About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 06 Oktober 2016

Market Brief: Global Melemah, IHSG Minim Sentimen Positif

Ipotnews - Jelang akhir pekan, bursa saham Asia pagi ini (7/10) dibuka melemah melanjutkan tren penurunan indeks di bursa global, yang diwarnai kejatuhan kurs poundsterling, jelang rilis data ketenagakerjaan AS.

Perdagangan saham hari ini diawali dengan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,47 persen pada sesi awal perdagangan terpengaruh oleh penurunan sebagian besar indeks sektoral. Penurunan harga saham energi sebesar 0,55 persen tak mampu mengimbangi kejatuhan harga saham sektor keuangan. Tekanan penurunan sedikit mereda menjadi minus 0,32% (-17,63 poin) di level 5.465,40 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 turun 0,13% (-21,81 poin) ke level 16.877,29, setelah dibuka melemah 0,02%. Pelemahan yen belum mampu mendongkrak indeks.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,09%, dan berlanjut melemah 0,22% menjadi 2.060,76. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,01% di posisi 23.948,95.Bursa  saham China masih libur merayakan Pekan Emas hingga pekan depan.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa ssaham global dan regional, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau dan dituttup di teritori negatif. Sejumlah emiten mengekspektasikan, pergerakan indeks hari ini cenderung melemah jika gagal bertahan di level 5.400. Pasar menunggu dorongan sentimen positif yang akan menarik kembali capital inflow.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham global dan regional diprediksi memberikan sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih menguatnya harga komoditas diprediksi menjadi katalis positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas di rentang support 5.375 dan resistance 5.440.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON [PWON 670 0 (+0,0%)] (BoW, Resist: Rp680, Support: Rp655), BSDE [BSDE 2,160 -40 (-1,8%)] (Spec Buy, TP: Rp2.220, Support: Rp2.180), LSIP [LSIP 1,520 35 (+2,4%)] (BoW, Resist: Rp1.500, Support: Rp1.470), MPPA [MPPA 1,835 -20 (-1,1%)] (BoW, Resist: Rp1.880, Support: Rp1.830).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung melemah, di tengah penantian investor akan rilis data tenaga kerja AS yang akan berpengaruh pada keputusan suku bunga The Fed. Harga saham sektor teknologi menguat dimbangi penurunan harga saham produsen obat. Indeks bergerak turun pada awal perdagangan tertekan oleh laporan keuangan sejumlah emiten yang lemah jelang awal musim laporan keuangan pekan depan. Ekspektasi akan rilis data tenaga kerja September yang lebik baik menguat, ditopang laporan pengajuan tunjangan pengangguran akhir pekan lalu yang turun ke 249.000, mendekati angka terendah sejak tahun 1973. Hasil polling Reuters memperkirakan adanya penambahan 175.000 perkerjaan baru, dan angka penagguran bertahan di 4,9 persen.

Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07% a(-12,53 poin) menjadi 18.268,50.
Standard & Poor’s 500 menguat tipis 0,05% (1,04 poin) ke posisi 2.160,77.
Nasdaq Composite turun 0,17% (-9,17 poin) di posisi 5.306,85.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,64% menjadi US$26,36.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah, kendati terjadi penguatan di sektor perbankan. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% ke level 342,82, meskipun sempat dibuka menguat 0,15 persen. Hampir semau sektor ditutup di teritori negatif. Investor cenderung wait and see, jelang rilis data tenaga kerja AS yang akan mempengaruhi suku bunga The Fed. Kenaikan harga minyak mampu mendongkrak harga saham energi namun gagal mengangkat indeks saham acuan.

FTSE 100 London melorot 0,47% (33,29 poin) ke level 6.999,96.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,16% (-16,98 poin) di posisi 10/568,80.
CAC 40 Paris turun 0,22% (-9,85 poin) menjadi 4.480,10.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup menguat, mencapai level tertinggi dalam dua bulan, ditopang ekspektasi perbaikan data tenaga kerja AS yang akan mendorong kenaikan suku bunga The Fed. Nilai tukar poundsterling, melorot ke level terendah dalam 31 tahun, tertekan kekhawatiran akan  dampak keluarnya Iinggris dari Uni Eropa. Kurs euro tergelincir setelah Bank Sentral Eropa (ECB) merilis risalah pertemuan 7-8 September, yang mendukung keberlanjutan stimulus moneter untuk mendukung zona ekonomi euro. Kenaikan "spread" atau selisih antara imbal hasil obligasi AS dan Jerman yang mencapaii 1,51 poin ikut mendongkrak greenback. Indeks Dolar naik 0,5 persen menjadi 96,552.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1145

-0.0006

-0.05%

6:56 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2611

-0.0005

-0.04%

6:56 PM

Yen (USD-JPY)

103.91

-0.04

-0.04%

6:52 PM

Yuan (USD-CNY)

6.6718

0.0046

+0.07%

9/30/2016

Rupiah (USD-IDR)

12,986.50

-11.00

-0.08%

4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/10/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London hingga pagi tadi bergerak menguat menembus US$50 per barel, melanjutkan tren kenaikan setelah rilis data resmi persediaan mingguan minyak mentah AS yang menunjukkan penurunan. Harga minyak telah naik lebih dari 10 persen sejak OPEC menyepakati untuk memangkas produksi minyak mentah untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, pada akhir September lalu. Kehadiran para  menteri energi negara-negara penghasil minyak di Kongres Energi Dunia di Turki hari ini, diharapkan akan memperkuat komitmen untuk memangkas produksi.

Harga minyak WTI untuk penyerahan November naik 61 sen (1,2%) menjadi US$50,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, naik 68 sen (1,3%) menjadi US$52,54 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah, tertekan ekspektasi perbaikan angka ketenagakerjaan AS periode September yang akan dirilis Jumat ini, yang berdampak pada penguatan dolar AS.

Harga emas untuk pengiriman Desember anjlok US$15,6 (1,23%) menjadi US$1.253 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi US$1.251,64 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news