merah. Sejumlah analis mengatakan, IHSG berpeluang mengalami technical rebound untuk mempertahankan pola uptrend jangka panjang ditopang stabilitas ekonomi dalam negeri. Indeks akan bergerak mixed berpotensi menguat terbatas.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung menguat tipis, setelah rilis risalah hasil rapat FOMC akhir September lalu, yang cenderung tidak mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Menski FOMC umumnya sepakat bahwa bahwa alasan untuk menaikkan suku bunga menguat, namun The Fed memutuskan akan lebih berisiko jika menaikkan suku saat adanya kemungkinan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hasil survei lapangan kerja periode Agustuss menunjukkan penurunan menjadi 5,4 juta. Investor menunggu laporan kinerja emiten laporan keuangan kuartal ketiga. Secara keseluruhan, laba emiten indeks S&P kuartal ketiga saat ini diperkirakan turun 0,7 persen
Dow Jones Industrial Average menguat 0,09% (15,54 poin) ke level 18.144,2.
Standard & Poor’s 500 naik 0,11% (2,45) menjadi 2.139,18.
Nasdaq Composite melemah 0,15% (-7,77 poin) di posisi 5.239,02.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,42% menjadi US$26,14.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah di tengah kekhawatiran investor tentang kinerja emiten dan implikasi dari pengetatan kebijakan moneter AS. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,5% ke posisi 338,56. Saham Ericsson AB terperosok 20% setelah melaporkan penurunan penjualan kuartal ketiga menyeret penurunan indeks sektor teknologi. Penurunan harga minyak menekan harga saham sektor energi. Investor menunggu sinyal indikasi Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga. Harga saham sektor pertambangan loham menguat, terangkat oleh kenaikan harga logam dunia.
FTSE 100 London anjlok 0,66% (-46,87 poin) ke level 7.024,01.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,51% (-54,09 poin) menjadi 10.523,07.
CAC 40 Paris turun 0,44% (-19,50 poin) di posisi 44.52,24.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat, setelah rilis risalah hasil rapat The Fed, September lalu. Para pembuat kebijakan umumnya sepakat bahwa dukungan untuk kenaikan suku bunga Amerika Serikat menguat. Laporan hasil survei lapangan kerja AS periode Agustus menunjukkan penurunan menjadi 5,4 juta. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,28 persen menjadi 97,966. Kurs poundsterling menguat terhadap dolar AS.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1012 |
0.0005 |
+0.05% |
6:43 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2202 |
-0.0002 |
-0.02% |
6:42 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
104.31 |
0.10 |
+0.10% |
6:37 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.7195 |
-0.0025 |
-0.04% |
11:07 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,018.00 |
-14.00 |
-0.11% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah dan ditutup dengan melanjutkkan penurunan, setelah OPEC melaporkan produksi sepanjang September berada di level tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Rilis laporan bulanan OPEC menyebutkan produksi September naik 220.000 barel perhari dibanding Agustus menjadi 33,39 juta bph, atau 890.000 bph di atas target. IEA mengatakan pasokan minyak global tercatat mencapai 97,20 juta barel per hari, 600.000 barel lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan 200.000 barel lebih tinggi dari tahun lalu. Penguatan dolar ikut menekan harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan November, turun 56 sen (-1,1%) menjadi US$51,85 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, turun 60 sen (-1,2%) menjadi US$51,81 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh apresiasi dollar AS, di tengah penantian rilis risalah Federal Reserve setelah penutupan pasar. Rilis data lowongan kerja AS periode Agustus yang memperlihatkan penurunan sebesar 7,3 persen menjadi 5,433 juta mencegah kejatuhan harga emas lebih dalam lagi.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$1,9 (-0,15%) menjadi US$1.252,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,01% menjadi US$1.253,31 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar