Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,33 persen pada sesi awal perdagangan, didorong kenaikan saham di sektor energi sebesar 1,59 persen. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,34% (18,48 poin) ke level 5,471,40 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 naik 0,77% (129,95 poin) ke level 16.949,19, setelah dibuka melaju 0,76 persen ditopang oleh penurunan nilai tukar yen yang mendongkrak harga saham-saham eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,30%, dan berlanjut naik 0,42% ke posisi 2.061,58. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,30% menjadi 23.859,41.Bursa saham China libur hingga pekan depan.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham AS dan Asia yang didukung kenaikan harga minyak, setelah kemarin terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali berupaya melanjutkan skenario kenaikan, memanfaatkan koreksi wajar yang terjadi sepanjang hari kemarin. Namun ancaman aksi jual lanjutan yang merontokkan semua indeks sektoral sepanjang perdagangan kemarin masih berpotensi membayangi bursa.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham global dan regional serta kenaikan pada harga minyak mentah dan masih adanya pengaruh positif pada pelonggaran aturan ekspor mineral mentah diprediksi memberikan sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat di rentang support 5.370 dan resistance 5.460.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INDF [INDF 8,900
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, didukung lonjakan harga minyak ke level tertinggi sejak Juni dan laporan indikator ekonomi AS yang positif. Data resmi persediaan minyak AS menunjukkan penurunan. Hasil survei bulanan Institute for Supply Management (ISM) menyebutkan, indeks non manufaktur AS periode September tercatat 57,1 atau 5,7 poin lebih tinggi dari angka Agustus, jauh di atas konsensus pasar sebesar 52,9. Pesanan baru barang manufaktur AS pada Agustus meningkat 0,2 persen menjadi US$453,1 miliar. Namun sektor swasta AS hanya menambahkan 154.000 pekerjaan pada Agustus sampai September, di bawah ekspektasi pasar. Defisit perdagangan AS periode Agustus melebar menjadi US$40,7 miliar.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,62% (112,58 poin) ke level 18.281,03.
S&P 500 menguat 0,43% (9,24 poin) di posisi 2.159,73.
Nasdaq Composite naik 0,50% (26,36 poin) menjadi 5.316,02.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,53% menjadi US$26,53.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, mengakhiri reli kenaikan selama enam hari berturut-turut, terpengaruh oleh meningkatnya kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengetatkan kebijakan moneter. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,48% menjadi 344,43. Sentimen kembali melemah setelah Bloomberg News melaporkan bahwa konsensus informal ECB akan secara bertahap mengurangi pelonggaran kuantitatif. Rilis angka PMI zona euro periode September menunjukkan pelemahan aktivitas sektor manufaktur. Kenaikan harga saham perbankan dan harga minyak tak mampu mendongkrak indeks saham utama Eropa.
FTSE 100 London melorot 0,58% (-41,09 poin) ke level 7.033,25.
DAX 30 Frankfurt turun 0,32% (-33,83 poin) menjadi 10.585,78.
CAC 40 Paris melemah 0,29% (-13,14 poin) di posisi 4.489,95.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhhir melemah, terpengaruh rilis data ketenagakerjaan AS yang di bawah ekspektasi pasar. Selama Agustus-September, pekerjaan di sektor swasta AS hanya bertambah 154.000 pekerjaan, di bawah konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 170.000. Pasar mewaspadai kemungkinan penurunan angka lapangan kerja di sektor non-pertanian yang akan dirilis Jumat besok. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS turun 0,05 persen menjadi 96,125.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1206 |
0.0001 |
+0.01% |
7:06 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2750 |
0.0001 |
+0.01% |
7:06 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
103.50 |
0.00 |
0.00% |
7:03 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.6718 |
0.0046 |
+0.07% |
9/30/201 |
|
Rupiah (USD-IDR) |
12,997.50 |
19.50 |
+0.15% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan mencatatkan lonjakan harga, ditopang oleh rilis data resmi persediaan minyak AS yang menunjukkan penurunan tajam. Laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan, hingga akhir September kemarin, persediaan minyak mentah Amerika turun 3 juta barel menjadi 499,7 juta barel, penurunan mingguan kelima berturut-turut. Stok bensin AS naik 222.000 barel, stok produk destilasi, termasuk solar dan minyak pemanas, turun 2,4 juta barel..Hasil survei analis S&P Global Platts memperkirakan kenaikan dua juta barel, hasil polling Reuters mengekspektasikan peningkatan 2,6 juta barel, dan American Petroleum Institute menduga penurunan persediaan hingga 7,6 juta barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan November naik US$1,14 (2,3%) menjadi US$49,83 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 99 sen menjadi US$51,86 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan pelemahan, tertekan rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan yang mendongkrak indeks saham AS. Kejatuhan harga emas sedikit tertahan oleh pelemahan indeks dolar.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$1,1 (-0,09%) menjadi US$1.268,6 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$1.267,96 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar