About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Minggu, 09 Oktober 2016

Market Brief: Asia Bergerak Menguat, Pelemahan Harga Minyak Jadi Katalis Negatif

Ipotnews - Awali pekan ini, bursa saham Asia dibuka bervariasi, berusaha membalik tren negatif pergerakan bursa saham global akhir pekan lalu. Bursa saham Jepang, Hongkong dan Taiwan hari ini libur. Pasar antusias menunggu debat calon presiden AS.

Perdagangan saham hari ini diawali dengan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,36 persen paa sesi awal perdagangan, didorong oleh kenaikan harga saham di sektor pertambangan dan sektor keuangan. Laju indeks berlanjut sedikit melemah menjadi 0,27% (14,91 poin) ke level 5.482,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan naik tipis 0,08% di posisi 2.055,53, setelah dibuka melorot 0,53 persen, tertekan oleh penurunan harga saham Samsung Electronic hingga 4,34 persen, akibat permasalahan pada produk smartphone Galaxy Note 7. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melaju 0,52% ke level 3.020,46.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang bervariasi di bursa saham Asia, setelah terbenam di zona merah sepanjang akhir pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha berbalik menguat melanjutkan pola uptrend jangka pendek. Namun tekanan pelemahan harga minyak menjadi katalis negatif bagi laju indeks, sehingga berpotensi melemah jika gagal bertahan di atas level 5.364.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menurunnya bursa saham global dan regional diprediksi memberikan sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih berlanjutnya program pengampunan pajak diprediksi menjadi katalis positif. IHSG diprediksi bergerak dengan kecederungan melemah terbatas di rentang support 5.345 dan resistance 5.405.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: CPIN [CPIN 3,660 -40 (-1,1%)] (Spec Buy, TP: Rp3.760, Support: Rp3.630), AALI [AALI 15,300 -25 (-0,2%)] (Spec Buy, TP: Rp15.650, Support: Rp15.000), PPRO [PPRO 1,420 55 (+4,0%)] (Spec Buy, TP: Rp1.440, Support: Rp1.290), GGRM [GGRM 65,650 -250 (-0,4%)] (SELL, Resist: Rp67.000, Support: Rp64.800).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu bergerak berfluktuasi dan ditutup melemah, terpengaruh oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Rilis data penggajian non pertanian AS periode September naik 156.000, namun lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 176.000, dan angka pengangguran naik tipis menjadi 5 persen.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,15% (-28,21 poin) menjadi 18.240,29.
S&P 500 turun 0,33% (-7,04 poin) ke level 2.153,73.
Nasdaq Composite susut 0,27% (-14,45 poin)di posisi 5.292,40.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,64% menjadi US$26,19.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga cenderung bergerak melemah, terbebani oleh kejatuhan nilai tukar poundsterling di bursa saham Asia, dan terpengaruh oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih rendah dari ekspektasi. Indeks saham acuan bursa Eropa Stoxx Europe 600 rontok 0,9 persen. Namun indeks FTSE 100 Inggris justru menguat ditopang oleh kenaikan harga saham sektor pertambangan dan pelemahan poundsterling.

FTSE 100 London melaju 0,63% (44,43 poin) ke level 7.044,39.
DAX 30 Frankfurt anjlok 0,74% (-77,94 poin) di posisi 10.490,86.
CAC 40 Paris melorot 0,67%.(-30,19 poin) menjadi 4.449,91.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup cenderung melemah, tertekan laporan data penggajian (payrolls) non pertanian AS yang lebih lemah dari yang diharapkan. Total gaji pekerja non pertanian AS naik 156.000 pada September, lebih rendah dari perkiraan pasar 176.000, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi lima persen. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,14% menjadi 96,632.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1201

0.0050

+0.45%

Poundsterling (GBP-USD)

1.2434

-0.0182

-1.44%

Yen (USD-JPY)

102.98

-0.97

-0.93%

Yuan (USD-CNY)

6.6718

0.0046

+0.07%

Rupiah (USD-IDR)

12,989.00

2.50

+0.02%

Sumber : Bloomberg.com, 10/7/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, akhir pekan lalu dengan membukukan pelemahan diterjang aksi ambil untung sejumlah investor memanfaatkan kenaikan harga minyak jelang akhir pekan lalu. Harga minyak telah naik lebih dari 11 persen sejak OPEC bersepakat pada akhir September lalu untuk memangkas produksi minyak mentah untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Penurunan persediaan mingguan minyak mentah AS juga mendukung kenaikan harga minyak di sesi-sesi sebelumnya.

Harga minyak WTI untuk penyerahan November turun 63 sen (-1,3%) menjadi US$49,81 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, turun 65 sen (-1,2%) menjadi US$51,86 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, setelah rilis laporan data ketenagakerjaan AS. Tingkat partisipasi penduduk usia kerja, naik sedikit menjadi 62,9 persen dari 62,8 persen pada Agustus. Pelemahan dolar tak mampu mendongkrak harga emas. Bank-bank AS akan ditutup pada Senin untuk Hari Columbus, tapi pasar akan tetap buka, meskipun mungkin dengan volume rendah.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$1,1 dolar (-0,09%) menjadi US$1.251,9 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$1.253,72 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news