Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada menit-menit menjelang penutupan pasar pada perdagangan hari Rabu (24/2). IHSG naik tipis 0,08 persen (3,67 poin) ke level 4.657,72 poin.
Indeks LQ45 naik 0,08% ke posisi 811,00 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,43% ke posisi 620,21 poin. Indeks IDX30 naik 0,04% ke level 423,62 poin. Indeks Sri Kehati melemah -0,26% ke posisi 271,79 poin. Indeks SMInfra 18 naik 0,02% ke level 311,62 poin.
Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp5,061 triliun. Volume perdagangan sebanyak 4,204 miliar saham. Sementara itu pemodal asing membukukan net sell senilai -Rp304 miliar.
Sektor:
Consumer -0,46%.
Agri -0,89%.
Manufaktur -0,60%.
Misc-ind -1,54%.
Mining -1,23%.
Infrastruktur -0,31%.
Trade 1,26%.
Finance 0,75%.
Properti 0,98%.
Basic-ind -0,14%.
Top Gainers LQ45
BBTN +10,0%
SCMA +5,9%
AKRA +5,9%
LPPF +4,5%
WSKT +3,4%
BBNI +3,3%
PWON +3,4%
ASRI +3,2%
ADHI +3,0%
BSDE +2,1%
Top 10 Losers LQ45
PTBA -5,5%
AALI -2,9%
INCO -2,6%
SILO -2,5%
ICBP -2,5%
JSMR -2,3%
ASII -1,9%
PGAS -1,9%
INDF -1,8%
UNTR -1,8%
Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain BBRI, ASII, TLKM, SSMS, PWON, BBCA, GIAA, BMRI, PTBA, BBNI
Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah menguat 0,12% ke level Rp13.410 per dolar AS.
Bursa Asia:
Pasar saham China menghijau di tengah mayoritas indek saham di Asia melemah pada perdagangan hari Rabu (24/2). Kombinasi faktor yang membuat gugup para investor di antaranya turunnya harga minyak, keraguan terhadap kemampuan bank sentral dalam mendorong pertumbuhan, data ekonomi makro yang lesu dan kekhawatiran baru atas nilai tukar mata uang China.
Analis Mizuho Bank, Chyntia Kalasopatan menilai indeks kepercayaan bisnis di Jerman dan turunnya benchmark nilai tukar yuan sebagai sentimen negatif di samping harga minyak yang terus tertekan.
Menurutnya benchmark nilai tukar China yang ditetapkan pemerintah China untuk pertama kali dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran baru terhadap perekonomian China. Hari Selasa kemarin, kurs tengah yuan yang ditetapkan sebesar 6,5273 terhadap dolar AS atau turun 0,17% dibanding hari Senin. Sementara pada perdagangan hari Rabu ditetapkan sebesar 6,5302 per USD. Bank sentral China membiarkan rate yuan di pasar spot naik atau turun maksimum 2 persen terhadap USD.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun -0,85% (-136,26 poin) ke level 15.915,79 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah -1,15% (-222,33 poin) ke posisi 19.192,45 poin.
Indeks Shanghai (China) naik 0,88% (25,56 poin) ke posisi 2.928,90 poin
Indeks Straits Times (Singapura) turun -1,95% (-52,11 poin) ke posisi 2.619,96 poin.
Bursa Eropa:
Seperti halnya yang terjadi pada Selasa kemarin, sesi pembukaan perdagangan di bursa Eropa hari Rabu (24/2) ini kembali di zona merah meski tekanan tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan sesi sebelumnya.
Indeks FTSE 100 (Inggris) drop -0,2% ke level 5.954,8 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) melemah -0,2% ke posisi 9.396,5 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) turun -0,1% ke level 4.232,5 poin.
Oil:
Harga minyak berlanjut melemah di pasar Asia pada perdagangan hari Rabu (24/2) siang ini setelah pernyataan Kementerian Perminyakan Saudi Arabia menutup pintu peluang penurunan produksi minyak agar pasokan global berkurang.
Harga minyak jenis WTI turun 67 sen menjadi US$31,20 per barel. Sedangkan minyak Brent turun 44 sen menjadi US$32,83 per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Di_Asia_Hanya_IHSG_dan_Indeks_Shanghai_Yang_Hijau_&level2=newsandopinion&id=4147718&img=level1_topnews_3&urlImage=ihsg-2-tribun.jpg#.Vs2JMdKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar