About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 10 Oktober 2016

Market Brief: Global Menghijau, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (11/10) dibuka cenderung menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa ditopang lonjakan harga minyak dunia.

Perdagangan saham hari ini ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 sebesar 0,31 persen pada sesi awal perdagangan, ditopang lonjakan harga saham sektor energi hingga 2 persen dan penguatan harga saham pertambangan dasar. Laju indeks menguat menjadi 0,35% (18,97 poin) di posisi 5.494,40 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,11% (187,30 poin) ke level 17.047,39, setelah dibuka menguat 0,77 persen mengakhiri libur panjang akhir pekan. Penguatan dolar AS terhadap yen menjadi pendoronng kenaikan harga saham-saham eksportir. Rilis data neraca transakasi berjalan periode Agustus memperlihatkan surplus sebesar 2 triliun yen, naik 23 persen dibanding tahun lalu.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0.07 persen tertekan oleh kejatuhan harga saham Samsung hingga 3,81 persen lantaran permasalahan produk smartphone Galaxy Note 7. Namun indeks berlanjut mereda, naik tipis 0,1% di posisi 2.057,03. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,68% ke level 24.013,84. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,11% menjadi 3.051,62.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional ditopang kenaiikan harga minyak, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau, dan membukukan sebagian besar indeks sektoral di teritori negatif. Sejumlah analis optimistis, pergerakan IHSG hari ini akan berbalik menguat melanjutkan tren kenaikan jangka pendek. Indeks akan bergerak mixed dan cenderung menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham global dan regional diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain pelaku pasar yang masih menunggu rilis laporan keuangan emiten yang diperkirakan menjadi katalis negatif. IHSG diprediksi bergerak dengan kecederungan menguat terbatas di rentang support 5.330 dan resistance 5.390.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KAEF [KAEF 2,590 60 (+2,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.640, Support: Rp2.410), SMBR [SMBR 1,750 -5 (-0,3%)] (Spec Buy, TP: Rp1.800, Support: Rp1.710), ICBP [ICBP 9,700 75 (+0,8%)] (BoW, Resist: Rp9.800, Support: Rp9.450), MNCN [MNCN 2,020 -30 (-1,5%)] (Spec Buy, TP: Rp2.080, Support: Rp2.020).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, ditopang oleh kenaikan harga minyak yang mendongkrak harga saham sektor energi hingga 1,5 persen. Laju bursa juga terdorong optimisme pasar yang mengacu pada hasil debat calon presiden AS yang kembali dimenangkan Hillary Clinton. Pasar menunggu risalah pertemuan Federal Reserve pada September lalu yang akan dirilis Rabu.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,49% (88,55 poin) ke level 18.329,04.
Standard & Poor’s 500 naik 0,46% (9,92 poin) ke posisi 2.163,66.
Nasdaq Composite melesat 0,69% (36,27 poin) menjadi 5.328,67.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,53% menjadi US$26,33.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir dengan membukukan kenaikan tajam didukung lonjakan harga minyak hingga lebih dari 3 persen. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,69% ke posisi 341,86, setelah dibuka di zona merah. Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi satu tahun setelah Arab Saudi menyatakan optimisme bahwa OPEC melakukan pengaturan produksi dengan produsen lain dan Rusia mengatakan akan mendukung kesepakatan tersebut. Rilis data ekonomi sejumlah negara yang optimisis membantu mendorong kenaikan indeks, teruttama di sektor otomotif. Investor mendukung keberhasilan Hilary Clinton memenangkan debat calon presiden AS.

FTSE 100 London melaju 0,75% (5,31 poin) menjadi 7.097,50.
DAX 30 Frankfurt melonjak 1,27% (133,22 poin) ke level 10.624,08.
CAC 40 Paris melesat 1,06% (47,35 poin) ke posisi 4.497,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat didorong optimisme investor akan hasil debat calon presiden AS. Meski rilis data penggajian sektor non pertanian AS akhir pekan lalu, masih di bawah ekspektasi, namun ekspektasi investor terangkat oleh pernyataan Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, bahwa laporan ketenagakerjaan tersebut "cukup solid," untuk mendukung The Fed menaikkan suku bunga. Kurs peso Maksiko melesat, seirinng kekalahan Donald Trump dalam debat capres AS. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS naik 0,31 persen menjadi 96,929.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1140

0.0001

+0.01%

6:51 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2363

0.0001

+0.01%

6:51 PM

Yen (USD-JPY)

103.69

0.08

+0.08%

6:48 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7075

0.0357

+0.54%

11:26 AM

Rupiah (USD-IDR)

12,977.00

-12.00

-0.09%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/10/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan mencatatkan kenaikan tajam ke level tertinggi tahun ini. Ketegasan Rusia di ajang Kongres Energi Dunia di Istanbuk, Turki untuk ikut membatasi jumlah produksi minyaknya, mendukung kesepakataan OPEC melambungkan optimisme pasar akan berkurangnya kelebihan pasokan minyak dunia.

Harga minyak WTI, untuk penyerahan November naik US$1,35 (3,1%) menjadi US$51,35 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, naik US$1,06 (2%) menjadi US$52,99 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, didorong technical bounce sepanjang perdagangan yang relatif sepi, setelah melorot hingga 4,5 persen pada pekan lalu. Volume perdagangan relatif rendah karena perbankan AS libur merayakan Hari Columbus. Investor China kembali memasuki pasar setelah libur Pekan Emas sepanjang pekan lalu. Namun para trader jangka panjang meyakini bahwa kenaikan suku bunga AS sudah semakin dekat, ditopang kuatnya perekonomian dan berkurangnya kekhawatiran mengenai pemilihan presiden, sehingga akan mendorong investor menjauh dari emas sebagai safe haven.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$8,50 (0,68%)  menjadi US$1.260,4 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi 1.259,15 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news