Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (24/2) dibuka dengan turun tajam mengikuti aksi jual di bursa saham Eropa dan AS. Kejatuhan harga minyak kembali menjadi perhatian, setelah Arab Saudi menghapus harapan akan penurunan produksi minyak dunia.
Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah 1,59 persen, yang menenggelamkan sebagian besar sektor di zona merah. Harga saham emiten perbankan, energi dan hasil tambang berguguran. Indeks ASX 200 tercatat turun 1,84% (-91,49 poin) ke level 4.888,10 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 1,22% (-196,45 poin) di posisi 15.855,60, setelah dibuka melemah 1,3 persen. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham terkait energi, dan saham emiten eksportir yang terdampak kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi, Korea Selatan melemah 0,07% menjadi 1.912,83. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,68% ke level 19.282,34. Indeks Shanghai Composite turun 0,46% di posisi 2.889,88
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menghadapi tantangan berat tekanan penurunan harga saham global, akibat jatuhnya kembali harga minyak, setelah kemarin terpuruk di zona merah. Analis memperkirakan indeks akan berusaha menuju target resisten terdekat, mencari peluang untuk terchnical rebound. Indeks masih berpeluang melanjutkan pergerakan negatif jika aksi beli tak kuat menahan tekanan profit taking.
Tim Riset Indo Premier berpendapat pelemahan signifikan pada bursa saham global dan IHSG kemarin, di tengah masuknya dana investor asing berpotensi membuat IHSG kembali melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.600 dan resistance 4.710.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,220
40 (+1,3%)] (Spec Buy, TP: Rp3.270, Support: Rp3.165), PGAS [PGAS 2,640
40 (+1,5%)] (Spec Buy ;TP: Rp2.730, Support: Rp2.585), ELSA [ELSA 270
-3 (-1,1%)] (SoS TP: Rp293, Support: Rp263) TAXI [TAXI 132
-12 (-8,3%)](Sell Support 1: Rp116, Support 2: Rp104).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, tertekan kejatuhan harga saham-saham emiten terkait energi dan perbankan, dihantam kemerosotan harga minyak dunia. Harga minyak anjlok lebih dari empat persen setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi, mengesampingkan kemungkinan pemangkasan produksi untuk mengatasi kejatuhan harga. Kejatuhan indeks saham acuan Wall Street juga terpengaruh oleh penurunan indeks kepercayaan konsumen periode Februari menjadi 92,2 dari 87,8 pada Januari, yang dirilis Conference Board, New York.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,14% (-188,88 poin) ditutup di 16.431,78.
S&P 500 anjlok 1,25% (-24,23 poin) berakhir di level 1.921,27.
Nasdaq Composite terperosok 1,47% (-67,02 poin) menjadi 4.503,58.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 2,82% menjadi US$21,74.
Kejatuhan kembali harga minyak juga merontokkan indeks harga saham acuan di bursa saham utama Eropa tadi malam, yang diperparah dengan buruknya laporan kinerja keuangan sejumlah emiten di sektor pertambangan. Survei iklim bisnis Ifo Institute, Jerman menunjukkan bahwa optimisme para pebisnis pada periode Februari merosot, untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.
FTSE 100 London melorot 1,25% (-75,42 poin) ke level 5.962,31.
DAX 30 Frankfurt terjungkal 1,64% (-156,82 poin) di posisi 9.416,77.
CAC 40 Paris anjlok 1,40% (-60,28 poin) menjadi 4.238,42.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi bergerak menguat di tengah rilis beberapa data ekonomi AS dan spekulasi akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board berada di posisi 92,2 pada periode Februari, turun dari 97,8 di Januari. Data penjualan rumah naik ke tingkat tahunan tertinggi dalam enam bulan pada periode Januari, total penjualan existing-home naik 0,4 persen dari periode Desember menjadi 5,45 juta unit mengalahkan konsensus pasar 5,32 juta. Indeks Dolar, yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,10 persen menjadi 97,477.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah 1,59 persen, yang menenggelamkan sebagian besar sektor di zona merah. Harga saham emiten perbankan, energi dan hasil tambang berguguran. Indeks ASX 200 tercatat turun 1,84% (-91,49 poin) ke level 4.888,10 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 1,22% (-196,45 poin) di posisi 15.855,60, setelah dibuka melemah 1,3 persen. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham terkait energi, dan saham emiten eksportir yang terdampak kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi, Korea Selatan melemah 0,07% menjadi 1.912,83. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,68% ke level 19.282,34. Indeks Shanghai Composite turun 0,46% di posisi 2.889,88
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menghadapi tantangan berat tekanan penurunan harga saham global, akibat jatuhnya kembali harga minyak, setelah kemarin terpuruk di zona merah. Analis memperkirakan indeks akan berusaha menuju target resisten terdekat, mencari peluang untuk terchnical rebound. Indeks masih berpeluang melanjutkan pergerakan negatif jika aksi beli tak kuat menahan tekanan profit taking.
Tim Riset Indo Premier berpendapat pelemahan signifikan pada bursa saham global dan IHSG kemarin, di tengah masuknya dana investor asing berpotensi membuat IHSG kembali melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.600 dan resistance 4.710.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,220
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, tertekan kejatuhan harga saham-saham emiten terkait energi dan perbankan, dihantam kemerosotan harga minyak dunia. Harga minyak anjlok lebih dari empat persen setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi, mengesampingkan kemungkinan pemangkasan produksi untuk mengatasi kejatuhan harga. Kejatuhan indeks saham acuan Wall Street juga terpengaruh oleh penurunan indeks kepercayaan konsumen periode Februari menjadi 92,2 dari 87,8 pada Januari, yang dirilis Conference Board, New York.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,14% (-188,88 poin) ditutup di 16.431,78.
S&P 500 anjlok 1,25% (-24,23 poin) berakhir di level 1.921,27.
Nasdaq Composite terperosok 1,47% (-67,02 poin) menjadi 4.503,58.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 2,82% menjadi US$21,74.
Kejatuhan kembali harga minyak juga merontokkan indeks harga saham acuan di bursa saham utama Eropa tadi malam, yang diperparah dengan buruknya laporan kinerja keuangan sejumlah emiten di sektor pertambangan. Survei iklim bisnis Ifo Institute, Jerman menunjukkan bahwa optimisme para pebisnis pada periode Februari merosot, untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.
FTSE 100 London melorot 1,25% (-75,42 poin) ke level 5.962,31.
DAX 30 Frankfurt terjungkal 1,64% (-156,82 poin) di posisi 9.416,77.
CAC 40 Paris anjlok 1,40% (-60,28 poin) menjadi 4.238,42.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi bergerak menguat di tengah rilis beberapa data ekonomi AS dan spekulasi akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board berada di posisi 92,2 pada periode Februari, turun dari 97,8 di Januari. Data penjualan rumah naik ke tingkat tahunan tertinggi dalam enam bulan pada periode Januari, total penjualan existing-home naik 0,4 persen dari periode Desember menjadi 5,45 juta unit mengalahkan konsensus pasar 5,32 juta. Indeks Dolar, yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,10 persen menjadi 97,477.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1021 | 0.0001 | +0.01% | 5:33 PM |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.4025 | 0.0003 | +0.02% | 5:33 PM |
| Yen (USD-JPY) | 112.06 | -0.04 | -0.04% | 5:27 PM |
| Yuan (USD-CNY) | 6.5272 | 0.0054 | +0.08% | 10:29 AM |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,427.50 | -11.00 | -0.08% | 3:59 AM |
Sumber : Bloomberg.com, 23/2/2016 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brnet North Sea di London, hingga pagi tadi ditutup semakin melemah, setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi menegaskan penolakan untuk memangkas produksi minyak, dan menekankan bahwa pembatasan produksi akan lebih realistis untuk menstabilkan harga minyak. Namun ide pembatasan produksi ini pun ditentang oleh Iran yang masih ingin menggenjot produksi minyak pasca sanksi nuklir. Analis menilai, kesepakatan pembatasan produksi pada level yang berlaku saat ini, tidak akan mengurangi berlimpahhnya pasokan minyak global.
Harga minyak WTI untuk penyerahan April, turun US$1,52 (-4,6%) menjadi US$31,87 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April, turun US$1,42 (-4,1%) menjadi US$33,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat terdorong oleh pelemahan di bursa ekuitas global. Kenaikan harga emas juga didukung oleh laporan Conference Board yang menunjukkan kepercayaan konsumen jatuh menjadi 92,2 pada periode Februari, dibandingkan Januari sebesar 97,8.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$12,5 (1,03%) menjadi US$1.222,60 per ounce.
Harga emas dii pasa spot naik 1,1% menjadi US$1.221,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brnet North Sea di London, hingga pagi tadi ditutup semakin melemah, setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi menegaskan penolakan untuk memangkas produksi minyak, dan menekankan bahwa pembatasan produksi akan lebih realistis untuk menstabilkan harga minyak. Namun ide pembatasan produksi ini pun ditentang oleh Iran yang masih ingin menggenjot produksi minyak pasca sanksi nuklir. Analis menilai, kesepakatan pembatasan produksi pada level yang berlaku saat ini, tidak akan mengurangi berlimpahhnya pasokan minyak global.
Harga minyak WTI untuk penyerahan April, turun US$1,52 (-4,6%) menjadi US$31,87 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman April, turun US$1,42 (-4,1%) menjadi US$33,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat terdorong oleh pelemahan di bursa ekuitas global. Kenaikan harga emas juga didukung oleh laporan Conference Board yang menunjukkan kepercayaan konsumen jatuh menjadi 92,2 pada periode Februari, dibandingkan Januari sebesar 97,8.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$12,5 (1,03%) menjadi US$1.222,60 per ounce.
Harga emas dii pasa spot naik 1,1% menjadi US$1.221,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar