Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan menembus resisten setelah naik signifikan 3,22 persen (+135,5 poin) ke posisi 4343,30 poin. Estimasi bahwa ekonomi Indonesia tahun depan mampu tumbuh 5,3 persen menjadi katalis positif bagi pelaku pasar. Aliran pemodal asing juga mulai menguat sejak pekan lalu.
Indeks LQ45 naik 4,60% ke posisi 733,57 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,03% ke posisi 576,21 poin. Indeks IDX30 naik 4,78% ke level 381,44 poin. Indeks SRI KEHATI menguat 4,72% ke level 246,88 poin. Indeks SMInfra18 naik 4,41% ke posisi 286,05 poin.
Nilai transaksi tercatat Rp5,472 triliun. Volume trading sebanyak 5,554 miliar saham. Pemodal asing membukukan net buy (beli bersih) hingga Rp333 miliar.
Sektor
Agri 2,23%
Mining 1,27%
Properti 2,55%
Infrastruktur 2,73%
Finance 4,41%
Trade 1,48%
Manufaktur 3,86%
Consumer 3,05%
Basic-ind 6,68%
Misc-ind 3,30%
Sektor industri dasar (basic-ind) dan finance, serta aneka industri melanjutkan keperkasaan yang sudah terjadi sejak jeda perdagangan siang tadi.
Saham-saham industri dasar naik paling signifikan dimotori antara lain oleh saham: CPIN +9,30 persen. AMFG +6,48%. INTP +9,80%. ISSP +5,98%. KRAS +1,57%. SMBR +5,09%. SMGR +10,44%. WTON +6,06%.
Sedangkan emiten-emiten finance yang menguat antara lain BCA +5,7%. BRI +5,2%. BNI +6,2%. Bank Mandiri +6,8%.
Adapun saham-saham aneka industri yang melonjak adalah ASII naik +3,90%. AUTO +1,66%. GJTL +9,71%. SMSM +1,02%. dan SRIL +5,25%
USD/IDR
Sempat menguat tajam 1,04% ke posisi Rp14.499 per USD.
Asia
Indeks utama di beberapa pasar saham Asia memulai perdagangan di zona hijau setelah data lapangan kerja periode bulan September di Amerika Serikat melemah sehingga meredam spekulasi the Fed akan menaikkan suku bunga acuan.
Lapangan kerja di AS hanya bertambah 142 ribu jauh di bawah estimasi sebanyak 203 ribu, Sementara persentase pengangguran mencapai 5,1 persen. Demikian menurut data yang dipublikasikan Departemen Tenaga Kerja AS akhir pekan lalu. Data lapangan kerja tersebut mengindikasikan the Fed tidak mungkin segera memulai kebijakan moneter ketat. Kenaikan suku bunga the Fed tidak akan lebih awal dari bulan Maret 2016.
Dengan liburnya bursa China, tidak terdapat sentimen bagi regional Asia untuk menguat beberapa hari, demikian menurut Evan Lucas, analis IG Market. Tetapi, kesimpulan dari pelemahan data lapangan kerja di AS adalah bahwa perlambatan ekonomi China sedang meluas hingga ke Pasifik. “Ini akan menambah ekspektasi bahwa bank sentral China atau pemerintah China akan mengubah kebijakan moneter tahun ini,” ujarnya.
Indeks Nikkei 225 naik 1,58% (280,36 poin) ke posisi 18.005,49 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 1,62% (348,41 poin) ke level 21.854,50 poin
Indeks Shanghai (China) libur nasional
Indeks Strait Times (Singapura) naik 2,00% (55,79 poin) ke level 2.848,94 poin.
Bursa Eropa
Indeks bursa saham Eropa memperpanjang kenaikan pada pembukaan perdagangan hari Senin (5/10) pagi waktu setempat setelah publikasi data lapangan kerja di Amerika Serikat lebih rendah dari estimasi. Hal tersebut meredakan ekspektasi the Fed akan segera menaikkan suku bunga. Indeks benchmark bursa Eropa, the Stoxx Europe 600 naik 2,2 persen.
Indeks FTSE 100 naik 1,70% ke level 6.234,37 poin
Indeks DAX 30 naik 1,45% ke posisi 9.691,65 poin
Indeks CAC 40 menguat 1,89% ke level 4.543,07 poin
Oil
Harga minyak naik tipis pada perdagangan hari Senin setelah Rusia mengatakan siap mendiskusikan situasi pasar global dengan negara produsen minyak lainnya. Harga minyak belum mampu beranjak naik sejak tahun lalu akibat banjir pasokan global yang terus menerus.
Harga minyak WTI naik 32 sen ke posisi 45,86 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent naik 30 sen ke posisi 48,43 dolar AS per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Naik_3_22_Persen__IHSG_Sukses_Tembus_Resisten_Level&level2=newsandopinion&id=3881683&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-OKbig.jpg#.VhJQMdKUde8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar