Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,11 persen, kendati diwarnai penurunan harga saham di sektor pertambangan hingga 0,93 persen, dan 0,53 persen di saham sektor energi. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,07% (4,06 poin) ke level 5.439,60 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun tipis 0,05% (-8,99 poin) di posisi 16.765,25, setelah dibuka menguat 0,13 persen meskipun nilai tukar yen terhadap dolar AS menguat, di tengah penguatan indeks dolar pada pembukaan pasar Asia.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,50% didorong kenaikan harga saham Samsung Electronic, dan berlanjut menjadi 0,47% ke level 2.024,93. Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka naik 0,38% menjadi 23.119,96. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,14% di posisi 3.056,99.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderungan penguatan di bursa saham Asia membalik tren pelemahan di bursa saham AS dan Eropa, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau dan ditutup melemah. Sejumlah analis memprediksikan, pergerakan IHSG hari ini masih mempunyai peluang menguat, namun tanpa adanya sentimen positif indeks berpotensi melemah pada penutupan bursa pekan ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa global dan regional diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. Sementara itu naiknya harga minyak mentah dan batubara serta laporan keuangan emiten akan menjadi sentimen positif pasar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan target koreksi di level 5.305 sedangkan resist pada level 5.370.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBNI [BBNI 5,400
Amerika Serikat dan Eropa
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa global dan regional diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. Sementara itu naiknya harga minyak mentah dan batubara serta laporan keuangan emiten akan menjadi sentimen positif pasar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan target koreksi di level 5.305 sedangkan resist pada level 5.370.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBNI [BBNI 5,400
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah di tengah kekhawatiran pertumbuhan global terkait rilis data ekspor China yang mengalami penurunan hingga 10 persen, terbesar sejak Februari lalu. Penurunan tersebut dikhawatirkan akan membebani ekonomi AS ketika The Fed akan mengetatkan kebijakan moneternya. Sementara itu, rilis data pengajuan tunjangan pengangguran AS hingga akhir pekan lalu sebesar 246.000, terendah selama tiga dekade terakhir, mendukung kenaikan suku bunga The Fed. Pasar menunggu laporan keuangan sejumlah emiten sektor keuangan besar pada Jumat ini.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,25% (-45,26 poin) ke level 18.098,94.
Standard & Poor’s 500 turun 0,31% (-6,63 poin) menjadi 2.132,55.
Nasdaq Composite melorot 0,49% (-25,69 poin) di posisi 5.213,33.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,54% menjadi USS$26,00.
Bursa saham utama Eropa tadi malamjuga berakhir melemah, terpengaruh oleh rilis data ekspor China yang menunjukkan penurunan tak terduga. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 0,87% ke posisi 335,62. Harga saham sektor pertambangan terjerembab hingga 4,4 persen, setelah rilis data perdagangan China, diikuti kejatuhan harga saham asuransi dan perbankan lebih dari 2 persen. Lebih dari 150 emiten indeks dijadwalkan untuk merilis laporan keuangan bulan ini, dan analis memproyeksikan penurunan laba 4,2% tahun ini.
FTSE 100 London melorot 0,66% (-46,27 poin) di posisi 6.977,74.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,04% (-109,00 poin) ke level 10/414,07.
CAC 40 Paris terperosok 1,06% (-47,07 poin) menjadi 4.405,17.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah setelah investor mencerna data perdagangan China untuk periode September yang jauh bawah perkiraan. Ekspor China sepanjang September dalam yuan turun 5,6 persen (year-on-year), membalikkan penguatan 5,9 persen pada Agustus. Sedangkan impor melambat dari tumbuh 10,8 persen menjadi hanya 2,2 persen. Para analis mengatakan lemahnya data perdagangan China mendorong investor beralih ke aset safe haven, dan dapat mencegah kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,46 persen menjadi 97,516.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1054 |
-0.0002 |
-0.02% |
6:50 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2242 |
-0.0012 |
-0.10% |
6:50 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
103.64 |
-0.07 |
-0.07% |
6:44 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.7274 |
0.0079 |
+0.12% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,073.00 |
55.00 |
+0.42% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat, ditopang rilis data penurunan pasokan bahan bakar AS yang mengimbangi kenaikan persediaan minyak mentah. Laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) menyebutkan, stok minyak mentah AS hingga pekan lalu bertambah 4,9 juta barel, melampaui konsensus pasar. Namun, data hasil pengilangan minyak termasuk diesel dan minyak pemanas, turun 3,7 juta barel, sedangkan cadangan bensin turun 1,9 juta barel. Data impor minyak China periode September menunjukkan kenaikan sebesar 18 persen (yoy) menjadi 33,06 juta ton, atau 8,04 juta barel per hari. Pelemahan dolar AS ikut mendongkrak harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan November, naik 26 sen menjadi US$50,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, naik 22 sen menjadi US$52,03 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi pagi berakhir menguat setelah trader mencerna risalah pertemuan The Fed akhir September lalu. Kekhawatiran akan dampak pelemahan data perdagangan China, yang diikuti penurunan indeks saham dunia, serta penurunan kurs dolar, mendorong investor untuk membeli emas sebagai safe haven.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$3,8 (0,3%) menjadi US$1.257,6 per ounce.
Harga emas di pasar spot juga naik 0,3% menjadi US$1.258,55 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar