Perdagangan saham hari ini diawali dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200 sebesar 0,54 persen, terseret penurunan harga saham sektor energi dan pertambangan akibat kejatuhan harga komoditas global. Pelemahan indeks berlanjut, melorot 0,79% (-43,10 poin) menjadi 5.440,90 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik tipis 0,17% (28,62 poin) ke level 16.764,27, setelah dibuka sedikit menguat 0,07 persen ditopang pelemahan nilai tukar yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 0,71%, dan berlanjut turun 0,73% ke posisi 2.039,85.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,29% ke level 23.619,91. Bursa saham China masih tutup hingga pekan depan.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kecenderung pelemahan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil keluar dari fluktuasi indeks jelang penutupan bursa dan berakhir di zona hijau. Sejumlah analis berargumen, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan tren penguatan jangka pendek. Indeks masih akan berada dalam fase konsolidasi wajar, cenderung menguat terbatas.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, menyusul komentar hawkish dua petinggi Federal Reserve yang mendorong unttuk segera menaikkan suku bunga sehinggga mendongkrak nilai tukar dolar AS. Harga saham komoditas berguguran dihantam penguatan dolar. Harga saham perbankan melaju didorong ekspektasi kenaikan suku bunga. Pasar juga terpengaruh rilis laporan “Wrold Economic Outlook” IMF yang mengeskpektasikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1 persen pada tahun ini. Namun pertumbuhan di negara-negara maju diperkirakan akan melambat, termasuk AS yang hanya akan tumbuh 1,6 persen, lebih rendah dari tahun lalu sebeesar 2,1%.
Dow Jones Industrial Average turun 0,47% (-85,40 poin)menjadi 18.168,45.
S&P 500 melorot 0,50% (-10,71 poin) ke posisi 2.150,49.
Nasdaq Composite melemah 0,21% (-11,22 poin) di level 5.289,66.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 2,26% menjadi US$26,39.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat, dengan mengantarkan indeks FTSE 100 Inggris ke rekor tertinggi tahun ini. Indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,84% ke level 346,10. Harga saham eksportir Inggris menguat setelah PM Inggris mengungkapkan rencana proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, sehingga menekan nilai tukar poundsterling ke posisi terendah dalam tiga dekade terakhir. Menguatnya kembali harga saham Deutsche Bank AG, ikut mendongkrak indeks sektor perbankan.
FTSE 100 London melonjak 1,30% (90,82 poin) ke level 7.074,34.
DAX 30 Frankfurt melaju 1,03% (108,59 poin) ke posisi 10.691,61.
CAC 40 Paris melesat 1,11% (49,53 poin) menjadi 4.503,09.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat didukung komentar hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve yang menginginkan kenaikan suku bunga The Fed. Analis mengatakan pernyataan dua pejabat The Fed itu mendukung spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Nilai tukar pounsterling terhadap dolar AS tumbang ke level terendah dalam 31 tahun, terpukul pernyataan PM Inggris tentang rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS naik 0,50 persen menjadi 96,169.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1206 |
0.0002 |
+0.02% |
7:20 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2733 |
0.0005 |
+0.04% |
7:21 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
102.82 |
-0.08 |
-0.08% |
7:17 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.6718 |
0.0046 |
+0.07% |
9/30/2016 |
|
Rupiah (USD-IDR) |
12,978.00 |
-4.50 |
-0.03% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi bergerak melemah dan ditutup tergelincir dari harga tertinggi selama tiga bulan terakhir. Pelemahan harga minyak dipengaruhi oleh penguatan dolar AS jelang rilis data persediaan minyak AS yang diperkirakan meningkat. Hasil survei Bloomberg sebelum rilis data Badan Administrasi Energi AS memperkirakan pasokan minyak mentah AS pada pekan lalu naik 1,5 juta barel, untuk pertama kalinya dalam lima pekan terakhir.
Harga minyak WTI untuk penyerahan November melemah 25 sen ke level US$48,56 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 14 sen ke level US$50,75 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam, lebih dari 3 persen, terpukul oleh apresiasi dollar AS akibat pernyatan hawkish dua pejabat Te Fed. Penguatan dolar juga ditopanng oleh perbaikan data sektor manufaktur AS. Hari libur nasional China 1-9 Oktober menggerus permintaan fisik emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember anjlok US$43 (-3,28%) menjadi US$1.269,7 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 3% menjadi US$1.271,16 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar