Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia menguat 0,37 persen pada awal perdagangan, namun berlanjut melemah dibebani kemerosotan harga saham perbankan terseret kejatuhan harga komoditas pertambangan. Indeks ASX melemah 0,09% (-4,62 poin) di posisi 4.870,40 pada pukul 08.15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,05% (167,00 poin) ke level 16.082,79, setelah dibuka menguat 0,56 persen. Kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar menekan harga saham otomotif, namun harga saham elektronika masih mampu menunjukkan penguatan.
Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,68% menjadi 1.925,56. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,12% menjadi 19.215,49. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,23% menjadi 2.922,24.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijua, didorong penguatan indeks di bursa saham AS dan Asia, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan pelemahan bursa saham global. Analis memperkirakan, indeks berpeluang melanjutkan tren kenaikan, didorong sentimen positif pembalikan arah sejumlah saham perbankan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa saham Wall Street dan IHSG kemarin, serta penguatan bursa saham regional dan nilai tukar rupiah pagi ini, berpotensi membuat IHSG kembali melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.630 dan resistance 4.680.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: GIAA [GIAA 429
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi, berakhir ceria, di tengah spekulasi bahwa China akan menambah stimulus untuk mendongkrak perekonomiannya, dan rebound harga minyak setelah mengalami penurunan tajam. Laporan Departemen Energi AS menyebutkan, persediaan mingguan minyak mentah AS naik 3,5 juta barel, hanya separuh dari laporan American Petroleum Institute sehari sebelumnya.
Harga saham-saham emiten terkait energi berbalik menguat, menopang kenaikan harga sejumlah saham di sektor keuangan. Namun laporan Markit Flash Februari menunjukkan data PMI sektor jasa mengalami kontraksi, sebesar 49,8, turun tajam dibanding Januari sebesar 53,21.
Dow Jones Industrial Average naik 0,32% (53,21 poin) berakhir di 16.484,99.
S&P 500 menguat 0,44% (8,53 poin) ditutup di 1.929,80.
Nasdaq Composite melaju 0,87% ( 39,02 poin) menjadi 4.542,61.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di Nwe York Stocks Exchange naik 0,78% menjadi US$21,91.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan utama, tertekan oleh kejatuhan harga saham emeten energi dan komoditas. Kenaikan harga minyak di penghujung jam bursa, tak mampu mendongkrak indeks saham acuan. Lemahnya kinerja laporan kinerja keuangan sejumlah emiten memperburuk sentimen investor.
FTSE 100 London, melorot 1,60% (-95,13 poin) ke level 5.867,18.
DAX 30 Frankfurt , terjungkal 2,64% (-248,97 poin) di posisi 9.167,80.
CAC 40 Paris, anjlok 1,96% (-83,08) menjadi 4.155,34.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi bergerak bervariasi dan ditutup cenderung mendatar. Rilis sejumlah data ekonomi AS, kemarin tidak cukup kuat untuk mendongkrak dolar. Data penjualan rumah baru AS sepanjang Januari tercatat sebesar 494.000 unit, di bawah estimasi pasar sebesar 520.000 unit, lebih rendah dari angka revisi penjualan Desember sebesar 544.000.
Sementara itu, poundsterling melanjutkan pelemahan di tengah meningkatnya kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada musim panas ini. Indeks Dolar, yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,03 persen menjadi 97,451.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1016 | 0.0003 | +0.03% | 5:28 PM |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.3937 | 0.0010 | +0.07% | 5:28 PM |
| Yen (USD-JPY) | 112.16 | -0.02 | -0.02% | 5:32 PM |
| Yuan (USD-CNY) | 6.5317 | 0.0045 | +0.07% | 10:29 AM |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,411.50 | -16.00 | -0.12% | 3:58 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di London, mengalami stabilisasi setelah berfluktuasi tajam sepanjang hari kemarin. Laporan Departemen Energi AS menyebutkan, pasokan minyak komersial AS naik 3,5 juta barel hingga 19 Februari lalu menjadi 507,6 juta barel, hanya separuh kenaikan yang dilaporkan American Petroleum Institute, awal pekan ini. Namun permintaan bahan bakar minyak selama empat pekan terakhir naik lebih dari 5 persen dibanding tahun lalu.
Harga minyak WTI untuk penyerahan April naik 28 sen menjadi US$32,15 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April naik US$1,14 menjadi US$34,41 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melanjutkan penguatan terpengaruh pelemahan di bursa ekuitas AS pada sesi awal, penutupan bursa saham utama Eropa di zona merah. Emas mendapatkan dukungan lebih lanjut setelah laporan dari Departemen Perdagangan menyebutkan penjualan rumah baru di AS sepanjang Januari hanya sebesar 494.000 unit, di bawah estimasi pasar 520.000 unit.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$16,5 (1,35%) menjadi US$1.239,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 2,1% menjadi US$1.252,91 per unce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar