Tercapainya kesepakatan Trans Pacific Partnership (TPP) berjangka lima tahun ikut meningkatkan sentimen positif. Pasar juga menunggu keputusan suku bunga bank sentral Australia, dan bank sentral Jepang yang memulai rapat kebijakan pada hari ini.
Membuka pasar Asia hari ini, indeks ASX 200 Australia menguat, dan melaju 0,86% (44,27 poin) ke level 5.194,80 pada pukul 08.30 WIB. Kenaikan indeks didukung oleh reli harga saham emiten pertambangan, namun terhambat oleh rilis data defisit perdagaangan Australia yang mencapai A$2,5 miliar.
Pada jam yaang sama, indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,60% (287,77 poin) ke posisi 18.293,26. Indeks terangkat oleh spekulasi bahwa bank sentral Jepang akan mengumumkan putaran baru stimulus moneter dan keyakinan investor bahwa Jepang akan mendapatkan manfaat dari kesepakatan TPP.
Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,53% ke level 1.988,74. Bursa saham China hari ini tutup hingga Rabu.
Pergerakan Indkes Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapak akan kembali menguat, melanjutkan tren positif yang berlangsung sepanjang hari kemarin, didorong laju indeks di bursa saham global. Analis mengatakan, penguatan rupiah dan sentimen positif global akan mendorong IHSG kembali ke level 4.500.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan yang terjadi pada bursa saham global, dan IHSG kemarin, serta kembali masuknya dana asing, berpotensi mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatan, bergerak pada rentang support 4.255 dan resistance 4.430.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR [SMGR 10,325
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan menguat tajam melanjutkan reli di bursa saham Eropa, didorong keyakinan bahwa Federal Reserve akan menunda rencana kenaikan suku bunga.
Rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk September yang mengecewakan, akhir pekan lalu, meyakinkan banyak pengamat bahwa The Fed akan menunda rencana kenaikan suku bunga, paling tidak sampai Desember.
Tingkat pengangguran bertahan di level 5,1% dan tingkat partisipasi anjlok ke 62,4%, sehingga diyakini The Fed tidak akan mampu menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Dow Jones Industrial melambung 1,85% (304,06 poin) menjadi 16.776,43.
S&P 500 melompat 1,83% (35,69 poin) ke level 1.987,05
Nasdaq Composite melesat 1,56% (73,49 poin ) ke posiisi 4.781,26.
Harga ETF sahan Indonesia di New York Stocks Exchange terbang 5,53%, bertengger di US$18,90.
Bursa saham Eroap tadi malam juga berakhhir denggan membukukan kenaikan signifikan. Keyakinan akan kembali ditundanya rencana kenaikan suku bunga The Fed dan kepercayaaan bahhwa Bank Sentral Eropa belum akan mengakhiri program pembelian aset, mendorong aksi beli investor.
Melemahnya indeks pembelian manajer (PMI) zona euro untuk September menjadi 53,6, dari 54,3 pada Agustus, tidak menghalangi aksi para pemburu saham.
FTSE 100 London, membubung 2,76% (168,94 poin) menjadi 6.298,92.
DAX 30 Frankfurt melambung 2,74% (261,72 poin) menjadi 9.814,79.
CAC 40 Paris meroket 3,54% (158,02 poin) ke posisi 4.616,90.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia pagi tadi menguat, meskipun sejumlah data ekonomi terbaru negara itu melemah. Akhir pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan, total gaji non pertanian AS meningkat 142.000 pada September, jauh di bawah konsensus pasar 203.000.
Sementara itu, penghasilan rata-rata per jam karyawan non pertanian swasta turun satu persen menjadi 25,09 dolar AS, juga gagal memenuhi perkiraan. Rilis Indeks non manufaktur AS untuk September hanya mencatatkan 56,9, di bawah angka Agustus sebesar 59, dan gagal memenuhi ekspektasi pasar sekitar 57,5.
Namun ekspektasi bahwa ECB dan bank sentral Jepang akan menambah program stimulus moneternya, mendorong penguatan dolar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,29 persen menjadi 96,106.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi bergerak menguat, menyusul penguatan di pasar ekuitas yang lebih tinggi, dan didukung oleh penurunan kegiatan pengeboran AS yang bisa mengurangi kelebihan pasokan global.
Perhitungan perusahaan jasa minyak AS Baker Hughes yang dirilis Jumat lalu, menunjukkan jumlah anjungan minyak yang beroperasi di AS turun 26 rig, ke tingkat terendah lima tahun di 614 rig.
Penurunan itu mendorong ekspektasi bahwa produksi minyak AS, yang menyentuh tingkat tertinggi dalam sejarah, akan menurun. Indikasi pengurangan belanja modal di perusahaan minyak AS menimbulkan ekspektasi akan semakin menurunnya produksi.
Analis mengatakan kenaikan harga minyakk didukung oleh sinyal kesediaan Rusia untuk membahas masalah kelebihan pasokan global dengan produsen minyak lainnya.
Harga minyak WTI untuk pengiriman November, naik 72 sen menjadi US$46,26 dolar per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman November, naik US$1,12 menjadi US$49,25 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi memperpanjang tren kenaikan karena data ketenagakerjaan AS yang melemah.
Rilis indeks sektor jasa AS versi ISM juga menunjukkan pelemahan menjadi 56,9 persen, dari 59 persen sebulan sebelumnya.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$1 (0,1%) menjadi US$1.138,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.134,66 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melesat__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=3882632&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Antara.jpg#.VhM4e9KUde8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar